MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 17 September 2019 12:02
Api di Lahan, Api di Pemukiman
SISA ARANG: anak-anak menonton sisa rumah mereka yang mengalami kebakaran di Kelurahan Cempaka Banjarbaru, kemarin. Setidaknya 32 bangunan ludes dilalap api dalam kebakaran hebat, enin (16/9) dini hari. | Foto: Muhammad Rifani /RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Pemerintah pusing kebakaran lahan, warga cemas kebakaran rumah. Ya, keheningan dini hari di Cempaka mendadak pecah dengan teriakan-teriakan. Di saat warga masih terlelap nyenyak, api menyambar puluhan bangunan rumah warga, Senin (16/9).

Si jago merah yang mulai beraksi dari pukul 04.25 Wita ini menghanguskan setidaknya 32 rumah di Jalan Disbun di RT 04 dan 05 Kelurahan Cempaka. Permukiman padat penduduk membuat api leluasa menyambar bangunan lain.

Perlu waktu dua jam lebih menjinakkan api. Angin yang berembus cukup kencang dan minimnya sumber air karena sumur-sumur galian dalam kondisi kering, membuat api tidak mudah ditaklukan.

Warga dan 40 unit BPK saling berjibaku memadamkan api memanfaatkan sumber daya pemadaman yang ada. Baru sekitar pukul 06.30 Wita, api akhirnya padam.

Lurah Cempaka Banjarbaru, Junaidi mengatakan material rumah warga kebanyakan menggunakan kayu. Sehingga api cepat berpindah antar bangunan. " Juga di sini padat sekali. Ada enam lapis rumah di sini," ucapnya yang mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini.

Setelah api padam, otoritas setempat mulai menghitung dampaknya.
Diketahui kebakaran di Cempaka kemarin meliputi wilayah seluas 100 x 50 meter persegi. Total ada 33 kepala keluarga yang terdampak. Sebanyak 113 jiwa harus mengungsi di tenda darurat atau menumpang di sanak keluarga.

Api disebut-sebut berasal dari salah satu plafon rumah warga yang berada di tengah-tengah permukiman. Penyebabnya disinyalir karena korsleting listrik.

Lalu bagaimana nasib warga terdampak musibah kebakaran? Junaidi mengatakan bantuan terus berdatangan. Instansi Pemda maupun TNI-Polri juga telah mendirikan posko kebakaran.

"Ada yang tidur di tenda, kita juga sediakan Aula Kelurahan untuk tempat tinggal sementara. Untuk dapur umum sudah berdiri," katanya.

Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani langsung menyambangi lokasi kejadian, pagi kemarin. Selain memantau, ia turut mengawasi langsung pendirian posko darurat serta pendistribusian dapur umum.

"Pemko prihatin dan mendoakan korban agar diberi kesabaran. Kita juga akan mengambil langkah-langkah, seperti ketersediaan petugas medis serta menginventarisir data korban," katanya.

Ia pun langsung menginstruksikan agar penanganan korban terdampak kebakaran bisa dilakukan sesegera mungkin. Baik soal urusan tempat tinggal, makan hingga kesehatan.

"Kita juga minta petugas puskesmas untuk stand by 1-2 hari. Dari Pemko juga akan mengakomodir penyaluran bantuan," katanya.

Lokasi kebakaran saat ini dipasangi garis polisi. Pihak kepolisian tengah melakukan proses penyelidikan dugaan penyebab kebakaran hebat tersebut.

Dari data BPBD Banjarbaru, kerugian materil belum bisa ditaksir. Namun dapat dipastikan kerugian mencapai miliaran rupiah mengingat ada 32 bangunan yang terbakar.

Salah seorang korban kebakaran, Nenek Saudah (60) ditemui Radar Banjarmasin sedang menerawang di lokasi itu. Ketika kebakaran melanda, ia tak sempat menyelamatkan harta benda.

"Tidak menyangka sama sekali, tahu-tahu dengar teriakan dan langsung turun dari tempat tidur. Ternyata api sudah besar, saya bersama keluarga langsung lari keluar menyelamatkan diri," ceritanya.

Korban lainnya adalah wakil rakyat asal Cempaka, Jumli Hasan. Rumah anggota Komisi I DPRD Banjarbaru ini turut jadi amukan si jago merah.

"Ini hampir 100 persen hangus, yang utuh cuman bagian teras. Saya tidak tidur di rumah ini, hanya anak. Tapi sewaktu kebakaran terjadi saya ditelepon (anak), dan langsung ke lokasi," cerita legislator Partai Golkar ini.

Sama halnya seperti nasib warga lainnya. Ia tak bisa berbuat banyak menyelamatkan harta benda. "Hanya kendaraan yang sempat dikeluarkan anak-anak. Sisanya hangus. Tapi yang terpenting anak saya selamat," katanya.

Soal kerugian, ia menaksir lebih dari 200 juta rupiah. Lantaran bagian rumahnya yang hangus begitu parah hingga hanya menyisakan bagian lantainya saja.

Saat ini, bantuan ke korban kebakaran terus mengalir. Selain inisiatif gotong royong warga sekitar untuk menggalang dana, bantuan juga hadir dari berbagai instansi dan kelompok. Baik dari pemerintahan, swasta, organisasi sosial hingga para siswa sekolah dasar.

Sementara itu, dalam catatan Radar Banjarmasin, musibah kebakaran di Cempaka kemarin pernah terjadi tahun lalu. Lokasi kebakaran sangat dekat dari lokasi saat ini.

Banjarmasin Paling Sering

Selain kebarakan hutan dan lahan, kebakaran pemukiman masih menghantui Kalsel. Dari data Dinas Sosial Kalsel hingga 10 September tadi, kebakaran pemukiman yang terjadi di Banua mencapai 211 kali.

Dari jumlah sebanyak itu, total kerugian ditaksir mencapai Rp63,8 miliar. Dari 13 Kabupaten dan kota, musibah kebakaran paling sering melanda Kota Banjarmasin. Jumlahnya mencapai 46 kali (lihat grafis).

Dari 211 kejadian kebakaran permukiman, ada lima orang meninggal dunia. Tiga orang saat kebakaran di Hulu Sungai Utara, serta sisanya dari Tabalong dan Barito Kuala.

Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kalsel Suryadi mengatakan, di Banjarmasin kebakaran bahkan terjadi beruntun. Usai Kebakaran di Jalan Sutoyo S Banjarmasin, 3 September lalu, musibah kebakaran di permukiman seakan tak berhenti. Terakhir, musibah kebakaran di Jalan Wildan Banjarmasin. Sebelumnya, api juga mengamuk di Alalak.

Kepala BPBD Kota Banjarmasin Muhammad Hilmi mengatakan, kebakaran masih menjadi momok yang menakutkan di Banjarmasin. Terlebih saat musim kemarau seperti sekarang. Di bulan Agustus tadi saja, kebakaran permukiman di Banjarmasin mencapai 9 kali. “Maklum, di Banjarmasin banyak bangunan kayu. Ketika terpantik api, sangat cepat merembet dan membesar,” ucapnya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar lebih peka terhadap peralatan rumah tangga yang bisa menimbulkan kebakaran. Salah satunya aliran listrik dan kompor. “Terakhir di Jalan Sulawesi Banjarmasin tadi dugaannya karena kompor. Ini yang harus diperhatikan ketika memasak,” cetusnya.

Tingginya musibah kebakaran yang terjadi ini, membuat MUI Kalsel bersama Kemenag Kalsel melakukan Istigasah dan Salah Hajat di Halaman Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Sabtu (14/9) tadi. (rvn/mof/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 10:42

Dua Sahabat Terjerat Sabu

BANJARMASIN - Dua warga Alalak Selatan ditangkap personel Polsekta Banjarmasin…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:38

Sepekan Ditangkap 45 Tersangka

BANJARMASIN - Dalam sepekan, Ditresnarkoba Polda Kalsel berhasil menciduk sebanyak…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:50

Pembunuh di Terminal Cangkring Terungkap

RANTAU – Akhirnya, peristiwa berdarah yang menewaskan Rahmat Hidayat (31),…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:47

Pembakar Lahan Langsung Ditahan

AMUNTAI – Anggota Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menangkap pelaku…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:45

Pengedar Sabu Alabio Diamankan

AMUNTAI - Muhammad Saufi (24) tidak menyangka, Senin (14/10) tadi…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:34

Kapolda Ikut Berjoget, di Aksi Buruh Tolak Revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan

BANJARMASIN – Ribuan massa DPD Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:15

Karena AIDS, Waria asal Liang Anggang Meregang Nyawa

BANJARBARU - HIV/AIDS kembali merenggut nyawa warga Banua. Setelah beberapa…

Rabu, 16 Oktober 2019 12:53

Ternyata Gara-gara ini, Mahasiswa Uniska Bawa Parang ke Kampus

BANJARBARU - Kasus perkelahian dan mahasiswa membawa senjata tajam di…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:58

Acungkan Celurit ke Polisi, Dilepas Tiga Tembakan Peringatan, Warga Tembus Mantuil Diseret ke Penjara

BANJARMASIN - Berlagak sok jagoan, Abdul Hakim (21) warga Jalan…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:51

Kasus Kematian Anak Buah Kapal, Polisi Tunggu Hasil Visum

BANJARMASIN - Kasus kematian Rian Iman Taufik (20), anak buah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*