MANAGED BY:
RABU
16 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 23 September 2019 10:50
PKL Tetap Jualan di Siring Pierre Tendean, Papan Larangan Tinggal Pajangan
JADI PASAR: Tanpa di awasi Satpol PP, kemarin sore, PKL kembali memenuhi badan Siring Pierre Tendean dengan lapak dagangan. FOTO: NOORHIDAYAT/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Papan larangan berjualan yang dipasang di sepanjang Siring Pierre Tendean menjadi pajangan belaka. Pedagang kaki lima tetap menjejali jalur pejalan kaki itu.

Pada akhir pekan, siring di tepi Sungai Martapura itu berubah menjadi pasar. Satpol PP sudah berkali-kali menertibkan. Nyatanya teguran petugas seperti angin lalu.

Jika ada petugas mengawasi, PKL akan menjauh, batal berdagang. Tapi ketika petugas pulang, PKL akan berdatangan. Kucing-kucingan tanpa akhir.

Bukan karena PKL tak mengerti aturan. Mereka paham betul telah melanggar perda. Contoh Ina, pedagang minuman di siring. "Iya, kami memang salah. Karena memang tak boleh menjajakan dagangan di kawasan Menara Pandang," ujarnya, kemarin (22/9) sore.

Ina bingung harus kemana. Berdagang di lain kerap sepi pembeli. Ina juga ikut-ikutan. Banyak kawan-kawan sesama PKL yang nekat berjualan di siring.

"Jika kami dilarang di sini, harus kemana lagi? Kami juga bosan terus-terusan kena penertiban Satpol PP," tambahnya.

Menanggapi masalah ini, Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarmasin, Khuzaimi mengaku sudah coba mengajak PKL berdiskusi. Tapi tetap saja mereka membandel.

"Bisa dilihat sendiri. Spanduk larangan sudah dipasang, tetap saja berjualan di sana. Kami sudah meminta mereka bergabung ke area yang disediakan, tapi dicueki," sesalnya.

Kebosanan serupa juga dirasakan Kasi Opsdal Satpol PP Banjarmasin, Noor Arif Ridha. Dia sudah bolak-balik menegur dan mengusir PKL. Hasilnya? Nihil.

"Kami tak mungkin terus-menerus berjaga di sana. Pekerjaan lain bakal terbengkalai. Apalagi area siring ini sangat luas. Tak sedikit personel yang harus diturunkan," jelas Fahmi.

Diingatkannya, penertiban atau penyitaan bukanlah solusi. PKL butuh relokasi. "Kalau sebatas mengangkuti PKL nakal, kami paling siap di garis depan. Tapi bukan itu masalahnya. PKL selalu bertanya, kemana lagi mereka berdagang? Kami tak bisa menjawabnya," pungkasnya. (hid/fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…

Ofisial, Pelatih, dan Panitia Baku Hantam di Kejuaraan Karate

ULM Tambah Guru Besar, Sutarto Dorong Dosen-Dosen Meneliti

Bukan Hanya di Banjarmasin, di Kabupaten Banjar Juga Banyak Ikan Mati Mendadak, Pembudidaya Merugi Ratusan Juta

Tutupi Tunggakan BPJS, Direktur RSUD Tolak Pinjam Ke Bank

Dua Gusti Lamar Golkar Banjar, Wakil Gubernur Sepi Pendaftar

Hermansyah Marah-marah Lagi, Gara-gara Ada Kadis Keluar Negeri

Proyek Gedung Parkir Rp3 Miliar Dibatalkan, Dishub Incar Cungha Cunghui

Acungkan Celurit ke Polisi, Dilepas Tiga Tembakan Peringatan, Warga Tembus Mantuil Diseret ke Penjara

Kasus Kematian Anak Buah Kapal, Polisi Tunggu Hasil Visum

Pipa PDAM Bocor Berjamaah
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*