MANAGED BY:
KAMIS
30 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 20 September 2019 12:11
Sekolah Diminta Transparan Gunakan Dana BOS
Tahun depan, Pemerintan Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana menaikkan alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dari Rp49,84 triliun menjadi Rp54,31 triliun. Dengan begitu, maka semakin besar anggaran yang akan dikelola sekolah

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Tahun depan, Pemerintan Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana menaikkan alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dari Rp49,84 triliun menjadi Rp54,31 triliun. Dengan begitu, maka semakin besar anggaran yang akan dikelola sekolah

Dengan adanya kucuran dana BOS yang cukup besar itu, Kemendikbud berharap sekolah lebih transparan kepada masyarakat terkait pemanfaatan dana BOS. Seruan transparansi dalam pengelolaan dana BOS itu disampaikan Staf Ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing, Ananto Kusuma Seta.

“Kalau bisa sekolah setiap tahun anggaran baru, terima dana BOS (laporannya, Red) ditempel di tembok sekolah,” katanya usai membuka pameran Global Educational Supplies & Solutions (GESS) Indonesia 2019 di Jakarta.

Dijelaskannya, keterbukaan informasi terkait pengelolaan dana BOS itu penting, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, selaku pengguna lembaga pendidikan. Untuk itu, dia berharap guru dan kepala sekolah meningkatkan moralitasnya supaya tidak ada lagi kasus penyelewengan dana BOS.

Selain itu, dia juga ingin keterlibatan masyarakat dalam pengawasan anggaran di sekolah semakin kuat. Supaya pengawasan tidak melulu oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud. Menurut Ananto keberadaan komite sekolah bisa menjadi salah satu titik masuk dimulainya era keterbukaan publik dalam pengeloaan dana sekolah. “Komite sekolah harus melibatkan tokoh masyarakat dari segala macam (unsur, Red),” jelasnya.

Dia menuturkan sesuai dengan ketentuan pembentukan komite sekolah yang baru, anggotanya harus mewakili masyarakat. Sehingga tidak ada lagi tudingan bahwa komite sekolah itu adalah tangan kanannya kepala sekolah.

Ananto lantas mengingatkan peruntukan dana BOS di antaranya adalah untuk pelatihan guru, dan penyediaan buku-buku pelajaran. Dia juga menjelaskan penyediaan gadget untuk penunjang pembelajaran di sekolah juga bisa dialokasikan dari dana BOS. “Itu bagian dari peningkatan kualitas pendidikan,” katanya.

Sementara itu, menyikapi permintaan Kemendikbud terkait transparasi penggunaan dana BOS, Kepala Dinas Pendidikan Kalsel M Yusuf Effendi menyampaikan bahwa pengelolaan dana BOS di Kalsel selama ini sudah sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang ada.

"Juknisnya, sebelum menerima dana BOS sekolah sebelumnya harus membuat dan melaporkan RKA (Rencana Kegiatan Anggaran) ke Dinas Pendidikan," ujarnya.

Lanjutnya, dalam RKA itu tergambar untuk apa saja dana yang akan diterima sekolah. Kalau ada kegiatan yang dianggap kurang pas, maka dinas bakal meminta sekolah untuk merevisinya. "Ketika dinas menyetujui RKA yang dilaporkan sekolah, maka juklaknya penggunaan dana harus mengacu RKA itu," bebernya.

Jika sekolah menggunakan dana di luar dari RKA, maka ketika BPK melakukan audit hal itu dipastikan bakal menjadi temuan. "Maka dari itu, sekolah tidak berani menggunakan dana BOS tidak sesuai dengan RKA," ungkap Yusuf.

Lanjutnya, agar sekolah dapat menggunakan dana sesuai juknis dan juklak yang ada, sebelum pelaksanaan dinas juga menggelar bimbingan teknis untuk para kepala sekolah. "Lalu, ketika penggunaan dana berjalan kami juga rutin memonitoring ke sekolah-sekolah," ucapnya.

Selain dinas, dia menyampaikan, Komite Sekolah yang anggota kepengurusannya merupakan para orang tua siswa juga turut mengawasi penggunaan dana BOS. "Penyusunan kepengurusan komite ini melibatkan seluruh orang tua siswa. Jadi, jelas mewakili masyarakat. Tidak ada komite sekolah itu tangan kanannya kepala sekolah," paparnya.

Ditanya berapa dana BOS yang diterima Kalsel tahun ini, Yusuf mengaku lupa. Begitu juga saat ditanya jumlah dana BOS yang akan diterima pada 2020, dia mengaku belum mengetahuinya. "Ada bidang yang mengurusnya. Tapi, dia kebetulan tidak ada di kantor," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 29 Januari 2020 17:54

Ketua PKK HSU Hj Anisah Wahid Kenalkan 'SINTARI'

AMUNTAI -- Peringatan Hari Gizi Nasional ke- 60 tahun 2020,…

Rabu, 29 Januari 2020 15:39
PARLEMENTARIA

Legislatif Konsultasikan Penggunaan Dana Desa ke Pusat

PARINGIN – Anggota DPRD Kabupaten Balangan, belum lama tadi melakukan…

Rabu, 29 Januari 2020 11:57

Ingin Maju di Pilgub Kalsel, Edi Suryadi Incar Jalur Perseorangan

BANJARMASIN – Digadang tak ada yang berminat mencalonkan diri sebagai…

Rabu, 29 Januari 2020 11:48

2020, UN Terakhir

BANJARBARU - Kurang dari dua bulan ujian nasional (UN) untuk…

Rabu, 29 Januari 2020 11:10

Rambu Sering Eror, Sistem Buka Tutup Diberlakukan di Km 33

BANJARBARU - Akibat sering mengalami gangguan atau eror. Traffic Light…

Rabu, 29 Januari 2020 10:51

Meski Sudah Tiba, Bus Trans Banjarmasin Belum Tentukan Jadwal Beroperasi

BANJARMASIN - Bus Trans Banjarmasin (BTB) sudah tiba di kota…

Rabu, 29 Januari 2020 10:47

Dapat Apresiasi, Disdukcapil Perlu Menambah Loket

BANJARMASIN - Komisi I DPRD Banjarmasin mengapresiasi pelayanan yang diberikan…

Rabu, 29 Januari 2020 10:42

Kejati Sempat Terlena; Raih WBK, Incar WBBM

BANJARMASIN - Kejaksaan Tinggi Kalsel meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi…

Rabu, 29 Januari 2020 10:40

Dinkes Imbau Jangan Ikut Heboh Corona, DPRD: Dinkes Harus Waspada

BANJARMASIN - Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli Riyadi meminta warga…

Rabu, 29 Januari 2020 10:35

Baru 20 Hari, Pasien BPJS Terus Bertambah di RSUD Sultan Suriansyah

BANJARMASIN - Sejak tanggal 1 sampai 24 Januari, Rumah Sakit…

Dibatasi Gunakan Handphone, Karyawan PT SIS Mengadu ke Disnaker

Ketua PKK HSU Hj Anisah Wahid Kenalkan 'SINTARI'

Legislatif Konsultasikan Penggunaan Dana Desa ke Pusat

Merusak Mesin ATM, 2 Pemuda Menyerahkan Diri Bersama Keluarganya

Reguler di Tahun ini, Taman Budaya akan Gelar Musik Panting di Kiram

Bertemu Setelah 30 Tahun Kehilangan Anaknya di Arab, Tangis Siti Aisyah Pecah

Bupati Banjar Berencana Pamerkan Barang Peninggalan Nabi, Saifullah Ragukan Keaslian Artefak

Ingin Maju di Pilgub Kalsel, Edi Suryadi Incar Jalur Perseorangan

Kasus Asusila, Status Gusti Makmur Tunggu DKPP

2020, UN Terakhir
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers