MANAGED BY:
RABU
16 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 19 September 2019 11:15
Asap Hitam Gegerkan Warga Banjarbaru, Karhutla Bakar Tumpukan Ban Bekas
Siang warga Banjarbaru di wilayah pusat Kota dan sekitarnya mendadak cukup mencekam. Asap hitam membumbung tinggi di langit Kota Idaman.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Siang warga Banjarbaru di wilayah pusat Kota dan sekitarnya mendadak cukup mencekam. Asap hitam membumbung tinggi di langit Kota Idaman.

Dari pusat kota, asap tampak jelas. Hitam dan menggumpal pekat. Sontak pengendara maupun warga lainnya menaruh perhatian terhadap asap ini. Tak sedikit yang mengira terjadi kebakaran hebat.

Asap hitam pekat ini sendiri terpantau dari wilayah Kelurahan Sungai Ulin Banjarbaru sekitar pukul 13.45 Wita. Tepatnya di wilayah Komplek PPI II Kelurahan Sungai Ulin Kecamatan Banjarbaru Utara.

Rupanya, asap hitam ini bersumber dari kejadian Kebakaran Hutan & Lahan (Karhutla) di Sungai Ulin. Yang mana, api selain melahap lahan kosong juga mengenai tumpukan ban bekas.

Karena melumat tumpukan ban bekas tak bertuan. Maka asap yang ditimbulkan begitu pekat. Bahkan dari pantauan Radar Banjarmasin di lapangan, bau menyengat dari karet ban yang terbakar sangat menusuk.

Kejadian ini membuat puluhan unit BPK berdatangan ke lokasi. Selain menimbulkan asap pekat, amukan api juga cukup besar dan rawan. Pasalnya areal Karhutla berdekatan dengan pemukiman warga.

Diperlukan waktu kurang lebih 2 jam bagi relawan dan personel Satgas Karhutla di lapangan menjinakkan api. Pasalnya, selain faktor angin kencang. Tumpukan ban bekas ini membuat api terkesan awet dan berasap hebat.

Dari keterangan warga sekitar. Api sebenarnya berasal dari lahan kosong. Namun karena angin bertiup kencang, maka si jago merah merambat ke tumpukan ban bekas yang kebetulan teronggok di dekat lahan yang terbakar.

"Tumpukan ban itu sudah lama terbengkalai di sana, tidak tahu punya siapa," kata Maji (47), warga sekitar.

Saat kebakaran lahan terjadi. Maji dan beberapa warga sempat tak menyadari ada api. Namun ketika api mulai mengenai tumpukan ban dan membuat asap hitam pekat. Baru ia menyadari ada kebakaran di areal perumahannya.

Selain menyambar tumpukan ban dan semak belukar. Api turut mengenai salah satu trafo listrik yang ada di areal kebakaran. Dampaknya, jaringan listrik di areal kebakaran sempat terpaksa dimatikan untuk alasan keamanan.

"Sempat ada letupan di trafo karena tersambar api. Kalau saya dan beberapa warga juga langsung inisiatif mematikan arus listrik karena takut terjadi apa-apa," tambah Maji.

Sementara itu, Dandim 1006/ Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto yang juga ikut turun langsung di lokasi menyebut jika kejadian kebakaran memang nyaris mengenai perumahan warga.

"Kalau tidak cepat diatasi bisa merambat, karena jaraknya dekat sekali dengan rumah warga. Tadi untungnya arah angin juga berlawan ke arah perumahan, jadi api tertahan. Kalau tidak bisa mengenai rumah warga," katanya.

Selain itu, soal dugaan awal penyebab kebakaran. Dandim menyebut jika ada indikasi bahwa kebakaran disengaja oleh seorang oknum. "Masih dugaan sementara, kita lakukan penyelidikan dulu."

Memang dari informasi di lapangan yang dihimpun. Bahwa ibu-ibu di komplek perumahan sempat melihat gelagat mencurigakan dari seseorang yang tampak ingin membakar lahan dengan sengaja. Sayangnya, bukti maupun terduga pelaku pembakaran masih belum diketemukan.

Terkait adanya kejadian yang sempat membuat geger warga ini. Dandim menegaskan agar warga jangan sengaja membakar lahan untuk alasan apapun. Sebab terangnya hal ini dapat sangat merugikan lingkungan.

"Saya mengimbau, jangan sekali-sekali membakar hutan dan lahan, karena hukumannya sangat berat. Yang paling penting, peristiwa ini sangat merugikan masyarakat juga," pesannya. (rvn/bin/ema)


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 14:15

Karena AIDS, Waria asal Liang Anggang Meregang Nyawa

BANJARBARU - HIV/AIDS kembali merenggut nyawa warga Banua. Setelah beberapa…

Rabu, 16 Oktober 2019 12:53

Ternyata Gara-gara ini, Mahasiswa Uniska Bawa Parang ke Kampus

BANJARBARU - Kasus perkelahian dan mahasiswa membawa senjata tajam di…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:58

Acungkan Celurit ke Polisi, Dilepas Tiga Tembakan Peringatan, Warga Tembus Mantuil Diseret ke Penjara

BANJARMASIN - Berlagak sok jagoan, Abdul Hakim (21) warga Jalan…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:51

Kasus Kematian Anak Buah Kapal, Polisi Tunggu Hasil Visum

BANJARMASIN - Kasus kematian Rian Iman Taufik (20), anak buah…

Senin, 14 Oktober 2019 10:48

Bakar Lahan di Candi Laras, Petani Ditangkap

RANTAU - Informasi titik api di Kecamatan Candi Laras Utara…

Senin, 14 Oktober 2019 10:22

Ngapain di dalam Kamar..? Muda-mudi Terciduk Polres Banjarbaru di Penginapan

BANJARBARU - Sepasang muda-mudi terciduk sedang berduaan di salah satu…

Minggu, 13 Oktober 2019 07:16

Cuaca Panas Lagi, Titik Api Muncul Kembali, Kini Karhutla Beralih ke Lahan Pertanian

BANJARBARU - Cuaca yang kembali panas dalam beberapa hari terakhir…

Minggu, 13 Oktober 2019 06:57

JANGAN MACAM-MACAM..!! Ada 178 'Mata-mata' di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sebanyak 178 CCTV sudah terpasang di berbagai sudut…

Sabtu, 12 Oktober 2019 11:56

Pengakuan Pelaku Pencabulan Anak Kandung di Banjarbaru: Ambil Anak dari Istri dan Tak Disekolahkan

Beberapa hari terakhir Banjarbaru dihebohkan dengan kasus bapak menggauli anaknya…

Sabtu, 12 Oktober 2019 11:54

Di Dalam Tahanan, Banyak Orang Ingin Bertemu Lihan

BANJARBARU - Sekitar tiga pekan sudah Lihan mendekam di Ruang…

Ofisial, Pelatih, dan Panitia Baku Hantam di Kejuaraan Karate

ULM Tambah Guru Besar, Sutarto Dorong Dosen-Dosen Meneliti

Bukan Hanya di Banjarmasin, di Kabupaten Banjar Juga Banyak Ikan Mati Mendadak, Pembudidaya Merugi Ratusan Juta

Tutupi Tunggakan BPJS, Direktur RSUD Tolak Pinjam Ke Bank

Dua Gusti Lamar Golkar Banjar, Wakil Gubernur Sepi Pendaftar

Hermansyah Marah-marah Lagi, Gara-gara Ada Kadis Keluar Negeri

Proyek Gedung Parkir Rp3 Miliar Dibatalkan, Dishub Incar Cungha Cunghui

Acungkan Celurit ke Polisi, Dilepas Tiga Tembakan Peringatan, Warga Tembus Mantuil Diseret ke Penjara

Kasus Kematian Anak Buah Kapal, Polisi Tunggu Hasil Visum

Pipa PDAM Bocor Berjamaah
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*