MANAGED BY:
MINGGU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 14 September 2019 14:34
419 Hotspot Kepung Kalsel, Terbanyak Selama 2019
BACA YASIN: Para siswa SDN 1 Guntung Manggis membaca Yasin di lapangan sekolah, Jumat (13/9) pagi, mereka juga berdoa bersama agar segera hujan turun dan kabut asap yang sering menyelimuti sekolah mereka segera pergi. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Semakin hari, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel terus bertambah. Jumat (13/9) kemarin kembali menjadi puncaknya, Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor mencatat pada pagi hari ada 419 titik panas atau hotspot yang mengepung Kalsel. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang 2019.

 "Biasanya jumlah hotspot tidak sampai 400 Tapi, hari ini (kemarin) sampai 418 titik," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor Bayu Kencana Putra.

Dia mengungkapkan, berdasarkan citra Satelit Terra Aqua titik panas paling banyak ditemukan di wilayah Hulu Sungai Selatan, dengan jumlah 78. Terbanyak kedua, Tapin (73 titik), disusul Batola (55 titik) dan Banjar (54 titik). "Untungnya, pada sore hari jumlah hotspot relatif berkurang," ujar Bayu. 

Banyaknya titik api yang muncul kemarin kembali membuat sejumlah wilayah diselimuti kabut asap. Hanya saja tidak sampai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Syamsudin Noor. "Jarak pandang masih aman, paling rendah 500 meter itupun sangat pagi pada pukul 06.30 Wita," bebernya.

Masih pekatnya kabut pada pagi hari, membuat Pemko Banjarbaru melalui Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada sekolah-sekolah agar mengubah jam belajar pada waktu pagi hari.

"Masuk sekolah yang semula pukul 7.30 Wita diubah menjadi pukul 8.30 Wita atau bisa sampai pukul 9.00 Wita, tergantung pekatnya kabut asap di sekitaran sekolah," ujar Kadis Pendidikan Banjarbaru M Aswan.

Dia menyampaikan, perubahan jam masuk sekolah dilakukan guna menghindarkan anak-anak dari paparan kabut asap. "Perubahan jam ini untuk semua sekolah di Banjarbaru. Tapi, hanya sementara ketika ada kabut saja," bebernya.

Selain mengubah jam masuk sekolah, Aswan mengungkapkan, dalam surat edaran itu pihaknya juga meminta agar pihak sekolah meniadakan kegiatan di luar kelas ketika kabut asap pekat. "Para guru saat ini juga rutin mengajak anak-anak untuk berdoa mengharapkan hujan. Agar karhutla bisa berkurang," ungkapnya.

Seperti halnya di SDN 1 Guntung Manggis, kemarin. Sebelum memulai pelajaran, para siswa dan guru terlebih dahulu berdoa bersama di lapangan sekolah dengan beralaskan terpal.

"Ini sebenarnya kegiatan rutin setiap Jumat. Kami membaca Surah Yasin, lalu baca doa. Tapi, karena marak karhutla dan kabut maka kami juga berdoa mengharapkan hujan turun," kata Kepala SDN 1 Guntung Manggis, Abdul Marwan.

 

Istisqa Batal, Diganti Salat Hajat

Rencana menggelar salat Istisqa, atau minta hujan di Halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin pagi ini, diganti dengan Salat Hajat. “Tak hanya minta hujan. Tapi juga minta keselamatan yang lain. Makanya diganti salat Hajat,” ungkap Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi kemarin.

Perubahan ini setelah Ketua MUI, KH Husin Naparin meminta agar salat sunat yang digelar tak hanya meminta turun hujan belaka. “Beliau (Husin Naparin) meminta demikian. Agar salat besok (hari ini) tak hanya meminta hujan saja,” terang Fahmi.

Salat Hajat pagi ini sebutnya, sedikitnya akan diikuti sekitar dua ribu orang. Jemaahnya datang dari siswa madrasah termasuk para guru dan instansi vertikal. “Salat Hajat dimulai dari pukul 08.00 Wita,” katanya.

Setelah salat Hajat, akan dilakukan baca Yasin bersama, salawat Kamilah dan doa bersama. “Doa meminta hujan dan untuk keselamatan masyarakat Kalsel, karena juga belum lama tadi terjadi kebakaran pemukiman di Banjarmasin,” tukasnya.

Hujan yang tak kunjung turun ditambah kabut asap lantaran maraknya kebakaran hutan dan lahan saat ini, membuat MUI Kalsel bersama Kanwil Kemenag Kalsel menyerukan kepada umat Islam untuk segera menggelar salat Hajat berjamaah dan doa bersama di setiap masjid dan musala.

Dua instansi ini juga meminta agar warga Kalsel khususnya umat Islam dalam menyikapi fenomena kebakaran hutan dan lahan, serbuan kabut asap akhir-akhir ini, termasuk bencana lain seperti kebakaran pemukiman untuk terus berdoa agar selalu diberi keselamatan. “Semoga secepatnya turun hujan setelah besok (hari ini) dilaksanakan salat Hajat,” harapnya.

Terpisah, Sekretaris Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Samsul Rani menambahkan, pihaknya selaku penyedia tempat sudah melakukan persiapan. Termasuk tempat salat. “Teknisnya dengan MUI Kalsel dan Kanwil Kemenag Kalsel. Kami hanya penyedia tempat. Dan kami pastikan sudah siap,” kata Samsul kemarin. (ris/mof/bin/ema)


BACA JUGA

Minggu, 20 Oktober 2019 06:56

Ingin Punya Anak, Pria ini Malah Cabuli Anaknya Sendiri

RANTAU - Kejadian memilukan terjadi di Kabupaten Tapin. Seorang pria…

Minggu, 20 Oktober 2019 06:15

Sudah Pernah Direhab, Eh Remaja ini Terciduk Lagi

BANJARBARU - Masalah remaja minum minuman keras (miras) oplosan seperti…

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:02
BREAKING NEWS

Begini Ternyata Pecabulan Bocah oleh Pedagang Sayur di Tapin Terungkap

RANTAU - Pengungkapan kasus pencabulan yang dilakukan oleh ayah tiri…

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:01

Kasihan..! Bocah yang Dicabuli Pedagang Sayur itu Sudah Melahirkan

RANTAU - Ternyata korban pencabulan yang dilakukan ayah tiri di…

Sabtu, 19 Oktober 2019 13:24

Raja Tega, Pedagang Sayur Cabuli Anaknya Sejak Usia 13 Tahun

RANTAU - Sungguh tega apa yang dilakukan pria berumur 52…

Sabtu, 19 Oktober 2019 10:17

Begundal Sabu HSU Dibongkar

AMUNTAI - Anggota Polsek Amuntai Selatan menggulung tiga pemakai sabu,…

Sabtu, 19 Oktober 2019 08:56

Diganti Jika SIM Sudah Mati

BANJARBARU - Secara nasional, Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan model…

Jumat, 18 Oktober 2019 17:21

Bangunan di Komplek Perumahan Istana Elza Disegel Pol PP

TANJUNG - Sebuah bangunan bertingkat di Komplek Perumahan Istana Elza…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:52

Sidang Junaidi Ditunda Lagi

BARABAI – Gara-gara Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak dapat menghadirkan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:18

Isap Sabu, Rumah Pasutri Digerebek

BANJARMASIN - Sehari melakukan penyelidikan, bisnis pasangan suami istri Erwan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*