MANAGED BY:
SABTU
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 23 September 2019 11:30
Jangan Lupa Pakai Masker, Udara Banjarbaru Sudah Sangat Tidak Sehat
MENGKHAWATIRKAN: Kabut yang menyelimuti kawasan Banjarbaru, beberapa waktu lalu. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU – Ini mungkin jadi perhatian bagi masyarakat, agar selalu menggunakan masker ketika ke luar rumah. Berdasarkan Hasil Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dikeluarkan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru pada 20 September, kualitas udara di Banjarbaru saat ini cukup mengkhawatirkan.

Hasil ISPU yang diukur di kawasan Bandara Syamsudin Noor pada 18 hingga 19 September 2019 itu mencatat, indeks pencemaran maksimum PM 10 atau partikel dengan diameter 10 mikrometer berada di level 200. Angka tersebut menunjukkan bahwa udara di Banjarbaru sangat tidak sehat.

Indeks pencemaran maksimum sendiri dari 0 hingga 500. Jika, indeks 0-50 maka udara dianggap baik. Lalu, 51-100 berarti sedang. Namun, jika masuk level 200-299, maka kualitas udara sangat tidak sehat dan 300-500 masuk kategori berbahaya.

Sangat tidak sehatnya kualitas udara di Banjarbaru dibenarkan Kepala Seksi Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Banjarbaru, Rusmilawati. Dia mengaku sudah menerima data ISPU dari BBTKLPP Banjarbaru itu.

"Iya, angkanya benar. PM-10 di lokasi pengukuran, yakni di kawasan Bandara Syamsudin Noor indeksnya 200. Artinya sangat tidak sehat," katanya.

Dia mengungkapkan, pengukuran itu dilakukan Dinas LH Banjarbaru bersama BBTKLPP Banjarbaru untuk mengetahui kualitas udara di Kota Idaman. "Tapi hanya parameter PM-10 yang indeksnya tinggi. Sedangkan parameter lain, seperti SO2, NO2, O3 dan CO hasilnya bagus," ungkapnya.

Meski begitu, Mila menyampaikan tingginya indeks standar pencemaran udara maksimum PM 10 harus diwaspadai masyarakat. Sebab, terpapar PM-10 secara langsung sangat tidak baik bagi kesehatan.

"Efeknya ada pada pernapasan dan sistem pernapasan. Lalu, kerusakan jaringan paru-paru, kanker, hingga kematian dini. Orang tua, anak-anak, dan orang-orang dengan penyakit paru-paru kronis dan asma, sangat sensitif terhadap efek PM 10 ini," ucapnya.

Tingginya indeks PM 10 sendiri menurutnya dikarenakan pekatnya kabut asap dalam beberapa pekan terakhir. "Kalau asapnya menipis, indeks PM 10 juga akan menurun," ujarnya.

Sementara itu, tidak sehatnya kualitas udara di Banjarbaru disebut menjadi pemicu meningkatnya kasus ISPA di Banjarbaru. Dinas Kesehatan Kalsel mencatat, penderita ISPA di Kota Idaman pada Agustus meningkat 29 persen dari bulan sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Muslim menjelaskan, rata-rata warga yang terserang ISPA mengeluh batuk dan sesak nafas. Lantaran sering beraktifitas di luar rumah saat kabut asap.

"Untuk itu, kami minta agar masyarakat mengurangi aktifitas di luar rumah. Sebab, kualitas udara kita sekarang sangat mengkhawatirkan diakibatkan oleh kabut asap," jelasnya.

Kalaupun harus keluar karena ada kepentingan mendesak, dia meminta supaya masyarakat senantiasa menggunakan masker. "Kami juga sudah membagikan puluhan ribu masker di beberapa titik," ucapnya.

Selain itu, Muslim juga mengimbau, supaya masyarakat memperbanyak minum air putih. Serta, menjaga kebersihan lingkungan sekitar. "Kalau ada makanan yang terpapar debu bekas kebakaran yang berterbangan, usahakan jangan dimakan," imbaunya.

Untuk mengantisipasi bertambahnya penderita ISPA, Dinkes Kalsel sudah membuka pelayanan kesehatan selama 24 jam. "Untuk daerah-daerah yang parah, yang tinggi kasus ISPA, kita minta Puskesmas di sana buka 24 jam," pungkas Muslim. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 18 Oktober 2019 11:50

Pendaftaran CPNS Dibuka 25 Oktober

BANJARMASIN - Warga Banua yang ingin mengikuti seleksi Calon Pegawai…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:47

Putra Bupati Banjar Rayu Golkar

MARTAPURA – Muhammad Iqbal Khalilurrahman akhirnya memberanikan diri maju sebagai…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:45

Herjunot Ali dan Cinta Laura Kiehl Promosi Film Jeritan Malam di Banjarmasin

Snow Kingdong Roadshow 2019 menyambangi Kota Banjarmasin. Wahana salju ini…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:31

Tambat Tongkang Serampangan, Dishub Tak Punya Alat Menarik

BANJARMASIN - Komisi III DPRD Banjarmasin menyoroti soal tongkang yang…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:24

Dianggap Berhasil Kelola Air, Yogyakarta Belajar ke PDAM Bandarmasih

BANJARMASIN - PDAM Bandarmasih patut berbangga. Cara mereka mengelola air…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:08

Tampil Santai, Tapi Modis

BANJARMASIN - 55 anggota dewan periode 2019-2024 resmi dilantik dan…

Jumat, 18 Oktober 2019 10:54

2 Titik Desa Tercemar, PT Talenta Bumi Setujui 7 Kesepakatan

MARABAHAN - Permasalahan pencemaran udara yang dituduhkan warga Marabahan melalui LSM Pusat…

Jumat, 18 Oktober 2019 10:36
Pemko Banjarbaru

Walikota Buka Turnamen Bola Voli Dynamic

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, didampingi Lurah Guntung…

Jumat, 18 Oktober 2019 10:23
Pemkab Tanah Bumbu

Pentingnya Deteksi Dini HIV/AIDS

BATULICIN - Tim Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile Puskesmas…

Jumat, 18 Oktober 2019 10:20
Pemkab Tanah Bumbu

Bupati Serahkan Bantuan Warga Kurang Mampu

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor kembali melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*