MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 17 September 2019 11:32
Mengumpat Pemadam, Amir Minta Maaf
MINTA MAAF: Amirullah, pemuda asal Cempaka yang memosting ujarang ujaran kebencian saat peristiwa kebakaran di Cempaka, Senin (16/9) kemarin di media sosial, mengaku menyesal dan mengajukan permohonan maaf secara terbuka dalam mediasi yang digelar di Mapolres Banjarbaru. Relawan pemadam kebakaran saat diterima Wakapolres Banjarbaru, Kompol Andik Eko Siswanto di ruang kerjanya. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Mengaku panik dan khilaf. Hampir saja, Amirullah (27) warga Pasar Ulin Kecamatan Cempaka, kota Banjarbaru berurusan dengan pidana.

Kemarin, Amir -sapaan akrabnya- diamankan oleh jajaran Polsek Banjarbaru Timur lantaran postingannya di media sosial Facebook. Melalui akun bernama Emmir Januari, pemuda ini mengunggah status disertai foto peristiwa kebakaran di Cempaka pada Senin (16/9) dini hari. Di kolom status, ia menuliskan umpatan yang ditujukan kepada pemadam.

Sontak postingannya mendapat reaksi dari rekanan BPK atau Damkar yang bertugas. Baik yang di wilayah Banjarbaru, Banjarmasin serta Martapura dan sekitarnya. Khususnya bagi mereka yang bertugas memadamkan musibah kebakaran hebat di Cempaka.

Menyebarnya unggahan status Amir ini juga terekam lewat file screenshoot. Yang mana begitu cepat menyebar dari grup WA para relawan Damkar.

Dari perkembangan yang diikuti wartawan. Beberapa relawan Damkar menyambangi Polres Banjarbaru usia postingan itu tersebar. Niatnya, mereka ingin mengadukan Amir yang dinilai telah melecehkan nama baik Damkar dengan kata-kata kasarnya.

Sesampainya di Mapolres Banjarbaru, perwakilan Damkar langsung diterima oleh Wakapolres Banjarbaru, Kompol Andik Eko Siswanto di ruangannya. Turut hadir juga, pemilik akun sosial media yang dilaporkan petugas Damkar juga turut dihadirkan usai diamankan di rumahnya.

Dalam pertemuan ini, pihak kepolisian berniat melakukan upaya preventif untuk mediasi. Yang mana diharapkan kedua belah pihak dapat menemukan jalan tengah dalam polemik ini.

Proses mediasi ini sendiri sempat alot. Beruntung, pihak Damkar yang hadir dan disebut mewakili rekannya yang tidak bisa hadir, mau berbesar hati. Untuk menyelesaikan di luar jalur hukum.

Namun meski begitu, Amir diminta untuk minta maaf kepada publik umumnya dan barisan Damkar khususnya. Yakni atas perbuatannya yang dengan nekat berucap kata-kata tak pantas di media sosial pribadinya. "Saya khilaf, karena panik soalnya rumah kakak jadi korban (kebakaran)," aku Amir.

Di hadapan kamera awak media dan para relawan damkar yang mengelilinginya. Ia langsung mengucapkan permohonan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Saya minta maaf, kalau nanti mengulanginya lagi saya siap diproses dengan hukum yang berlaku. Saya juga menyesal sekali atas kelakuan tadi," katanya sembari menundukkan muka.

Wakapolres juga turut kedua belah pihak yang bersitegang untuk menandatangani surat pernyataan. Lengkap dengan bubuhan materai bagi Amir.

"Dari pengakuan yang bersangkutan ia katanya khilaf dan panik. Sehingga menuliskan status seperti itu," ungkap Wakapolres.

Lalu, ia juga turut berterima kasih kepada relawan Damkar yang bisa mengendalikan emosinya sehingga tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan. "Karena saya tau lelahnya teman-teman di lapangan. Saya himbau dalam situasi seperti apapun, meski dalam musibah mari kita sama-sama menghargai sesama," tegasnya.

Sementara itu, sebelum dilakukan mediasi. Salah satu rekanan Damkar, Muhammad Zaini, mengatakan kejadian seperti ini memang kerap kali terjadi. Namun, kali ini untuk memberikan efek jera, pihaknya pun akhirnya memutuskan untuk melaporkan terhadap pihak kepolisian.

"Jadi kita disini mewakili seluruh teman-teman Damkar, melaporkan yang bersangkutan ke kepolisian. Kita akan meminta pendapat kepada Polisi dan kalau perlu diproses hukum," katanya.

Zaini menjelaskan ada prosedur yang harus dilakukan sehingga pihaknya tidak dapat tiba di lokasi kejadian dengan cepat. Hal ini pula yang diharapkan dirinya dapat dimengerti masyarakat.

"Ya karena kita harus jaga diri, safety, ada persiapan. Kita juga harus jaga keselamatan pengguna jalan lainnya saat kita meluncur ke lokasi kebakaran," pesannya. (rvn/bin/ema)


BACA JUGA

Jumat, 18 Oktober 2019 10:39

Sembunyi Sepekan, Residivis Dibekuk

BANJARBARU - Berhasil selama kurang lebih sepekan bernafas lega. Pelarian…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:54

Larangan Parkir Tak Ditaati, Komisi III: Dishub Jangan Kendor

BANJARMASIN - Larangan parkir apalagi bongkar muat di Jalan Pangeran…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:42

Dua Sahabat Terjerat Sabu

BANJARMASIN - Dua warga Alalak Selatan ditangkap personel Polsekta Banjarmasin…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:38

Sepekan Ditangkap 45 Tersangka

BANJARMASIN - Dalam sepekan, Ditresnarkoba Polda Kalsel berhasil menciduk sebanyak…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:50

Pembunuh di Terminal Cangkring Terungkap

RANTAU – Akhirnya, peristiwa berdarah yang menewaskan Rahmat Hidayat (31),…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:47

Pembakar Lahan Langsung Ditahan

AMUNTAI – Anggota Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menangkap pelaku…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:45

Pengedar Sabu Alabio Diamankan

AMUNTAI - Muhammad Saufi (24) tidak menyangka, Senin (14/10) tadi…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:34

Kapolda Ikut Berjoget, di Aksi Buruh Tolak Revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan

BANJARMASIN – Ribuan massa DPD Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:15

Karena AIDS, Waria asal Liang Anggang Meregang Nyawa

BANJARBARU - HIV/AIDS kembali merenggut nyawa warga Banua. Setelah beberapa…

Rabu, 16 Oktober 2019 12:53

Ternyata Gara-gara ini, Mahasiswa Uniska Bawa Parang ke Kampus

BANJARBARU - Kasus perkelahian dan mahasiswa membawa senjata tajam di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*