MANAGED BY:
MINGGU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 19 September 2019 11:48
Guntung Damar, Ajang Pertempuran Tersengit Melawan Karhutla

Dibom Air Tidak Mempan, Ratusan Personel Dikerahkan

KERJA KERAS: Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani bersama Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya saat memadamkan api di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, kemarin. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Guntung Damar lagi-lagi menjadi salah satu lahan gambut di Banjarbaru yang membuat Satgas Karhutla harus bekerja ekstra keras. Titik api yang mengepung kawasan itu sangat sulit dipadamkan. Radar Banjarmasin, kemarin sengaja datang untuk melihat bagaimana upaya personel dalam menangani karhutla yang ada di sana.

-- Oleh: SUTRISNO, Banjarbaru --

Guntung Damar berada di Kecamatan Landasan Ulin, tepatnya di sisi kanan dan kiri Jalan Lingkar Utara yang nantinya menjadi akses baru menuju Bandara Syamsudin Noor.

Dalam beberapa hari terakhir, Satgas Karhutla sengaja membuka posko di kawasan itu untuk bersiaga memadamkan api yang kerap kali muncul. Pasalnya jika api tidak segera diatasi, dampaknya asap akan menyelimuti bandara dan mengganggu aktivitas penerbangan.

Saat wartawan koran ini tiba, tampak Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani bersama Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya dan para perwira tinggi pejabat Polda lainnya. Serta, ratusan anggota kepolisian sudah berada di sana.

Kapolda bersama para personelnya itu terlihat sigap menyemprot titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Bahkan, mereka harus mengangkat pohon besar yang digunakan sebagai jembatan darurat untuk menyeberangi aliran irigasi.

Dengan adanya jembatan darurat, para personel bisa mendatangi titik api yang berada di seberang aliran irigasi. Karena, masih banyak titik-titik yang mengeluarkan asap. Jika tidak segera ditangani, maka lambat laun akan kembali mengeluarkan api dan membakar rerumputan kering yang ada di sekelilingnya.

Usai membantu melakukan pemadaman, Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani menyampaikan, saat ini Pemda, TNI dan Polri sedang intens menangani karhutla di kawasan Guntung Damar. Sebab, jika dibiarkan maka asap akan menyelimuti bandara. "Kita buka posko 24 jam di sini, karena api bisa muncul kapan saja," ucapnya.

Khusus untuk pembasahan yang mereka lakukan kemarin, dia menyebut Polda Kalsel telah mengerahkan 500 personel. "Kita terus bahu-membahu, apalagi di sini api sulit untuk dipadamkan," sebutnya.

Menurutnya, api di Guntung Damar sulit diatasi lantaran susahnya akses untuk mendatangi titik api. Sehingga, personel diharuskan merintis jalan dengan cara membuka semak belukar. "Selain itu, kalau musim kemarau ketersediaan air di sini juga sangat kurang. Jadi satgas kekurangan air untuk penyiraman," bebernya.

Maka dari itu, dia menyampaikan, beberapa hari yang lalu mereka bersama Pemprov Kalsel dan pihak irigasi memutuskan untuk menjebol siring irigasi untuk mengalirkan air ke kawasan Guntung Damar. "Saluran air diarahkan ke lahan yang terbakar, untuk pembasahan dan menambah ketersediaan air," ucapnya.

Selain aparat kepolisian, dalam kesempatan itu juga hadir Kepala Dishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq dan Pejabat Pembuat Komitemen (PPK) Operasional Pemeliharaan Dinas PUPR Kalsel Herry Ade Permana. Mereka datang untuk merancang pola aliran air yang ada di Guntung Damar, supaya dapat membasahi daerah yang kering.

Kepala Dishut Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan, penjebolan irigasi menjadi kesepakatan bersama dari Satgas Karhutla Kalsel untuk membasahi areal gambut yang terbakar. "Air dari irigasi langsung dialirkan ke lokasi gambut yang terbakar, sehingga dapat memadamkan api dan menghilangkan asap yang menyelimuti bandara," katanya.

Dia berharap, penanggulangan karhutla dengan cara mengalirkan air ke lahan gambut di Guntung Damar dilakukan secara permanen. Sehingga, pada tahun-tahun yang akan datang tidak ada lagi bencana asap.

"Perendaman ini dilakukan karena api di gambut tidak bisa dipadamkan lewat atas menggunakan heli water bombing, karena yang padam hanya api di bagian atasnya sementara di dalam masih menyala," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin yang juga berada di lokasi menyampaikan, bahwa titik api di kawasan Guntung Damar sudah muncul sejak 1 September. "Sampai sekarang masih ada. Maka dari itu, sejak awal sudah kami jaga," paparnya.

Dia mengungkapkan, area Guntung Damar setiap tahunnya memang selalu terbakar. Akan tetapi, apinya sulit untuk dipadamkan dikarenakan kawasannya sangat luas. "Jumlah personel kita tidak sebanding dengan luas lahan yang terbakar, maka dari itu kita kewalahan untuk memadamkannya," ungkapnya.

Lanjutnya, lahan gambut di Guntung Damar sendiri diperkirakan memiliki luas 1000 hektare lebih. Di mana, setiap tahunnya yang terbakar selalu mencapai ratusan hektare. "Tahun lalu yang terbakar mencapai 400 hektare," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 14:29

Pontang-Panting Rumah Sakit Pikirkan Skema Pembiayaan BPJS

Tunggakan klaim BPJS Kesehatan memusingkan banyak rumah sakit di Indonesia.…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:03

Ofisial, Pelatih, dan Panitia Baku Hantam di Kejuaraan Karate

Keinginan Lemkari Kabupaten Banjar untuk menyelenggarakan kejuaraan karate bergengsi untuk…

Senin, 14 Oktober 2019 12:25

Berbincang dengan Kolektor Oeang Tempo Doeloe

Banting tulang siang dan malam demi Rupiah. Gali lubang lalu…

Minggu, 13 Oktober 2019 07:21

Lantunkan Ayat dengan Jari: Sudah Bisa Khatam, Ingin Terus Dalami Kitab Suci

Memiliki keterbatasan, bukan berarti kehilangan semangat. Buktinya, puluhan anggota persatuan…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:01

Gratiskan Honor untuk Safrah Amal, Bila Tak Manggung Jualan Es Keliling

Banua kehilangan satu lagi seniman gaek yang konsisten di jalurnya,…

Selasa, 08 Oktober 2019 10:20

Kalayangan Pagat, Grup Band yang Kampanyekan #SaveMeratus

Melalui dua lagu berjudul Merakus dan Rimba Terakhir, band bergenre…

Selasa, 08 Oktober 2019 09:48

Pengakuan Sang Penikam Ayah Tiri: Sakit Hati Melihat Ibu Disakiti

Sang penikam ayah tiri, Arafiq (22) telah dijebloskan ke sel…

Senin, 07 Oktober 2019 13:01

Melihat Cara PDAM-PDAM se-Banua Bertahan dari Krisis Air di Musim Kemarau

Musim kemarau membuat semua daerah di banua dilanda kekeringan. Warga…

Sabtu, 05 Oktober 2019 12:22

Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust di Sungai Barito Timbul

Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust yang tenggelam tahun 1859, timbul…

Kamis, 03 Oktober 2019 12:24

Wamena Kerusuhan, Bagaimana Nasib Mahasiswa Papua di Kalsel?

Kerusuhan di Wamena membuat kekhawatiran warganya yang berada di perantauan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*