MANAGED BY:
RABU
27 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 13 September 2019 11:48
Pesawatnya Tertunda Karena Kabut Tebal, Wakapolri: Karhutla di Kalsel Sudah Meluas, Pembakaran Ini Ada Kesengajaan
SEBUT ADA KESENGAJAAN: Komjen Pol Ari Dono Sukmanto didampingi Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani saat diwawancarai wartawan, kemarin.

PROKAL.CO, Banjarbaru - Kabut asap yang menebal membuat penerbangan di bandara kembali kacau. Data pihak otoritas Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru, ada tujuh jadwal penerbangan yang terganggu.

Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Aditya Putra Patria menyampaikan, kabut asap sempat membuat jarak pandang (visibility) di Bandara hanya berkisar 100 meter.

"Untuk Kamis pagi ini hanya sampai 300 meter pada pukul 06.00 Wita, bahkan kita mencatat di pukul 06.30 sampai 07.15 itu titik terendahnya yakni 100 meter untuk visibility-nya," katanya.

Selain jadwal keberangkatan, kabut asap juga membuat enam jadwal kedatangan pesawat tertunda. “Pesawat dari Surabaya, Balikpapan, Jakarta dan Kotabaru," tambahnya.

Salah satu yang tertunda ternyata adalah pesawat yang ditumpangi Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono Sukmanto. Ironisnya kedatangan Ari ke Kalsel justru untuk memantau karhutla.

Ari yang dijadwalkan tiba di Kalsel pada Kamis (12/9) pagi harus tertunda hampir empat jam. Wakapolri pun tak bisa berbuat apa-apa lantaran kondisi asap tebal di Bamdara Syamsudin Noor membuat jarak pandang sangat rendah.

"Saya itu stand by dari jam 5 pagi sudah di Bandara Soetta (Soekarno Hatta) Jakarta. Namun harus delay empat jam, karena bandara Syamsudin Noor dilanda kabut asap," katanya saat membuka apel gelar pasukan di Posko Taktis Satgas Karhutla Polda Kalsel di Jalan Ahmad Yani Km 21, Liang Anggang Banjarbaru.

Sebelum bertolak ke Posko Taktis Satgas Karhutla, orang nomer dua di satuan Polri ini melakukan pemantauan udara. Menaiki Helikopter, ia didampingi Kapolda Kalsel Inspektur jenderal Polisi Yazid Fanani.

Selama mengitari beberapa kawasan yang terjadi Karhutla, Wakapolri mengantongi beberapa analisa terkait Karhutla di Kalsel. Hal ini pun turut disampaikannya di hadapan ratusan personel gabungan Satgas Karhutla Kalsel.

Menurutnya, luasan Karhutla di Kalsel sudah cukup parah. Hal ini tak bisa diakomodir oleh para personel Satgas Karhutla. "Kalau dihadapkan dengan semua luasan, tentu sulit bagi personel kita. Namun, untuk mencegah api tidak menjalar ke permukiman atau perumahan, ini tentu bisa," katanya.

Dari pantauan udara, ia melihat asap kemarin terkumpul di areal bandara. Titik Karhutla tersebar di beberapa areal di area sana. "Analisa saya bahwa yang terbakar ini bukan hutan, melainkan lahan," tambahnya yang menduga ada faktor kesengajaan.

Ia mengakui jika tradisi masyarakat yang ingin bertani dengan cara dibakar masih cukup digandrungi. "Saya pernah tugas di sini (Kalsel) tahun 85, memang asap ini sudah ada dari dahulu. Bedanya, kalau dahulu mungkin yang membakar hanya 10, sekarang 100," ujar pria yang pernah menjabat Kasat Serse Polres Amuntai ini.

Ari mengatakan pelaku pembakaran hutan dan lahan harus ditindak tegas. Dia menyebut sudah ada empat pelaku yang ditahan di Polda Kalsel. Dia mengatakan para pelaku ini tidak bisa ditolerir.

Kunjungan Ari ke Kalsel merupakan arahan Kapolri langsung. Sebagaimana diketahui, Kalsel menjadi salah satu wilayah operasi yang diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo dalam penanganan Karhutla di tahun ini. (mof/rvn/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers