MANAGED BY:
SABTU
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 13 September 2019 11:10
Dugaan Pencabulan Santriwati di HST, Pengacara Tersangka Optimis Menangkan Persidangan
TENANG: Ahmad Junaidi Mukti tersenyum seusai menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Barabai, kemarin (12/9). | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BARABAI - Sidang perdana kasus dugaan tindak asusila terhadap anak di bawah umur yang dilakukan mantan oknum pengasuh pesantren di Kecamatan Limpasu digelar secara tertutup di Pengadilan Negeri Barabai, kemarin (12/9).

Dari pantauan Radar Banjarmasin, sidang perdana terhadap kasus yang sudah berjalan hampir empat bulan ini hanya berlangsung 30 menit. Tersangka Ahmad Junaidi Mukti, 61, duduk di kursi pesakitan di siding yang dipimpin oleh Hakim Ketua Ziyad dengan Jaksa Penuntut Umum, Bayu Teguh Setiawan.

Ahmad Junaidi Mukti tidak datang sendiri. Dia didampingi oleh dua kuasa hukumnya yakni Nazmaniah Imberan dan Saidina Hamzah. Selain itu, empat orang keluarganya juga datang. Dua di antaranya adalah istri dari tersangka. Mereka duduk menunggu di luar ruang persidangan.

“Semua kami serahkan kepada kuasa hukum,” ucap salah seorang istri Ahmad Junaidi Mukti, yang enggan namanya dikorankan.

Selama sidang, Ahmad Junaidi Mukti mendengarkan dengan tenang seluruh dakwaan yang dibacakan oleh JPU. Sejatinya, sidang akan dilanjutkan dengan pemanggilan saksi, namun, jalannya persidangan harus ditunda hingga Kamis (19/8) mendatang. Mengingat tak ada satu pun korban atau keluarga korban yang berhadir pada persidangan tersebut.

Kuasa hukum tersangka, Nazmaniah Imberan, mengaku optimis bisa memenangkan persidangan. “Kami ingin membantu klien kami untuk mencari kebenaran yang hakiki, melalui penuturan saksi-saksi nantinya,” ucapnya yang diamini rekannya, Saidina Hamzah saat ditemui seusai persidangan.

Dia juga mempertanyakan kapasitas orang yang melaporkan kliennya. “Apakah dia keluarga dari korban atau siapa, itu masih tidak jelas,” ucapnya.

---

Kasus ini terungkap pada di awal tahun 2019 lalu. Salah seorang keluarga santriwati melaporkan pencabulan yang dilakukan Junaidi kepada Khairullah (40), seorang tokoh masyarakat setempat.

Kepada Radar Banjarmasin, Khairullah atau yang akrab disapa H Uwah, menuturkan bahwa sepekan sebelum Bulan Ramadan tahun 2019, ada dua santriwati yang memutuskan untuk melarikan diri dari Pondok Pesantren yang dikelola oleh Ahmad Junaidi Mukti selaku Pengasuh Pondok Pesantren.

Mereka kemudian “bernyanyi” kepada H Uwah bahwa ada tindakan yang tak senonoh yang dilakukan oleh oknum Pengasuh Pondok Pesantren. H Uwah kemudian melaporkan hal tersebut ke Kepolisian Resor Hulu Sungai Tengah (Polres HST) pada 9 Mei lalu.

Polres HST kemudian menahan Ahmad Junaidi Mukti. Saat kasus ini terungkap ke media, korban lain yang sebelumnya menutup diri akhirnya mulai berani bersuara. Data yang terakhir dihimpun, korban mencapai sembilan orang. Masing-masing korban, tak hanya berasal dari Kalsel saja. Melainkan santriwati dari daerah Kalteng dan Kaltim.

--

Dikonfirmasi via telepon, kemarin (12/9), MW seorang keluarga korban asal Kalteng, mengatakan pihaknya tidak bisa datang ke persidangan karena sedang tidak enak badan. Pihak keluarga menyerahkan saja seluruh proses kepada hukum yang berlaku. Khususnya terkait apa yang nantinya diputuskan oleh hakim di persidangan.

“Tapi, keponakan saya mengatakan dia tidak akan rela apabila hukuman yang dijatuhkan hanya lima tahun penjara,” ucapnya.

H Uwah sendiri yang menjadi ayah angkat korban asal Kaltim mengatakan tidak tahu menahu ada sidang digelar. “Kalau saya tahu, saya bakal datang dengan membawa massa ke sana. Bayangkan saja, korbannya sudah sampai sembilan orang. Saya ingin pelaku dikebiri dan dijatuhi hukuman seumur hidup,” tuntasnya. (war/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 18 Oktober 2019 17:21

Bangunan di Komplek Perumahan Istana Elza Disegel Pol PP

TANJUNG - Sebuah bangunan bertingkat di Komplek Perumahan Istana Elza…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:52

Sidang Junaidi Ditunda Lagi

BARABAI – Gara-gara Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak dapat menghadirkan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:18

Isap Sabu, Rumah Pasutri Digerebek

BANJARMASIN - Sehari melakukan penyelidikan, bisnis pasangan suami istri Erwan…

Jumat, 18 Oktober 2019 10:46

Jambret Diteriaki Maling di Sungai Andai

BANJARMASIN - Nasib sial dialami seorang pelaku jambret yang beraksi…

Jumat, 18 Oktober 2019 10:43

Rahman Bernyanyi, Nyamuk Cs Pemilik Paket Sabu Ditangkap

AMUNTAI - Anggota Polsek Amuntai Selatan Polres Hulu Sungai Utara,…

Jumat, 18 Oktober 2019 10:39

Sembunyi Sepekan, Residivis Dibekuk

BANJARBARU - Berhasil selama kurang lebih sepekan bernafas lega. Pelarian…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:54

Larangan Parkir Tak Ditaati, Komisi III: Dishub Jangan Kendor

BANJARMASIN - Larangan parkir apalagi bongkar muat di Jalan Pangeran…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:42

Dua Sahabat Terjerat Sabu

BANJARMASIN - Dua warga Alalak Selatan ditangkap personel Polsekta Banjarmasin…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:38

Sepekan Ditangkap 45 Tersangka

BANJARMASIN - Dalam sepekan, Ditresnarkoba Polda Kalsel berhasil menciduk sebanyak…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:50

Pembunuh di Terminal Cangkring Terungkap

RANTAU – Akhirnya, peristiwa berdarah yang menewaskan Rahmat Hidayat (31),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*