MANAGED BY:
RABU
27 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 19 September 2019 11:48
Guntung Damar, Ajang Pertempuran Tersengit Melawan Karhutla

Dibom Air Tidak Mempan, Ratusan Personel Dikerahkan

KERJA KERAS: Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani bersama Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya saat memadamkan api di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, kemarin. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Guntung Damar lagi-lagi menjadi salah satu lahan gambut di Banjarbaru yang membuat Satgas Karhutla harus bekerja ekstra keras. Titik api yang mengepung kawasan itu sangat sulit dipadamkan. Radar Banjarmasin, kemarin sengaja datang untuk melihat bagaimana upaya personel dalam menangani karhutla yang ada di sana.

-- Oleh: SUTRISNO, Banjarbaru --

Guntung Damar berada di Kecamatan Landasan Ulin, tepatnya di sisi kanan dan kiri Jalan Lingkar Utara yang nantinya menjadi akses baru menuju Bandara Syamsudin Noor.

Dalam beberapa hari terakhir, Satgas Karhutla sengaja membuka posko di kawasan itu untuk bersiaga memadamkan api yang kerap kali muncul. Pasalnya jika api tidak segera diatasi, dampaknya asap akan menyelimuti bandara dan mengganggu aktivitas penerbangan.

Saat wartawan koran ini tiba, tampak Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani bersama Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya dan para perwira tinggi pejabat Polda lainnya. Serta, ratusan anggota kepolisian sudah berada di sana.

Kapolda bersama para personelnya itu terlihat sigap menyemprot titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Bahkan, mereka harus mengangkat pohon besar yang digunakan sebagai jembatan darurat untuk menyeberangi aliran irigasi.

Dengan adanya jembatan darurat, para personel bisa mendatangi titik api yang berada di seberang aliran irigasi. Karena, masih banyak titik-titik yang mengeluarkan asap. Jika tidak segera ditangani, maka lambat laun akan kembali mengeluarkan api dan membakar rerumputan kering yang ada di sekelilingnya.

Usai membantu melakukan pemadaman, Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani menyampaikan, saat ini Pemda, TNI dan Polri sedang intens menangani karhutla di kawasan Guntung Damar. Sebab, jika dibiarkan maka asap akan menyelimuti bandara. "Kita buka posko 24 jam di sini, karena api bisa muncul kapan saja," ucapnya.

Khusus untuk pembasahan yang mereka lakukan kemarin, dia menyebut Polda Kalsel telah mengerahkan 500 personel. "Kita terus bahu-membahu, apalagi di sini api sulit untuk dipadamkan," sebutnya.

Menurutnya, api di Guntung Damar sulit diatasi lantaran susahnya akses untuk mendatangi titik api. Sehingga, personel diharuskan merintis jalan dengan cara membuka semak belukar. "Selain itu, kalau musim kemarau ketersediaan air di sini juga sangat kurang. Jadi satgas kekurangan air untuk penyiraman," bebernya.

Maka dari itu, dia menyampaikan, beberapa hari yang lalu mereka bersama Pemprov Kalsel dan pihak irigasi memutuskan untuk menjebol siring irigasi untuk mengalirkan air ke kawasan Guntung Damar. "Saluran air diarahkan ke lahan yang terbakar, untuk pembasahan dan menambah ketersediaan air," ucapnya.

Selain aparat kepolisian, dalam kesempatan itu juga hadir Kepala Dishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq dan Pejabat Pembuat Komitemen (PPK) Operasional Pemeliharaan Dinas PUPR Kalsel Herry Ade Permana. Mereka datang untuk merancang pola aliran air yang ada di Guntung Damar, supaya dapat membasahi daerah yang kering.

Kepala Dishut Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan, penjebolan irigasi menjadi kesepakatan bersama dari Satgas Karhutla Kalsel untuk membasahi areal gambut yang terbakar. "Air dari irigasi langsung dialirkan ke lokasi gambut yang terbakar, sehingga dapat memadamkan api dan menghilangkan asap yang menyelimuti bandara," katanya.

Dia berharap, penanggulangan karhutla dengan cara mengalirkan air ke lahan gambut di Guntung Damar dilakukan secara permanen. Sehingga, pada tahun-tahun yang akan datang tidak ada lagi bencana asap.

"Perendaman ini dilakukan karena api di gambut tidak bisa dipadamkan lewat atas menggunakan heli water bombing, karena yang padam hanya api di bagian atasnya sementara di dalam masih menyala," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin yang juga berada di lokasi menyampaikan, bahwa titik api di kawasan Guntung Damar sudah muncul sejak 1 September. "Sampai sekarang masih ada. Maka dari itu, sejak awal sudah kami jaga," paparnya.

Dia mengungkapkan, area Guntung Damar setiap tahunnya memang selalu terbakar. Akan tetapi, apinya sulit untuk dipadamkan dikarenakan kawasannya sangat luas. "Jumlah personel kita tidak sebanding dengan luas lahan yang terbakar, maka dari itu kita kewalahan untuk memadamkannya," ungkapnya.

Lanjutnya, lahan gambut di Guntung Damar sendiri diperkirakan memiliki luas 1000 hektare lebih. Di mana, setiap tahunnya yang terbakar selalu mencapai ratusan hektare. "Tahun lalu yang terbakar mencapai 400 hektare," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Mei 2020 09:27

Bahan Menumpuk, Puluhan Baju Tak Diambil Pemesan

Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Hingga kemarin, wabah penyakit mematikan…

Jumat, 15 Mei 2020 12:01

Menjenguk Alwi, Pria 73 Tahun yang Berhasil Lolos dari Keganasan Covid-19

Mengidap Covid-19 di usia ke-73 membuat banyak orang meragukan Alwi…

Rabu, 13 Mei 2020 11:48

Guru Agama Mencari Jalan Berdakwah di Tengah Pandemi: Buka Pengajian Online, Tausyiah Via Youtube

Adanya larangan melaksanakan aktivitas yang melibatkan banyak orang selama pandemi…

Rabu, 13 Mei 2020 10:34

Cerita Penjual Tempe Gembos di Tengah Wabah Virus Corona: Penghasilan Sehari Hanya Cukup Beli Beras dan Sayur

Wabah virus corona Covid-19 di Kabupaten Tanah Bumbu, menyebabkan perekonomian…

Sabtu, 09 Mei 2020 12:48

Sudah Pakai Masker, Tetap Saja Sepi; Nasib Para Penyandang Tunanetra di Banjarbaru Selama Masa Sulit

Di masa pandemi, orang-orang memilih untuk menjaga jarak. Kecenderungan ini…

Rabu, 06 Mei 2020 13:32
Pengalaman ODP Menjalani Isolasi Berkelompok di SKB Bypass Rantau

Dilayani dengan Baik, ODP ini Menyesal pernah Menolak Isolasi

Ada 18 orang warga Kabupaten Tapin yang sebelumnya berstatus orang…

Selasa, 05 Mei 2020 12:36

Jangan Sibuk Mengeluh, Meniru Semangat Sang Badut Jalanan

Dalam keheningan malam, pria 37 tahun itu berjalan tertatih-tatih. Sesekali…

Senin, 04 Mei 2020 11:05

Mengantar untuk yang Terakhir, Kalsel Berkabung Kepergian Guru Zuhdi

Sabtu sore itu hujan turun deras di langit Kalimantan Selatan.…

Senin, 04 Mei 2020 10:21

Sepatu Bekas Dilelang, jadi Paket Bantuan Sembako

Cara penggalangan donasi yang dilakukan oleh sekelompok anak muda Banua…

Sabtu, 02 Mei 2020 11:35

Yang Positif Covid-19 Bukan Jukir, tapi Bos Lahan Parkir; Pengunjung Berkurang 75 Persen

Sejak tersiar kabar seorang juru parkir (jukir) Pasar Sentra Antasari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers