MANAGED BY:
SELASA
02 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 15 September 2019 12:41
Tolong Selamatkan Kami dari Kabut Asap
MINTA KESELAMATAN: Para jemaah Salat Hajat di Halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, kemarin pagi. Salat yang dirangkai dengan istighotsah ini memohon keselamatan dari bahaya karhutla dan kabut asap.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Kabut asap yang kian menyiksa membuat para jemaah benar-benar menghayati Salat Hajat di Halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, kemarin pagi. Salat yang dirangkai dengan istighotsah ini memohon keselamatan dari bahaya karhutla dan kabut asap yang sedang melanda Kalimantan Selatan.

Pantauan Radar Banjarmasin beberapa jemaah bahkan tertangis dalam istighotsah. “Semoga hujan segera turun. Kabut asap sudah meresahkan,” tutur Wahdah, salah satu jemaah dalam kegiatan yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Kanwil Kemenag Kalsel ini.

Salat Hajat yang diimami Abdussomad Sulaiman, Ketua Fatwa MUI Kalsel digelar tepat pukul 08.00 Wita setelah Gubernur Kalsel Sahbirin Noor tiba Noor. Gubernur sendiri sebelumnya mendatangi pemukiman di Jalan Gunung Sari Banjarmasin yang pada malam harinya terjadi kebakaran.


Kemenag Kalsel dan MUI Kalsel sendiri memang sengaja tak melaksanakan Salat Istisqa atau salat meminta hujan. Argumennya, dengan Salat Hajat yang dimohonkan bisa lebih banyak. “Lebih komplit. Tak hanya minta hujan. Juga minta keselamatan umat. Seperti terlindung dari Karhutla dan kebakaran pemukiman yang marak akhir-akhir ini,” kata Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi kemarin.

Fahmi mengungkapkan, jika dalam beberapa hari kedepan hujan tak kunjung turun, baru pihaknya mengelar Salat Istisqa. “Mudah-mudahan setelah salat sunat hari ini (kemarin), hujan segera turun dan tak perlu digelar Istisqa,” tukasnya.

Sementara, Ketua MUI Kalsel, KH Husin Naparin dalam ceramahnya, meminta umat untuk terus berdoa di setiap kesempatan, khususnya dalam situasi sekarang. "Terus berdoa dan meminta kepada Allah agar kita semua selalu diberi keselamatan,” pesannya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengakui, intensitas kebakaran lahan dan hutan semakin tinggi. Padahal personel yang diturunkan untuk memadamkan api sudah bekerja secara maksimal. “Kondisi alam yang kering saat ini menambah cepatnya kebakaran lahan,” sebutnya.

Dia berharap, melalui Salat Hajat dan Istighotsah, masyarakat Kalsel bisa diberi pertolongan oleh Allah SWT. “Saya juga menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan mengurangi resiko penyebab kebakaran,” tutur Sahbirin.

 

Dua Pesawat Gagal Mendarat

Sementara itu, kabut asap pekat kembali menyelimuti Bandara Syamsuddin Noor, Sabtu (14/9) pagi. Akibatnya, dua pesawat yang sedianya mendarat terpaksa kembali ke bandara asal. Dikarenakan jarak pandang di landasan pacu hanya 50 meter.

Dua penerbangan tersebut; Trans Nusa TNU 681 yang kembali ke Balikpapan dan Lion Air JT 310 yang terpaksa memilih balik ke Surabaya, karena tidak bisa mendarat di Bandara Syamsudin Noor.

Informasi kembalinya dua pesawat ke bandara asal disampaikan Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Aditya Putra Patria. "Dua pesawat tersebut sudah terbang, tapi terpaksa kembali ke bandara asal karena jarak pandang di Syamsudin Noor tidak aman," katanya.

Namun, dia menyampaikan, ketika kabut asap mereda, dua pesawat itu kembali diberangkatkan ke Banjarmasin. "Keduanya sudah sampai di Syamsudin Noor beberapa jam kemudian," ucapnya.

Selain ada yang memilih kembali, ada juga pesawat yang harus mengitari langit Banjarmasin selama 20 menit. Baru bisa landing di Bandara Syamsudin Noor setelah kabut asap menipis. "Ada dua pesawat yang holding yakni Lion JT 320 dari Jakarta, dan Garuda Indonesia GA 350 yang juga dari Jakarta," ungkapnya.

Bukan hanya mengganggu jadwal kedatangan, Aditya menyampaikan kabut asap juga mengakibatkan satu penerbangan mengalami ketertundaan keberangkatan atau delay. "Yang delay cuma satu, yaitu Garuda Indonesia GA 533 tujuan Jakarta," ucapnya.

Kabut asap pekat akhir-akhir ini memang kerap menyelimuti bandara pada pagi hari. Tercatat, tiga kali sudah jadwal penerbangan terganggu akibat jarak pandang yang tidak aman. "Pagi yang parah. Kalau sudah agak siang, walaupun masih ada kabut asap, visibility sudah di atas seribu meter," tuturnya.

Untuk jarak pandang kemarin pagi misalnya, dia menuturkan, pada pukul 07.44 Wita hanya 50 meter. Namun, beberapa jam kemudian terus meningkat hingga 700 meter pada 09.35 Wita. "Pesawat baru berani beraktivitas jika jarak pandang di atas 500 meter," bebernya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Sahruddin mengungkapkan, kabut asap yang menyelimuti Bandara Syamsudin Noor kiriman dari kebakaran lahan di sejumlah titik. "Bukan hanya kebakaran di sekitaran Banjarbaru yang membuat bandara berkabut. Tapi juga kebakaran di Kabupaten Tanah Laut dan Banjar," ungkapnya.

Dia menyampaikan, hingga kemarin masih ada sejumlah titik api yang belum bisa dipadamkan. Padahal, BPBD Kalsel sudah mengerahkan tiga heli water bombing. "Titik api lumayan banyak, ada di Banjarbaru, Banjar dan Tanah Laut," paparnya.

Sementara itu, Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor mencatat kemarin pagi ditemukan 278 titik panas atau hotspot yang mengepung Kalsel. Jumlah tersebut lebih sedikit dari hari sebelumnya yang mencapai 419.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor Bayu Kencana Putra menuturkan, berdasarkan citra Satelit Terra Aqua titik panas paling banyak ditemukan di Batola dengan jumlah 64. Terbanyak kedua, Banjar (47 titik), disusul Tapin (54 titik). "Sementara di Banjarbaru ada 10 hotspot yang terpantau," ucapnya. (ris/mof/ran/ema)


BACA JUGA

Senin, 01 Juni 2020 19:35

Penyerangan Polsek Daha Selatan Ternyata Simpatisan ISIS

Polda Kalimantan Selatan tengah mendalami dugaan keterlibatan dari pelaku penyerangan…

Senin, 01 Juni 2020 11:08

BANUA MENUJU 1000 KASUS..! Kalsel Belum Mampu New Normal

BANJARMASIN - Perjalanan menangani Covid-19 telah melewati banyak kebijakan. Namun,…

Senin, 01 Juni 2020 11:06

Dilema Pengujian Spesimen Covid-19 di Kalsel: Lab Pemerintah Padat, Lab Swasta Mahal

Laboratorium pemeriksaan Covid-19 milik pemerintah mulai kewalahan. Jumlah sampel yang…

Senin, 01 Juni 2020 11:04

Pilkada 2020, Bawaslu Minta Pelindung Diri

BANJARMASIN - Tak hanya KPU yang masih menunggu petunjuk teknis…

Senin, 01 Juni 2020 11:02

Sudah Dapat Restu Demokrat, Denny Optimis Dapat Tambahan Parpol

BANJARMASIN - Pelaksanaan Normal baru membuat aspek politik Kalsel juga…

Senin, 01 Juni 2020 10:49

Penjagaan Aparat Pindah ke Dalam Mal

BANJARBARU - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah resmi berakhir…

Senin, 01 Juni 2020 10:44

PSBB Dicabut, Tapi Banjarmasin Belum Siap New Normal

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina memastikan pembatasan sosial…

Senin, 01 Juni 2020 10:09

PSBB Berhenti, Bakal Ada Rumah Ibadah Percontohan

BANJARMASIN - Sekalipun PSBB tak diteruskan, pemko menjamin, bantuan untuk…

Senin, 01 Juni 2020 09:43
PARLEMENTARIA

Tatanan Normal Baru Harus Berbasis Data

BANJARBARU - Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Nurkhalis Anshari menyampaikan bahwa…

Senin, 01 Juni 2020 09:22

Di Tapin, Tiga Orang Langsung Sembuh

RANTAU – Kabar gembira datang. Sejak kasus pertama terkonfirmasi positif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers