MANAGED BY:
MINGGU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Rabu, 18 September 2019 10:53
Wacanakan FPK jadi Organisasi Nasional
AKRAB: Ketua Umum FPK Jawa Barat, Popong Otje Tjuntjunan memberikan cindera mata berupa buku karyanya kepada Ketua Umum FPK Kalsel, H Hasyim KA di Hotel Aria Barito Banjarmasin, kemarin (17/9)

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Sebagai organisasi mitra pemerintah yang membidangi pembauran suku bangsa di Indonesia, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) ternyata belum memiliki organisasi di tingkat nasional.

Padahal, organisasi FPK tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Dalam kegiatan Forum Dialog Pemantapan Pembauran Kebangsaan yang digelar di Hotel Aria Barito Banjarmasin, kemarin (17/9), muncul wacana supaya FPK menjadi organisasi nasional.

Ketua FPK Kalsel, H Hasyim KA menyatakan tidak ada yang tidak setuju bila FPK berdiri sebagai organisasi nasional. “Dengan kata lain, sudah waktunya FPK memiliki induk organisasi di tingkat nasional. Dan semua perwakilan FPK se-Indonesia yang hadir di forum ini juga sepakat dengan hal itu,” ungkap Hasyim.

Ditambahkan Hasyim, dengan adanya induk organisasi nasional, maka FPK bisa menjalin komunikasi yang lebih intensif dengan pemerintah pusat.

“Dengan demikian, program-program pembauran kebangsaan yang selama ini ramai dibahas di daerah, bisa di bawa ke level pusat. Sehingga, bisa disampaikan langsung kepada Presiden. Ini juga bermanfaat untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat apabila ada konflik antar suku bangsa yang terjadi di daerah,” sebutnya.

Dalam forum tersebut, perwakilan FPK dari Sulawesi Barat bahkan mengusulkan agar semua perwakilan FPK se-Indonesia segera menyepakati figur yang bakal duduk sebagai calon Ketua Umum FPK Pusat.

“Sempat mengemuka tadi nama Popong Otje Tjuntjunan supaya jadi Ketua Umum FPK Pusat. Dan saya sepakat dengan teman-teman, soalnya beliau merupakan tokoh senior dan duduk sebagai anggota DPR RI, sehingga memiliki koneksi yang bagus dengan pemerintah pusat,” sebutnya.

Di sisi lain, Ceu Popong (panggilan akrab Popong Otje Tjuntjunan) menyatakan tak keberatan apabila FPK memiliki induk organisasi di tingkat pusat.

“Siapapun yang jadi ketuanya nanti, tentu harus mampu mengemban amanah dari perwakilan FPK tingkat Provinsi. Sehingga, setiap program yang dijalankan bisa lancar dan sinergis dengan pemerintah pusat,” tandas Ketua FPK Jawa Barat itu.(oza/ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*