MANAGED BY:
MINGGU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 19 September 2019 11:45
4000 Hektare Lahan Sudah Terbakar, Sahbirin: Tak Mungkin Pemerintah Bekerja Sendiri

Gubernur Minta Semua Warga Terlibat Langsung Lawan Karhutla

KHUSUK: Para jemaah saat mengikuti Salat Istisqa di Lapangan Murjani, kemarin. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Kalsel benar-benar dihajar api karhutla tahun ini. Luasan yang terbakar sampai kemarin sudah mencapai 4.419,15 hektare.

“Luas hutan dan lahan yang terbakar sepanjang tahun ini sudah lebih luas dibandingkan dengan tahun lalu,” beber Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel, Wahyuddin kemarin. Diungkapkannya, tahun lalu luas hutan dan lahan yang terbakar hanya mencapai 3 ribu hektare.

Dari sejumlah kasus kebakaran lahan, Tanah Laut adalah daerah yang paling banyak terbakar. Luasannya mencapai 873,1 hektare, disusul Kabupaten Banjar dengan luas lahan terbakar mencapai 748,36 hektare dan Kabupaten Tapin dengan luas 658,37 hektare.

Sementara, untuk kasus kebakaran hutan, Kabupaten Banjar menjadi penyumbang tertinggi. Luas hutan yang terbakar mencapai 61 hektare disusul Balangan seluas 25 hektare dan Hulu Sungai Tengah mencapai 11,8 hektare. “Di Kabupaten Tanah Laut luas hutan yang terbakar juga cukup tinggi. Mencapai 8 hektare,” papar Ujud.

Penanganan Karhutla sendiri diklaimnya sudah sangat maksimal. Khususnya melalui Satgas Darat. Namun, keringnya lahan gambut karena kemarau membuat lahan sangat mudah terbakar. “Ada beberapa area yang sulit dijangkau. Namun, dengan water boombing masih bisa diantisipasi,” sebutnya.

Tak hanya memaksimalkan satgas darat dan udara, pihaknya juga menunggu usaha yang signifikan untuk membasahi lahan dengan hujan buatan. Permintaan BPBD ini telah disetujui pemerintah pusat. Saat ini pesawat hercules yang akan melakukan penggaraman di awan, sudah stanby di Kalteng.

“Kalau ada aba-aba dari BMKG tinggal dilakukan. Nanti hujan buatan tak hanya di Kalsel, juga mencakup hingga Kaltim, Kalbar. Makanya pesawatnya ditempatkan di tengah, yakni di Kalteng,” terangnya.

Sementara, tingginya kejadian Karhutla di banua, membuat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo berkunjung ke Kalsel hari ini. Agendanya tak hanya melakukan rapat koordinasi dengan Forkopimda Provinsi Kalsel dan seluruh Bupati/Walikota, namun juga akan melakukan peninjauan lapangan melalui patroli udara.

“Beliau juga rencananya akan menyampaikan arahan dari bapak Presiden tentang Karhutla,” ungkap Ujud.

Di sisi lain, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor rupanya sudah jengah dengan kejadian Karhutla di Banua. Dia bahkan meminta masing-masing SKPD untuk menyiagakan 10 orang petugas khusus untuk membantu Satgas darat dalam memadamkan api.

“Saya juga memohon kepada masyarakat untuk terlibat langsung. Tak mungkin pemerintah bekerja sendiri,” ujar Sahbirin.

Dengan tegas dia juga meminta kepada mereka yang membuka lahan agar tak melalukan pembakaran. “Aturannya sudah ada. Jangan membuat masyarakat susah dengan dampaknya, yakni kabut asap,” tegasnya

Sementara, Karhutla yang terjadi kemarin, khususnya di kawasan Guntung Damar, mengakibatkan penundaan penerbangan di Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin. Enam penerbangan harus menunggu kabut asap mereda. Belum redanya musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kabut asap, membuat Pemko Banjarbaru, Rabu (18/9) kemarin melaksanakan Salat Istisqa bersama masyarakat di Lapangan Murjani.

Diimami Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Putra Banjarbaru Syamsuni, ratusan jemaah dari jajaran Pemko Banjarbaru, TNI/Polri dan masyarakat tampak khidmat mengikuti salat yang dilaksanakan untuk meminta hujan tersebut.

Usai salat, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani mengatakan, sudah sejak tiga bulan yang lalu Banjarbaru telah menetapkan siaga karhutla. Namun, di penghujung Agustus kebakaran hutan dan lahan semakin marak. Maka dari itu, status mereka tingkatkan menjadi darurat karhutla.

"Dalam status darurat, upaya kita semakin ekstra dalam menanggulangi karhutla. Tapi, tidak ada kekuatan lain selain meminta kepada Allah agar hujan turun dengan melaksanakan Salat Istisqa," katanya.

Dia mengungkapkan, dalam menannggulangi karhula pemerintah mengedepankan pencegahan dan sudah melakukan koordinasi baik dengan TNI, Polri dan komunitas masyarakat peduli api dalam melakukan pemadaman.

"Tapi upaya pencegahan yang kami lakukan sudah kalah cepat dengan banyaknya titik api. Dengan status darurat, kita melibatkan semua SKPD untuk turun bersama dalam mengatasi karhutla dan kabut asap," ungkapnya.

Sementara itu, setelah dinyatakan normal selama dua hari, penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, kemarin pagi kembali kacau akibat kabut asap yang pekat menyelimuti landasan pacu.

"Hari ini terganggu lagi, jarak pandang di runway (landasan pacu) sempat di bawah 100 meter," ujar Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, Aditya Putra Patria.

Dia menambahkan, total ada 6 penerbangan yang seharusnya berangkat pada pagi hari dengan berbagai kota tujuan terpaksa bertahan di apron untuk menunggu kabut asap mereda. "Setelah jarak pandang aman, pesawat baru diberangkatkan," tambahnya.

Selain mengacaukan jadwal keberangkatan, kabut asap juga mengganggu jadwal kedatangan. Setidaknya ,ada enam pesawat yang akan mendarat, terpaksa bertahan di bandara asal.

Bahkan, salah satu pesawat Lion Air JT 320 harus berputar-putar di langit Banjarmasin, untuk menunggu jarak pandang aman sebelum mendarat."Selain yang berangkat, jadwal kedatangan juga berdampak. Ada enam yang terpaksa stay di bandara asal, bahkan JT 320 holding selama 30 menit," ucap Aditya.

Lanjutnya, rata-rata pesawat yang batal berangkat pada pagi hari mengalami keterlambatan berangkat selama 2 hingga 3 jam. "Pesawat baru diterbangkan satu per satu setelah jarak pandang di landasan pacu sudah di atas 1.000 meter," pungkasnya. (mof/ris/ay/ran/ema)


BACA JUGA

Minggu, 20 Oktober 2019 06:15

Sudah Pernah Direhab, Eh Remaja ini Terciduk Lagi

BANJARBARU - Masalah remaja minum minuman keras (miras) oplosan seperti…

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:02
BREAKING NEWS

Begini Ternyata Pecabulan Bocah oleh Pedagang Sayur di Tapin Terungkap

RANTAU - Pengungkapan kasus pencabulan yang dilakukan oleh ayah tiri…

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:01

Kasihan..! Bocah yang Dicabuli Pedagang Sayur itu Sudah Melahirkan

RANTAU - Ternyata korban pencabulan yang dilakukan ayah tiri di…

Sabtu, 19 Oktober 2019 13:24

Raja Tega, Pedagang Sayur Cabuli Anaknya Sejak Usia 13 Tahun

RANTAU - Sungguh tega apa yang dilakukan pria berumur 52…

Sabtu, 19 Oktober 2019 10:17

Begundal Sabu HSU Dibongkar

AMUNTAI - Anggota Polsek Amuntai Selatan menggulung tiga pemakai sabu,…

Sabtu, 19 Oktober 2019 08:56

Diganti Jika SIM Sudah Mati

BANJARBARU - Secara nasional, Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan model…

Jumat, 18 Oktober 2019 17:21

Bangunan di Komplek Perumahan Istana Elza Disegel Pol PP

TANJUNG - Sebuah bangunan bertingkat di Komplek Perumahan Istana Elza…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:52

Sidang Junaidi Ditunda Lagi

BARABAI – Gara-gara Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak dapat menghadirkan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:18

Isap Sabu, Rumah Pasutri Digerebek

BANJARMASIN - Sehari melakukan penyelidikan, bisnis pasangan suami istri Erwan…

Jumat, 18 Oktober 2019 10:46

Jambret Diteriaki Maling di Sungai Andai

BANJARMASIN - Nasib sial dialami seorang pelaku jambret yang beraksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*