MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 13 September 2019 11:48
Pesawatnya Tertunda Karena Kabut Tebal, Wakapolri: Karhutla di Kalsel Sudah Meluas, Pembakaran Ini Ada Kesengajaan
SEBUT ADA KESENGAJAAN: Komjen Pol Ari Dono Sukmanto didampingi Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani saat diwawancarai wartawan, kemarin.

PROKAL.CO, Banjarbaru - Kabut asap yang menebal membuat penerbangan di bandara kembali kacau. Data pihak otoritas Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru, ada tujuh jadwal penerbangan yang terganggu.

Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Aditya Putra Patria menyampaikan, kabut asap sempat membuat jarak pandang (visibility) di Bandara hanya berkisar 100 meter.

"Untuk Kamis pagi ini hanya sampai 300 meter pada pukul 06.00 Wita, bahkan kita mencatat di pukul 06.30 sampai 07.15 itu titik terendahnya yakni 100 meter untuk visibility-nya," katanya.

Selain jadwal keberangkatan, kabut asap juga membuat enam jadwal kedatangan pesawat tertunda. “Pesawat dari Surabaya, Balikpapan, Jakarta dan Kotabaru," tambahnya.

Salah satu yang tertunda ternyata adalah pesawat yang ditumpangi Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono Sukmanto. Ironisnya kedatangan Ari ke Kalsel justru untuk memantau karhutla.

Ari yang dijadwalkan tiba di Kalsel pada Kamis (12/9) pagi harus tertunda hampir empat jam. Wakapolri pun tak bisa berbuat apa-apa lantaran kondisi asap tebal di Bamdara Syamsudin Noor membuat jarak pandang sangat rendah.

"Saya itu stand by dari jam 5 pagi sudah di Bandara Soetta (Soekarno Hatta) Jakarta. Namun harus delay empat jam, karena bandara Syamsudin Noor dilanda kabut asap," katanya saat membuka apel gelar pasukan di Posko Taktis Satgas Karhutla Polda Kalsel di Jalan Ahmad Yani Km 21, Liang Anggang Banjarbaru.

Sebelum bertolak ke Posko Taktis Satgas Karhutla, orang nomer dua di satuan Polri ini melakukan pemantauan udara. Menaiki Helikopter, ia didampingi Kapolda Kalsel Inspektur jenderal Polisi Yazid Fanani.

Selama mengitari beberapa kawasan yang terjadi Karhutla, Wakapolri mengantongi beberapa analisa terkait Karhutla di Kalsel. Hal ini pun turut disampaikannya di hadapan ratusan personel gabungan Satgas Karhutla Kalsel.

Menurutnya, luasan Karhutla di Kalsel sudah cukup parah. Hal ini tak bisa diakomodir oleh para personel Satgas Karhutla. "Kalau dihadapkan dengan semua luasan, tentu sulit bagi personel kita. Namun, untuk mencegah api tidak menjalar ke permukiman atau perumahan, ini tentu bisa," katanya.

Dari pantauan udara, ia melihat asap kemarin terkumpul di areal bandara. Titik Karhutla tersebar di beberapa areal di area sana. "Analisa saya bahwa yang terbakar ini bukan hutan, melainkan lahan," tambahnya yang menduga ada faktor kesengajaan.

Ia mengakui jika tradisi masyarakat yang ingin bertani dengan cara dibakar masih cukup digandrungi. "Saya pernah tugas di sini (Kalsel) tahun 85, memang asap ini sudah ada dari dahulu. Bedanya, kalau dahulu mungkin yang membakar hanya 10, sekarang 100," ujar pria yang pernah menjabat Kasat Serse Polres Amuntai ini.

Ari mengatakan pelaku pembakaran hutan dan lahan harus ditindak tegas. Dia menyebut sudah ada empat pelaku yang ditahan di Polda Kalsel. Dia mengatakan para pelaku ini tidak bisa ditolerir.

Kunjungan Ari ke Kalsel merupakan arahan Kapolri langsung. Sebagaimana diketahui, Kalsel menjadi salah satu wilayah operasi yang diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo dalam penanganan Karhutla di tahun ini. (mof/rvn/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 23 Oktober 2019 10:49
BREAKING NEWS

KEJI..!! Puluhan Kali Ayah Setubuhi Anaknya yang Berusia Belasan Tahun di Kotabaru

KOTABARU - Sadis, Slamet tega cabuli anak tirinya yang masih…

Rabu, 23 Oktober 2019 09:59

Ternyata Karhutla Belum Usai, Kebakaran Lahan di Gambut Hanguskan 8 Rumah

MARTAPURA - Karhutla ternyata belum habis. Kemarin siang, hamparan lahan…

Rabu, 23 Oktober 2019 09:55

Siapkan Kelengkapan, Razia Digelar Dua Pekan

BANJARMASIN - Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar…

Rabu, 23 Oktober 2019 09:29

Sepasang Remaja Tertangkap Ngamar di Banjarmasin

BANJARMASIN - Satpol PP menangkap 41 orang bukan pasangan suami…

Rabu, 23 Oktober 2019 09:27

Simpan Mandau Dalam Kresek, Habib dan Husni Menghabisi Mursidi

BANJARMASIN - Penyidik Polsekta Bajarmasin Barat menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan…

Rabu, 23 Oktober 2019 09:24

Duel dengan Suami Mantan Istri, Yadi Dolar Tewas dengan Tangan Hampir Putus

BANJARMASIN – Kalah duel dengan suami mantan istrinya, Suryadi (45)…

Rabu, 23 Oktober 2019 09:15

Simpan Sabu Seberat 1 Kilogram, Warga Veteran Dibekuk di Rumah Sakit

BANJARMASIN - Ditresnarkoba Polda Kalsel menangkap Taufik Abdi alias Kacip.…

Rabu, 23 Oktober 2019 08:52

Sembilan Rumah dan Satu Bansau Terbakar

KANDANGAN – Berselang sekitar lima jam, ada dua lokasi berbeda…

Rabu, 23 Oktober 2019 08:49

Pemilik Sabu Ditangkap di Kios Ponsel

AMUNTAI - Polsek Danau Panggang didukung personel Satuan Polair Polres…

Rabu, 23 Oktober 2019 07:51

5 Pria dan 3 Wanita Terciduk Polres Banjarbaru, Bukan Hanya Prostitusi Online, Terindikasi Juga Penyalahgunaan Narkotika

BANJARBARU - Lagi, dugaan praktik prostitusi online mencuat di Kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*