MANAGED BY:
RABU
16 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 18 September 2019 12:53
Bahu-membahu Hadapi Karhutla, Permintaan Hujan Buatan Dikabulkan
BAHU MEMBAHU LAWAN API: Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Hanif Faisol Nurofi q berdoa bersama dengan Satgas Karhutla Kalsel sepakat melakukan pembasahan areal gambut yang terbakar. | FOTO: RAHMAT HIDAYATULLAH/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akhirnya mengabulkan permintaan untuk melakukan hujan buatan di Banua.

Upaya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) ini diminta BPBD Kalsel agar membasahi sejumlah kawasan di Kalsel untuk menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengakibatkan kabut asap.

Informasi akan dilakukannya TMC di langit Kalsel, disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin. "Usulan kita untuk dilakukan hujan buatan diterima. Pagi ini (kemarin) BNPB telah memberangkatkan satu pesawat CN 2901 dari Pekanbaru untuk melakukan TMC di Kalimantan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin.

Dia mengungkapkan, saat ini pesawat sudah berada di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan Tengah. "Pesawat akan melakukan TMC di Kalteng dulu, setelah itu di Kalsel," ungkapnya.

Selain di Kalteng dan Kalsel, pria yang akrab disapa Ujud ini menyampaikan, pesawat juga bakal beroperasi di Kalimantan Barat. "Mudah-mudahan nanti awannya cukup, sehingga TMC bisa dilakukan. Karena saat ini hanya hujan yang dapat memadamkan kebakaran di lahan gambut," ucapnya.

Bakal dilaksanakannya hujan buatan di Kalsel dibenarkan Pengawas BNPB Kolonel Paskhas Mahfud. "Iya benar, tapi saat ini sasaran utamanya kawasan Tjilik Riwut. Setelah itu baru Kalsel," bebernya.

Karhutla dan kabut asap dalam dua hari terakhir mengalami penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya. "Hal itu dapat dilihat dari lancarnya penerbangan hari ini dan kemarin," ungkap Mahfud.

Hal senada disampaikan Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor Bayu Kencana Putra. Dia menuturkan, karhutla di Kalsel cenderung berkurang hal itu dapat dilihat dari jumlah titik api yang muncul. "Pagi hari ini (kemarin) hanya ditemukan 145 hotspot. Padahal hari-hari sebelumnya bisa sampai 300 bahkan 400 titik," paparnya.

Berkurangnya titik api membuat kabut asap menipis. "Dari pantauan kami hari ini jarak pandang paling rendah 1.200 meter, sisanya di atas 3 ribu meter," pungkasnya.

Sementara itu, kabar terbaru dari medan api di Guntung Damar, Dinas Kehutanan menjebol saluran sekunder dari Riam Kanan untuk dialirkan ke arah Guntung damar Banjarbaru.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasional Pemeliharaan Dinas PUPR Kalsel Herry Ade Permana mengatakan hal ini terpaksa dilakukan untuk kepentingan menangani karhutla.

Diterangkannya mengalirkan air untuk menangani karhutla sifatnya sementara. "Tapi tidak menutup kemungkinan nanti dibuatkan permanen yang bisa sistem buka tutup. Itu nanti dibicarakan kemudian yang jelas target utama mengaliri air ke arah Guntung damar Banjarbaru," tandasnya.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, Satgas Karhutla Kalsel sepakat melakukan penutupan sementara aliran irigasi Riam Kanan dan mengalihkan airnya langsung ke lokasi gambut yang terbakar di lahan gambut Guntung Damar. Wilayah ini sendiri adalah prioritas karena sangat dekat dengan bandara Syamsudin Noor.

Di bagian lain, Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) Karhutla Kabupaten Tanah Laut melakukan upaya penindakan terhadap perkara Karhutla. Kapolres Tala Ajun Komisaris Besar Polisi Sentot Adhi Dharmawan SIK bersama Kepala Kejari Tala Abdul Rahman sepakat akan mempercepat penanganan perkara tindak pidana Karhutla.

Kasat Reskrim Polres Tala AKP Alfin Agung mengatakan, dengan keterlibatan langsung kejaksaan untuk turun ke lapangan maka akan mempercepat proses pelimpahan berkas. Sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk dipersidangkan.

“Proses ini akan membuat pemberkasan jadi tidak panjang lagi,” ucapnya.

Di daerah lain, Wakil Bupati Batola Rahmadian Noor menginstruksikan seluruh camat Kabupaten Batol agar tidak meninggalkan wilayahnya agar bisa mengawasi karhutla.

"Seluruh camat sudah diminta untuk memantau karhutla dan tidak meninggalkan seluruh wilayahnya masing-masing," ungkap Rahmadian Noor kepada Radar Banjarmasin, usai mengikuti Vicon (Video Converence) Rapat Kordinasi Pencegahan Karhutla di media center Kodim 1005 Marabahan, kemarin.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat di setiap desa untuk melaksanakan salat minta hujan. Rahmadian Noor mengatakan penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Barito Kuala harus dilakukan bersama-sama.

“Kita akan tetap terus berkoordinasi dengan jajaran Kodim 1005 Marabahan, jajaran Kapolres Marabahan sampai tingkat kecamatan dan Desa di Barito Kuala,” ujar Rahmadi.

Sementara itu, Dandim 1005 Marabahan Letkol Sugianto, mengatakan akan berusaha keras melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan harapan bisa mencegah Karhutla yang terjadi karena faktor kesengajaan manusia. (ris/ard/bar/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 14:15

Karena AIDS, Waria asal Liang Anggang Meregang Nyawa

BANJARBARU - HIV/AIDS kembali merenggut nyawa warga Banua. Setelah beberapa…

Rabu, 16 Oktober 2019 12:53

Ternyata Gara-gara ini, Mahasiswa Uniska Bawa Parang ke Kampus

BANJARBARU - Kasus perkelahian dan mahasiswa membawa senjata tajam di…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:58

Acungkan Celurit ke Polisi, Dilepas Tiga Tembakan Peringatan, Warga Tembus Mantuil Diseret ke Penjara

BANJARMASIN - Berlagak sok jagoan, Abdul Hakim (21) warga Jalan…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:51

Kasus Kematian Anak Buah Kapal, Polisi Tunggu Hasil Visum

BANJARMASIN - Kasus kematian Rian Iman Taufik (20), anak buah…

Senin, 14 Oktober 2019 10:48

Bakar Lahan di Candi Laras, Petani Ditangkap

RANTAU - Informasi titik api di Kecamatan Candi Laras Utara…

Senin, 14 Oktober 2019 10:22

Ngapain di dalam Kamar..? Muda-mudi Terciduk Polres Banjarbaru di Penginapan

BANJARBARU - Sepasang muda-mudi terciduk sedang berduaan di salah satu…

Minggu, 13 Oktober 2019 07:16

Cuaca Panas Lagi, Titik Api Muncul Kembali, Kini Karhutla Beralih ke Lahan Pertanian

BANJARBARU - Cuaca yang kembali panas dalam beberapa hari terakhir…

Minggu, 13 Oktober 2019 06:57

JANGAN MACAM-MACAM..!! Ada 178 'Mata-mata' di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sebanyak 178 CCTV sudah terpasang di berbagai sudut…

Sabtu, 12 Oktober 2019 11:56

Pengakuan Pelaku Pencabulan Anak Kandung di Banjarbaru: Ambil Anak dari Istri dan Tak Disekolahkan

Beberapa hari terakhir Banjarbaru dihebohkan dengan kasus bapak menggauli anaknya…

Sabtu, 12 Oktober 2019 11:54

Di Dalam Tahanan, Banyak Orang Ingin Bertemu Lihan

BANJARBARU - Sekitar tiga pekan sudah Lihan mendekam di Ruang…

Ofisial, Pelatih, dan Panitia Baku Hantam di Kejuaraan Karate

ULM Tambah Guru Besar, Sutarto Dorong Dosen-Dosen Meneliti

Bukan Hanya di Banjarmasin, di Kabupaten Banjar Juga Banyak Ikan Mati Mendadak, Pembudidaya Merugi Ratusan Juta

Tutupi Tunggakan BPJS, Direktur RSUD Tolak Pinjam Ke Bank

Dua Gusti Lamar Golkar Banjar, Wakil Gubernur Sepi Pendaftar

Hermansyah Marah-marah Lagi, Gara-gara Ada Kadis Keluar Negeri

Proyek Gedung Parkir Rp3 Miliar Dibatalkan, Dishub Incar Cungha Cunghui

Acungkan Celurit ke Polisi, Dilepas Tiga Tembakan Peringatan, Warga Tembus Mantuil Diseret ke Penjara

Kasus Kematian Anak Buah Kapal, Polisi Tunggu Hasil Visum

Pipa PDAM Bocor Berjamaah
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*