MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 24 September 2019 11:27
Aksi #SaveMeratus di HST: Banyak yang Kecewa, Sejumlah Pendemo Memilih Walkout, Ternyata Gara-gara ini
SAMPAIKAN ASPIRASI: Sebelum walkout dari barisan aksi, gabungan mahasiswa dari banjarbaru, Banjarmasin dan barabai, juga melontarkan orasi mengktik gelaran aksi yang diikuti mereka sarat akan nuansa politik. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Aksi #Save Meratus yang digelar di Lapangan Dwi Warna Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), kemarin (23/9) siang, diwarnai walkout oleh sejumlah mahasiswa peserta aksi unjuk rasa. Mereka menilai aksi tersebut telah ditunggangi kepentingan politik oleh segelintir oknum politisi.

----

Sebelumya, aksi yang digelar sebagai respons terhadap Konferensi Global Climate Action Summit 2019 yang digelar di New York Amerika Serikat itu berjalan dengan lancar.

Dimulai sejak pukul 09.00 pagi, peserta aksi datang dari berbagai kalangan. Mulai dari para pelajar, mahasiswa, masyarakat adat, aktivis lingkungan, hingga masyarakat dari berbagai elemen lainnya yang tergabung dalam Aliansi Save Meratus.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, aksi yang diikuti masyarakat adat itu juga melibatkan ritual dan doa. Meminta keselamatan dan lancarnya aksi unjuk rasa. Setelah itu, peserta aksi secara bergantian menyampaikan orasi, hingga membacakan puisi.

Namun, ketika giliran salah seorang peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa, Muhammad Al Ikhwan berorasi dia tak hanya menyampaikan sejumlah tuntutan yang salah satunya adalah menuntut Pemerintah untuk mencabut semua izin pertambangan di Kalsel, namun juga menyampaikan kekecewaan.

“Kami datang jauh-jauh dari Banjarmasin dan Banjarbaru, berkomitmen untuk memperjuangkan Pegunungan Meratus terbebas dari pertambangan. Bukan untuk mendengarkan ceramah atau janji-janji dari politisi,” cecarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh mahasiswa lainyang berorasi, Rizal Al Niagara. Dia mangatakan bahwa sebagai mahasiswa pihaknya tak ingin disetir untuk mengikuti aksi unjuk rasa yang bernuansa politis. Atau terkesan ditunggangi oknum politisi.

“Sepatutnya, kita bicara soal isu lingkungan. Jangan malah dijadikan ajang kampanye,” ucapnya. Tak lama setelah Rizal Al Niagara menutup orasinya, puluhan mahasiswa lainnya melakukan aksi walkout. Meninggalkan lokasi aksi unjuk rasa.

Dalam aksi unjuk rasa yang digelar kemarin, memang ada beberapa politisi yang ikut serta. Sebagian di antaranya yakni anggota DPRD HST dari Partai Berkarya, Yazid Fahmi dan Supriadi, anggota DPRD HST dari Partai Keadilan Sejahtera. Namun dalam orasinya, baik Yazid maupun Supriadi, menyampaikan bahwa kehadirannya atas inisiatif sendiri.

“Saya hanya ingin memastikan, bahwa pemerintah tidak hanya melakukan janji sebatas di tulisan. Setiap kegiatan daerah, terpampang Save Meratus, saya pikir itu belum cukup. Pemerintah harus turut serta mengawal,” ucap Yazid.

Yazid juga menambahkan, sebagai anggota DPRD HST, dia berkomitmen untuk berjuang bersama masyarakat menyelamatkan Pegunungan Meratus, dari adanya pertambangan.

“Mohon izin meninggalkan acara, karena harus berangkat ke Banjarmasin, untuk melaksanakan tugas,” tambah Yazid, menutup orasinya siang itu.

Terkait aksi walkout yang dilakukan oleh mahasiswa peserta aksi #Save Meratus, Koordinator Mahasiswa Abdul Hakim, mengatakan bahwa pihaknya merasa bahwa isu #Save Meratus pada aksi kali ini diciderai oleh oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan politis. Bahkan, saat melakukan aksi, ajakan untuk mendukung salah satu calon juga sempat terdengar.

“Keinginan kami, penyelenggara aksi dapat menghadirkan Bupati HST dan Ketua DPRD HST guna menunjukkan komitmen bersama menjaga Pegunungan Meratus. Tapi mana, yang nampak justru hal-hal berbau politis,” ucapnya.

Keresahan pemuda yang sebelumnya mendapat tugas sebagai koordinator bagi mahasiswa Banjarmasin, Banjarbaru dan Barabai, pada aksi tersebut juga bukan tanpa alasan. Dia menilai, momentum aksi unjuk rasa yang berdekatan dengan Pilkada HST, dikhawatirkan bisa dimanfaatkan segelintir oknum.

“Lebih dari itu, alasan kami menuding bahwa aksi ini erat kepentingan, karena tidak sesuai dengan hasil konsolidasi sebelum aksi. Kemudian sebagian hasil konsolidasi juga tak sampai ke kami (mahasiswa,red) sebelum aksi digelar. Kami jadi bertanya-tanya ada apa. Terus terang, Kami tak rela isu Save Meratus ditunggangi kepentingan politik,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Humas HST, M Ramadlan mengatakan Bupati HST H A Chairansyah belum sempat menemui massa yang melakukan aksi Save Meratus. Bupati sedang berangkat tugas di luar daerah. “Tapi sudah diwakili oleh Kepala Dinas terkait,” ucapnya.

Direktur Eksekutif Walhi Kalsel Kisworo Dwi Cahyo, mengatakan aksi tersebut murni untuk menyelamatkan Pegunungan Meratus. Tak ada unsur politik. Kalau pun ada politisi yang berhadir, dia menilai karena undangan gelaran aksi terbuka untuk umum. Jadi, siapapun bebas untuk datang dan bergabung.

“Selain untuk memperjuangkan Save Meratus, aksi ini juga menjadi momentum Konferensi Global Climate Action Summit 2019, menghadapi perubahan iklim di New York, Amerika. Kemudian, menyambut Hari Tani Nasional. Di mana masa depan petani, juga tergantung dengan alam yang mesti harus terus dijaga” tuntasnya. (war/ran/ema)

 


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 14:29

Pontang-Panting Rumah Sakit Pikirkan Skema Pembiayaan BPJS

Tunggakan klaim BPJS Kesehatan memusingkan banyak rumah sakit di Indonesia.…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:03

Ofisial, Pelatih, dan Panitia Baku Hantam di Kejuaraan Karate

Keinginan Lemkari Kabupaten Banjar untuk menyelenggarakan kejuaraan karate bergengsi untuk…

Senin, 14 Oktober 2019 12:25

Berbincang dengan Kolektor Oeang Tempo Doeloe

Banting tulang siang dan malam demi Rupiah. Gali lubang lalu…

Minggu, 13 Oktober 2019 07:21

Lantunkan Ayat dengan Jari: Sudah Bisa Khatam, Ingin Terus Dalami Kitab Suci

Memiliki keterbatasan, bukan berarti kehilangan semangat. Buktinya, puluhan anggota persatuan…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:01

Gratiskan Honor untuk Safrah Amal, Bila Tak Manggung Jualan Es Keliling

Banua kehilangan satu lagi seniman gaek yang konsisten di jalurnya,…

Selasa, 08 Oktober 2019 10:20

Kalayangan Pagat, Grup Band yang Kampanyekan #SaveMeratus

Melalui dua lagu berjudul Merakus dan Rimba Terakhir, band bergenre…

Selasa, 08 Oktober 2019 09:48

Pengakuan Sang Penikam Ayah Tiri: Sakit Hati Melihat Ibu Disakiti

Sang penikam ayah tiri, Arafiq (22) telah dijebloskan ke sel…

Senin, 07 Oktober 2019 13:01

Melihat Cara PDAM-PDAM se-Banua Bertahan dari Krisis Air di Musim Kemarau

Musim kemarau membuat semua daerah di banua dilanda kekeringan. Warga…

Sabtu, 05 Oktober 2019 12:22

Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust di Sungai Barito Timbul

Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust yang tenggelam tahun 1859, timbul…

Kamis, 03 Oktober 2019 12:24

Wamena Kerusuhan, Bagaimana Nasib Mahasiswa Papua di Kalsel?

Kerusuhan di Wamena membuat kekhawatiran warganya yang berada di perantauan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*