MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 17 September 2019 11:30
Hoax Sekolah Masuk Jam 9: Disdik Tegaskan Tak Pernah Sebar Kabar Lewat WA

PROKAL.CO, BANJARBARU - Sejak Senin (16/9) pagi. Beredar pesan di aplikasi pengolah pesan WhatsApp (WA) yang membingungkan publik Banjarbaru. Di pesan disebutkan jika jadwal masuk sekolah diundur hingga pukul 09.00 Wita dan upacara diliburkan.

Pesan ini sendiri menyebar ke beberapa grup WA. Alhasil tak sedikit yang menganggap pesan tersebut valid. Sebab, dipesan dituliskan jika kabar ini berdasarkan surat edaran dari Walikota Banjarbaru.

Lalu, adapun di pesan ini tertera bahwa alasan diliburkannya upacara lantaran untuk menyikapi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi. Yang mana berdampak terhadap kesehatan karena kondisi tengah dilanda kabut asap.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru, M Aswan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Pihaknya pun mengatakan tidak pernah mengeluarkan ataupun menyampaikan pesan tersebut.

"Soal pesan (WA) itu kita tidak ada mengeluarkan. Sama sekali tidak benar kabar ini," konfirmasinya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Memang dikatakannya bahwa Disdik pernah mengeluarkan surat edaran dalam menyikapi kabut asap. Hanya saja katanya isinya bukan secara keseluruhan sekolah. Namun hanya wilayah yang terdampak kabut parah.

"Itu pun pada Jumat (13/9) lalu saat kabut sangat pekat. Kalau sekarang (Senin) saya lihat normal-normal saja. Jadi tidak harus diundur jam masuk atau pembatalan upacara," jawabnya.

Sesuai dengan surat edaran. Memang tak ditampiknya pihak sekolah berhak menunda jam pelajaran hingga jam 09.00 Wita dari jam normal, 07.30 Wita. Ini untuk mengantisipasi serangan kabut asap yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan bagi pelajar.

Akan tetapi, ia kembali menegaskan jika edaran itu sifatnya situasional. Bukan berlaku keseluruhan. "Jadi nanti kepsek yang menentukan atau memutuskan. Jika sangat berkabut maka akan diundur (jam masuk). Tapi kalau taraf wajar, ya normal saja. Yang jelas tetap koordinasi dengan kita," tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga telah menggelar rapat koordinasi dengan para kepsek tiap-tiap sekolah yang dinaunginya. Yakni di tingkatan TK, SD dan SMP. Yang mana katanya turut membahas antisipasi kabut asap ini.

"Ya tadi kesepakatannya bahwa kepsek akan menginformasikan secepatnya kepada orang tua murid lewat grup paguyuban ortu apabila ada penundaan jam masuk. Jadi informasi yang valid itu dari Kepsek," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Banjarbaru, Undi Sukarya menyebut memang pemberlakuan penundaan jam masuk hanya diaplikasikan pada Jumat lalu. Untuk kemarin ia menyebut masih berjalan normal.

"Memang saat itu (Jumat) berkabut sekali, jadi sesuai edaran ya kita tunda. Kalau sekarang masih normal, orang tua siswa juga kita beritahukan secara cepat," katanya.

Soal tersebarnya kabar yang tidak benar. Ia mengklaim tak menerima kabar itu. Untuk kepada orang tua siswa, ia pun menjelaskan bahwa informasi terbaru selalu disampaikan, termasuk soal perubahan jadwal masuk sekolah.

"Kita tidak ada menerima kabar itu. Yang jelas siswa di sini masih aman-aman saja, namun kita tetap imbau menggunakan masker jika berkabut," terangnya.

Sementara itu, Iqbal, salah seorang orang tua siswa di Banjarbaru mengaku sempat menerima kabar tersebut. Ia pun tak menampik sempat ingin percaya dan memutuskan menunda mengantar buah hatinya ke sekolah.

"Tapi saya coba tanya ke guru ternyata itu tidak benar. Sekolah tetap normal. Beruntung tidak termakan kabar itu, soalnya beberapa rekan juga ada yang percaya," kata Iqbal yang buah hatinya bersekolah di SDN 3 Banjarbaru ini. (rvn/bin/ema)


BACA JUGA

Jumat, 05 Juni 2020 16:58
Breaking News

Pulang dari Daerah Transmisi Lokal, 3 Orang Barabai Positif Covid-19

BARABAI- Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di HST mengumumkan tiga…

Jumat, 05 Juni 2020 15:18

Mantap..! DPC Gerindra Banjarbaru Bagikan Paket Sembako dan Masker

BANJARBARU - Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang begitu meresahkan…

Jumat, 05 Juni 2020 15:15
SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru

KEREN..! Di Sekolah ini Pendidikan Vokasi Tidak Berhenti, UAS Tetap Jalan Lewat Online

BANJARBARU - Pendidikan vokasi di SMK-PP Negeri Banjarbaru tidak berhenti, …

Jumat, 05 Juni 2020 14:23

PSBB: PENULARAN SOSIAL BERSKALA BESAR

BANJARMASIN - Pemerintah boleh saja telah melakukan pembatasan sosial berskala…

Jumat, 05 Juni 2020 14:17

Bendung Paham Radikal, Al Chaidar: Kalsel Harus Maksimalkan Peran Ulama

BANJARMASIN - Pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan kecil kemungkinan teroris…

Jumat, 05 Juni 2020 14:14

Arungi Pilgub Kalsel, Denny-Difri Selangkah Lagi

BANJARMASIN - Denny Indrayana begitu percaya diri maju di Pemilihan…

Jumat, 05 Juni 2020 13:55

RS Pemko Disuntik Rp30 Miliar, Targetkan Penambahan 100 Tempat Tidur Pasien

BANJARMASIN - Rumah Sakit Sultan Suriansyah di Jalan Rantauan Darat…

Jumat, 05 Juni 2020 13:53

Ruang Isolasi Penuh, 2 Pasien Covid-19 Terpaksa Ngantre di IGD

BANJARMASIN - Setiap hari, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Banjarmasin…

Jumat, 05 Juni 2020 13:41

Sempat Raib, Pasien Covid-19 itu Sudah Ditemukan

BANJARMASIN - Salah seorang pasien COVID-19 di Rumah Sakit Ansari…

Jumat, 05 Juni 2020 12:24

Untuk Banjarbaru, Syarat Normal Baru Belum Terpenuhi

BANJARBARU - Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) merupakan narasi yang dipilih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers