MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 13 September 2019 11:10
Dugaan Pencabulan Santriwati di HST, Pengacara Tersangka Optimis Menangkan Persidangan
TENANG: Ahmad Junaidi Mukti tersenyum seusai menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Barabai, kemarin (12/9). | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BARABAI - Sidang perdana kasus dugaan tindak asusila terhadap anak di bawah umur yang dilakukan mantan oknum pengasuh pesantren di Kecamatan Limpasu digelar secara tertutup di Pengadilan Negeri Barabai, kemarin (12/9).

Dari pantauan Radar Banjarmasin, sidang perdana terhadap kasus yang sudah berjalan hampir empat bulan ini hanya berlangsung 30 menit. Tersangka Ahmad Junaidi Mukti, 61, duduk di kursi pesakitan di siding yang dipimpin oleh Hakim Ketua Ziyad dengan Jaksa Penuntut Umum, Bayu Teguh Setiawan.

Ahmad Junaidi Mukti tidak datang sendiri. Dia didampingi oleh dua kuasa hukumnya yakni Nazmaniah Imberan dan Saidina Hamzah. Selain itu, empat orang keluarganya juga datang. Dua di antaranya adalah istri dari tersangka. Mereka duduk menunggu di luar ruang persidangan.

“Semua kami serahkan kepada kuasa hukum,” ucap salah seorang istri Ahmad Junaidi Mukti, yang enggan namanya dikorankan.

Selama sidang, Ahmad Junaidi Mukti mendengarkan dengan tenang seluruh dakwaan yang dibacakan oleh JPU. Sejatinya, sidang akan dilanjutkan dengan pemanggilan saksi, namun, jalannya persidangan harus ditunda hingga Kamis (19/8) mendatang. Mengingat tak ada satu pun korban atau keluarga korban yang berhadir pada persidangan tersebut.

Kuasa hukum tersangka, Nazmaniah Imberan, mengaku optimis bisa memenangkan persidangan. “Kami ingin membantu klien kami untuk mencari kebenaran yang hakiki, melalui penuturan saksi-saksi nantinya,” ucapnya yang diamini rekannya, Saidina Hamzah saat ditemui seusai persidangan.

Dia juga mempertanyakan kapasitas orang yang melaporkan kliennya. “Apakah dia keluarga dari korban atau siapa, itu masih tidak jelas,” ucapnya.

---

Kasus ini terungkap pada di awal tahun 2019 lalu. Salah seorang keluarga santriwati melaporkan pencabulan yang dilakukan Junaidi kepada Khairullah (40), seorang tokoh masyarakat setempat.

Kepada Radar Banjarmasin, Khairullah atau yang akrab disapa H Uwah, menuturkan bahwa sepekan sebelum Bulan Ramadan tahun 2019, ada dua santriwati yang memutuskan untuk melarikan diri dari Pondok Pesantren yang dikelola oleh Ahmad Junaidi Mukti selaku Pengasuh Pondok Pesantren.

Mereka kemudian “bernyanyi” kepada H Uwah bahwa ada tindakan yang tak senonoh yang dilakukan oleh oknum Pengasuh Pondok Pesantren. H Uwah kemudian melaporkan hal tersebut ke Kepolisian Resor Hulu Sungai Tengah (Polres HST) pada 9 Mei lalu.

Polres HST kemudian menahan Ahmad Junaidi Mukti. Saat kasus ini terungkap ke media, korban lain yang sebelumnya menutup diri akhirnya mulai berani bersuara. Data yang terakhir dihimpun, korban mencapai sembilan orang. Masing-masing korban, tak hanya berasal dari Kalsel saja. Melainkan santriwati dari daerah Kalteng dan Kaltim.

--

Dikonfirmasi via telepon, kemarin (12/9), MW seorang keluarga korban asal Kalteng, mengatakan pihaknya tidak bisa datang ke persidangan karena sedang tidak enak badan. Pihak keluarga menyerahkan saja seluruh proses kepada hukum yang berlaku. Khususnya terkait apa yang nantinya diputuskan oleh hakim di persidangan.

“Tapi, keponakan saya mengatakan dia tidak akan rela apabila hukuman yang dijatuhkan hanya lima tahun penjara,” ucapnya.

H Uwah sendiri yang menjadi ayah angkat korban asal Kaltim mengatakan tidak tahu menahu ada sidang digelar. “Kalau saya tahu, saya bakal datang dengan membawa massa ke sana. Bayangkan saja, korbannya sudah sampai sembilan orang. Saya ingin pelaku dikebiri dan dijatuhi hukuman seumur hidup,” tuntasnya. (war/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers