MANAGED BY:
SENIN
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 15 September 2019 12:41
Tolong Selamatkan Kami dari Kabut Asap
MINTA KESELAMATAN: Para jemaah Salat Hajat di Halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, kemarin pagi. Salat yang dirangkai dengan istighotsah ini memohon keselamatan dari bahaya karhutla dan kabut asap.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Kabut asap yang kian menyiksa membuat para jemaah benar-benar menghayati Salat Hajat di Halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, kemarin pagi. Salat yang dirangkai dengan istighotsah ini memohon keselamatan dari bahaya karhutla dan kabut asap yang sedang melanda Kalimantan Selatan.

Pantauan Radar Banjarmasin beberapa jemaah bahkan tertangis dalam istighotsah. “Semoga hujan segera turun. Kabut asap sudah meresahkan,” tutur Wahdah, salah satu jemaah dalam kegiatan yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Kanwil Kemenag Kalsel ini.

Salat Hajat yang diimami Abdussomad Sulaiman, Ketua Fatwa MUI Kalsel digelar tepat pukul 08.00 Wita setelah Gubernur Kalsel Sahbirin Noor tiba Noor. Gubernur sendiri sebelumnya mendatangi pemukiman di Jalan Gunung Sari Banjarmasin yang pada malam harinya terjadi kebakaran.


Kemenag Kalsel dan MUI Kalsel sendiri memang sengaja tak melaksanakan Salat Istisqa atau salat meminta hujan. Argumennya, dengan Salat Hajat yang dimohonkan bisa lebih banyak. “Lebih komplit. Tak hanya minta hujan. Juga minta keselamatan umat. Seperti terlindung dari Karhutla dan kebakaran pemukiman yang marak akhir-akhir ini,” kata Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi kemarin.

Fahmi mengungkapkan, jika dalam beberapa hari kedepan hujan tak kunjung turun, baru pihaknya mengelar Salat Istisqa. “Mudah-mudahan setelah salat sunat hari ini (kemarin), hujan segera turun dan tak perlu digelar Istisqa,” tukasnya.

Sementara, Ketua MUI Kalsel, KH Husin Naparin dalam ceramahnya, meminta umat untuk terus berdoa di setiap kesempatan, khususnya dalam situasi sekarang. "Terus berdoa dan meminta kepada Allah agar kita semua selalu diberi keselamatan,” pesannya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengakui, intensitas kebakaran lahan dan hutan semakin tinggi. Padahal personel yang diturunkan untuk memadamkan api sudah bekerja secara maksimal. “Kondisi alam yang kering saat ini menambah cepatnya kebakaran lahan,” sebutnya.

Dia berharap, melalui Salat Hajat dan Istighotsah, masyarakat Kalsel bisa diberi pertolongan oleh Allah SWT. “Saya juga menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan mengurangi resiko penyebab kebakaran,” tutur Sahbirin.

 

Dua Pesawat Gagal Mendarat

Sementara itu, kabut asap pekat kembali menyelimuti Bandara Syamsuddin Noor, Sabtu (14/9) pagi. Akibatnya, dua pesawat yang sedianya mendarat terpaksa kembali ke bandara asal. Dikarenakan jarak pandang di landasan pacu hanya 50 meter.

Dua penerbangan tersebut; Trans Nusa TNU 681 yang kembali ke Balikpapan dan Lion Air JT 310 yang terpaksa memilih balik ke Surabaya, karena tidak bisa mendarat di Bandara Syamsudin Noor.

Informasi kembalinya dua pesawat ke bandara asal disampaikan Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Aditya Putra Patria. "Dua pesawat tersebut sudah terbang, tapi terpaksa kembali ke bandara asal karena jarak pandang di Syamsudin Noor tidak aman," katanya.

Namun, dia menyampaikan, ketika kabut asap mereda, dua pesawat itu kembali diberangkatkan ke Banjarmasin. "Keduanya sudah sampai di Syamsudin Noor beberapa jam kemudian," ucapnya.

Selain ada yang memilih kembali, ada juga pesawat yang harus mengitari langit Banjarmasin selama 20 menit. Baru bisa landing di Bandara Syamsudin Noor setelah kabut asap menipis. "Ada dua pesawat yang holding yakni Lion JT 320 dari Jakarta, dan Garuda Indonesia GA 350 yang juga dari Jakarta," ungkapnya.

Bukan hanya mengganggu jadwal kedatangan, Aditya menyampaikan kabut asap juga mengakibatkan satu penerbangan mengalami ketertundaan keberangkatan atau delay. "Yang delay cuma satu, yaitu Garuda Indonesia GA 533 tujuan Jakarta," ucapnya.

Kabut asap pekat akhir-akhir ini memang kerap menyelimuti bandara pada pagi hari. Tercatat, tiga kali sudah jadwal penerbangan terganggu akibat jarak pandang yang tidak aman. "Pagi yang parah. Kalau sudah agak siang, walaupun masih ada kabut asap, visibility sudah di atas seribu meter," tuturnya.

Untuk jarak pandang kemarin pagi misalnya, dia menuturkan, pada pukul 07.44 Wita hanya 50 meter. Namun, beberapa jam kemudian terus meningkat hingga 700 meter pada 09.35 Wita. "Pesawat baru berani beraktivitas jika jarak pandang di atas 500 meter," bebernya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Sahruddin mengungkapkan, kabut asap yang menyelimuti Bandara Syamsudin Noor kiriman dari kebakaran lahan di sejumlah titik. "Bukan hanya kebakaran di sekitaran Banjarbaru yang membuat bandara berkabut. Tapi juga kebakaran di Kabupaten Tanah Laut dan Banjar," ungkapnya.

Dia menyampaikan, hingga kemarin masih ada sejumlah titik api yang belum bisa dipadamkan. Padahal, BPBD Kalsel sudah mengerahkan tiga heli water bombing. "Titik api lumayan banyak, ada di Banjarbaru, Banjar dan Tanah Laut," paparnya.

Sementara itu, Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor mencatat kemarin pagi ditemukan 278 titik panas atau hotspot yang mengepung Kalsel. Jumlah tersebut lebih sedikit dari hari sebelumnya yang mencapai 419.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor Bayu Kencana Putra menuturkan, berdasarkan citra Satelit Terra Aqua titik panas paling banyak ditemukan di Batola dengan jumlah 64. Terbanyak kedua, Banjar (47 titik), disusul Tapin (54 titik). "Sementara di Banjarbaru ada 10 hotspot yang terpantau," ucapnya. (ris/mof/ran/ema)


BACA JUGA

Minggu, 20 Oktober 2019 07:03

Jembatan Sungai Gardu I Sudah Hampir Rampung, Jembatan Sungai Lulut Belum Juga Ada Kemajuan

BANJARMASIN – Proyek pembangunan Jembatan Sungai Gardu I Banjarmasin hampir…

Minggu, 20 Oktober 2019 06:55

Pilkada HST: Bakal Calon Jajaki Pasangan

BARABAI - Golkar menjadi salah satu partai politik yang banyak…

Minggu, 20 Oktober 2019 06:48

KNPI Vakum, Hermansyah: Itu Memicu Silpa di APBD, Pemko Ditegur BPK

BANJARMASIN - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banjarmasin minim kegiatan…

Minggu, 20 Oktober 2019 06:43

Jangan Sampai PAD Bocor, Komisi III Tagih Peta Parkir ke Dishub

BANJARMASIN - Komisi III DPRD Banjarmasin menyoroti persoalan parkir di…

Minggu, 20 Oktober 2019 06:33

BAU..! Sungai Rasa Comberan di Depan RS Ulin Dikeruk

BANJARMASIN - Demi menghilangkan aroma air comberan yang menguar dari…

Minggu, 20 Oktober 2019 06:22

Paman Birin Lepas Peserta Tourism Tour de Loksado 2019

BANJARMASIN - Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengibarkan bendera…

Minggu, 20 Oktober 2019 06:20
Pemko Banjarbaru

Atasi Karhutla, Banjarbaru Tertarik Datangkan APAM

BANJARBARU - Intensitas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tampak mulai…

Sabtu, 19 Oktober 2019 10:23

JOROK, Sungai Depan RSUD Ulin Menghitam dan Berbau

BANJARMASIN - Bau menyengat seperti air comberan tercium ketika melintasi…

Sabtu, 19 Oktober 2019 10:19

Belum Dibuka Sudah Ramai Pengunjung

BANJARMASIN - Meskipun Taman Edukasi Baiman (TEB) di depan Duta…

Sabtu, 19 Oktober 2019 10:10

Marasnya ae, Insentif Ribuan Guru Honor Telat

BANJARBARU – Ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berbicara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*