MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Jumat, 06 September 2019 11:16
Bandara Berkabut, Maskapai Mulai Waswas

1000 Masker Siap Dibagikan

MAKIN PEKAT: Suasana Bandara Syamsudin Noor saat diselimuti kabut asap, kemarin pagi. Kebakaran lahan semakin meluas dan mengakibatkan kabut asap bertambah. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Kabut asap mulai menebal. Kemarin pagi, asap akibat pembakaran hutan dan lahan ini bahkan sudah mulai menyelimuti kawasan Bandara Syamsudin Noor dan sekitarnya.

Padahal, jauh-jauh hari satuan tugas (satgas) karhutla Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel sudah fokus mengamankan wilayah bandara dari kabut asap. Sejauh ini, upaya itu tidak berhasil.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, kabut asap yang menyelimuti kawasan bandara cukup tebal. Namun, nampaknya belum mengganggu akitivitas penerbangan. Karena, sejumlah pesawat masih terlihat berangkat.

Communication dan Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra mengatakan, kabut asap tidak mengganggu penerbangan. Karena, jarak pandang masih aman. "Visibility masih 7 kilometer Mas. Jadi aman untuk terbang," katanya.

Dia mengungkapkan, jarak pandang dianggap kurang aman untuk aktivitas penerbangan jika di bawah 500 meter. "Jadi kalau masih aman, pesawat tetap terbang. Tanpa ada delay," ungkapnya.

Meski belum mengganggu penerbangan, sejumlah maskapai mengaku mulai waswas dengan munculnya kabut asap di sekitaran bandara. Mereka khawatir di hari-hari berikutnya kabut semakin tebal hingga membuat penerbangan terganggu. "Semoga saja kabut tidak tambah pekat yang mengakibatkan jarak pandang tertutup," ujar AM Lion Air Banjarmasin, Agung Purnama.

Lanjutnya, jika kabut semakin pekat dan menutup jarak pandana maka jadwal penerbangan pasti terganggu. "Kalau jarak pandang tidak aman, pesawat akan delay sampai jarak pandang memenuhi standar. Nah, itu akan membuat jadwal penerbangan berubah," ujarnya.

Dibeberkannya, delay dilakukan saat kabut asap pekat dikarenakan pihak maskapai selalu memastikan bahwa jarak pandang aman harus aman setiap kali penerbangan.

"Untuk tipe pesawat B 737 800/900 yang kami gunakan, jarak pandang aman minimal 2 kilometer. Kalau kurang dari itu, kami tidak berani mengambil risiko untuk terbang," bebernya.

BPBD Kalsel sebenarnya telah mengatur strategi untuk mengamankan kawasan Bandara Syamsudin Noor dari kabut asap. Pengamanan sudah dilakukan total.

"Semua satgas darat yang sebelumnya di tempatkan di Batola, Tanah Laut dan Banjar sekarang kami tarik untuk ikut mengamankan di kawasan bandara," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin.

Namun hal ini tak maksimal karena ada sejumlah titik api yang belum bisa dipadamkan.

"Titik api masih ada di daerah rawa gambut di sekitaran Jalan Kasturi, Golf Ujung dan Gubernur Syarkawi. Untuk itu, satgas darat kami kumpulkan untuk memadamkannya dengan cara disuntik sampai ke dalam. Sebab, menggunakan heli hanya memadamkan api di permukaan," jelasnya.

Di samping berupaya melakukan pemadaman, dia menyampaikan satgas dan sub satgas bantuan dari pusat juga semakin aktif melakukan patroli.

“Dengan patroli ke titik rawan api, saya kira masyarakat akan takut membakar lahan, dan ini sudah dicontohkan Paman Birin (Gubernur Kalsel Sahbirin Noor) yang juga sering patroli,” paparnya.

--

1000 Masker Siap Dibagikan

Ancaman kesehatan akibat kabut asap mulai menghantui warga Kalsel.
Dinas Kesehatan telah menyiapkan 1.000 masker untuk dibagikan kepada masyarakat.

"Selain masker, makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak-anak juga disiapkan," beber Kadinkes Kalsel, Muslim yang mengatakan ribuan masker dibagikan di kawasan Banjarbaru dan Tanah Laut .

Selain masker dan makanan tambahan, Dinkes juga menyiapkan petugas yang siap turun ke daerah untuk melihat potensi ISPA. "Petugas kami akan datang ketika masyarakat terpapar," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSJD Sambang Lihum, IBG Dharma Putra menyebut hingga saat ini kabut asap belum terlalu berdampak terhadap pasien rumah sakit. "Tahun ini lumayan kecil durasi kabut asap. Tak ada klien kami yang terpapar," sebut Dharma.

RSJD Sambang Lihum berada di kawasan rawa di perbatasan Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Dharma mengatakan pihaknya mengantisipasi dampak kabut asap dengan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan di waktu tertentu. "Untungnya saat ini kabut asap datangnya sebentar-sebentar saja," tukasnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin, mengatakan pihaknya memiliki persediaan yang cukup untuk kebutuhan masker. Tapi dia berharap semoga tidak sampai terlalu parah.

"Semoga saja secepatnya hujan segera turun. Menurut prediksi, 10 hari ke depan terjadi puncak panas," sebut Wahyuddin. (ris/mof/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*