MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 23 September 2019 11:30
Jangan Lupa Pakai Masker, Udara Banjarbaru Sudah Sangat Tidak Sehat
MENGKHAWATIRKAN: Kabut yang menyelimuti kawasan Banjarbaru, beberapa waktu lalu. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU – Ini mungkin jadi perhatian bagi masyarakat, agar selalu menggunakan masker ketika ke luar rumah. Berdasarkan Hasil Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dikeluarkan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru pada 20 September, kualitas udara di Banjarbaru saat ini cukup mengkhawatirkan.

Hasil ISPU yang diukur di kawasan Bandara Syamsudin Noor pada 18 hingga 19 September 2019 itu mencatat, indeks pencemaran maksimum PM 10 atau partikel dengan diameter 10 mikrometer berada di level 200. Angka tersebut menunjukkan bahwa udara di Banjarbaru sangat tidak sehat.

Indeks pencemaran maksimum sendiri dari 0 hingga 500. Jika, indeks 0-50 maka udara dianggap baik. Lalu, 51-100 berarti sedang. Namun, jika masuk level 200-299, maka kualitas udara sangat tidak sehat dan 300-500 masuk kategori berbahaya.

Sangat tidak sehatnya kualitas udara di Banjarbaru dibenarkan Kepala Seksi Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Banjarbaru, Rusmilawati. Dia mengaku sudah menerima data ISPU dari BBTKLPP Banjarbaru itu.

"Iya, angkanya benar. PM-10 di lokasi pengukuran, yakni di kawasan Bandara Syamsudin Noor indeksnya 200. Artinya sangat tidak sehat," katanya.

Dia mengungkapkan, pengukuran itu dilakukan Dinas LH Banjarbaru bersama BBTKLPP Banjarbaru untuk mengetahui kualitas udara di Kota Idaman. "Tapi hanya parameter PM-10 yang indeksnya tinggi. Sedangkan parameter lain, seperti SO2, NO2, O3 dan CO hasilnya bagus," ungkapnya.

Meski begitu, Mila menyampaikan tingginya indeks standar pencemaran udara maksimum PM 10 harus diwaspadai masyarakat. Sebab, terpapar PM-10 secara langsung sangat tidak baik bagi kesehatan.

"Efeknya ada pada pernapasan dan sistem pernapasan. Lalu, kerusakan jaringan paru-paru, kanker, hingga kematian dini. Orang tua, anak-anak, dan orang-orang dengan penyakit paru-paru kronis dan asma, sangat sensitif terhadap efek PM 10 ini," ucapnya.

Tingginya indeks PM 10 sendiri menurutnya dikarenakan pekatnya kabut asap dalam beberapa pekan terakhir. "Kalau asapnya menipis, indeks PM 10 juga akan menurun," ujarnya.

Sementara itu, tidak sehatnya kualitas udara di Banjarbaru disebut menjadi pemicu meningkatnya kasus ISPA di Banjarbaru. Dinas Kesehatan Kalsel mencatat, penderita ISPA di Kota Idaman pada Agustus meningkat 29 persen dari bulan sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Muslim menjelaskan, rata-rata warga yang terserang ISPA mengeluh batuk dan sesak nafas. Lantaran sering beraktifitas di luar rumah saat kabut asap.

"Untuk itu, kami minta agar masyarakat mengurangi aktifitas di luar rumah. Sebab, kualitas udara kita sekarang sangat mengkhawatirkan diakibatkan oleh kabut asap," jelasnya.

Kalaupun harus keluar karena ada kepentingan mendesak, dia meminta supaya masyarakat senantiasa menggunakan masker. "Kami juga sudah membagikan puluhan ribu masker di beberapa titik," ucapnya.

Selain itu, Muslim juga mengimbau, supaya masyarakat memperbanyak minum air putih. Serta, menjaga kebersihan lingkungan sekitar. "Kalau ada makanan yang terpapar debu bekas kebakaran yang berterbangan, usahakan jangan dimakan," imbaunya.

Untuk mengantisipasi bertambahnya penderita ISPA, Dinkes Kalsel sudah membuka pelayanan kesehatan selama 24 jam. "Untuk daerah-daerah yang parah, yang tinggi kasus ISPA, kita minta Puskesmas di sana buka 24 jam," pungkas Muslim. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 16:36

Bupati Wahid: Percaya Pengurus PCNU HSU Yang Baru Mampu Embang Tugas

AMUNTAI  - Suasana begitu khidmat begitu terpancar pada momen Pelantikan…

Rabu, 19 Februari 2020 14:42
BREAKING NEWS

UPDATE..! Inilah Tiga Pasang Calon Kepala Daerah di Kalsel yang Diusung PDI Perjuangan

BANJARBARU - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri  membacakan…

Rabu, 19 Februari 2020 11:21

Bus Trans Banjarmasin: Biaya Operasional Hampir 1 Miliar

BANJARMASIN - Bus Trans Banjarmasin (BTB) sudah resmi diluncurkan. Angkutan…

Rabu, 19 Februari 2020 11:20

Nilai Tunjangan Turun, Satpol PP Kecewa; Lalu Mengamuk di Kantor BKD

Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banjarmasin di Jalan RE Martadinata…

Rabu, 19 Februari 2020 11:12

Verifikasi Dukungan Calon Perseorangan, Bawaslu Bentuk Pengawas Kelurahan

BANJARMASIN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka pendaftaran bakal calon…

Rabu, 19 Februari 2020 11:10

Diduga Sebabkan Sekolah Rusak, Komisi IV Panggil Manajemen Pyramid Suite

BANJARMASIN - Kepala sekolah dan Komite SDN Antasan Besar 7…

Rabu, 19 Februari 2020 11:08

Anggota Dewan Harus Turun Langsung Agar Perda Menjadi Barang Familiar

BANJARMASIN - Selama ini masyarakat kurang familiar terhadap peraturan daerah…

Rabu, 19 Februari 2020 11:06
Pemkab Balangan

Bupati Dukung Polres Balangan Tetapkan Zona Integritas

PARINGIN - Deklarasi pencanangan Zona Integritas, dilaksanakan Polres Balangan, Selasa…

Rabu, 19 Februari 2020 10:33
BREAKING NEWS

Tolak Omnibus Law, Ratusan Pekerja Ngeluruk ke DPRD Kalsel

BANJARMASIN - Ratusan pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja…

Selasa, 18 Februari 2020 14:12
Pemkab Balangan

Kejari Balangan Komitmen Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi

PARINGIN – Penetapan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers