MANAGED BY:
JUMAT
15 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 24 September 2019 11:29
Dengan Sumpah Al-Quran, Lihan Perdaya Korban
BUKTI SETOR UANG: Korban penipuan Lihan, Hasyim Asyari menunjukkan bukti dirinya menyetorkan sejumlah uang di salah satu bank di Banjarbaru yang ditujukan untuk Lihan pada tahun 2016 lalu. | Foto: Muhammad Rifani/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Keluar dari jeruji besi tahun 2015 silam, Lihan rupanya tak kapok-kapok. Mantan pengusaha asal Cindai Alus Kabupaten Banjar ini kembali sukses memperdaya korban-korbannya hingga puluhan miliar rupiah.

Lihan kini mendekam di ruang tahananan Mapolsek Banjarbaru Kota. Ia dijemput dari Bandung, Jawa Barat sejak Jumat (20/9) lalu. Statusnya adalah tersangka penipuan.

Kasus dugaan penipuan jilid 2 Lihan terungkap dari pelaporan seorang korban ke Polsek Banjarbaru Kota beberapa waktu lalu. Korban diketahui bernama H Hasyim Asyari, warga Banjarbaru. Ia melaporkan telah ditipu Lihan mencapai 1,2 Miliar rupiah.

Radar Banjarmasin coba mewawancarai Hasyim, kemarin (23/9) siang, Hasyim berhasil ditemui di kediaman pribadinya di Komplek Antero Raya 1, Jalan Karang Anyar, Banjarbaru.

Saat ditemui di kediamannya, Hasyim tak sendiri. Beberapa orang pria terlihat bersamanya. Belakangan, Radar Banjarmasin mengonfirmasi mereka adalah sebagian dari ratusan warga yang tertipu oleh Lihan. Sebagian lagi tim kuasa hukum Hasyim.

Hasyim sendiri merupakan kenalan dekat Lihan sejak beberapa tahun lalu. Bahkan dari ceritanya, pria yang kesehariannya sebagai Ustadz ini adalah orang yang selalu membantu Lihan. Khususnya soal urusan duit.

"Saya kenal sudah lama, sebelum kasus itu (tahun 2010). Bahkan ketika Lihan dipenjara, saya yang membantunya dari ditahan sampai keluar (tahun 2015)," ceritanya.

Bernasib senada dengan korban penipuan Lihan dahulu, Hasyim menyetorkan uangnya ke Lihan. Angkanya fantastis! 25 Miliar rupiah. 10 Miliar uang pribadinya, sisanya dari akumulasi kurang lebih 400 orang yang kembali berinvestasi kepada Lihan melalui Hasyim.

Hingga sekarang, uang seperempat triliun yang dijanjikan Lihan bertambah tak jelas. Bisa dipastikan uang tersebut tak kembali seperti kasus di tahun 2010 silam.

Celakanya. setelah disuntik gelontoran dana besar, Lihan rupanya malah membandel. Bukannya bertanggungjawab, ia malah makin memanfaatkan Hasyim.

"Saya selalu setor uang dan memenuhi keperluan dia selama di penjara. Ibaratnya selama di tahan, ia seperti raja. Itu saya yang bantu sampai keperluan makannya. Uang jutaan rupiah kiriman kita bahkan dihambur-hamburkannya selama di sel," aku Hasyim.

Lantas mengapa Hasyim masih percaya dengan Lihan meski mantan terpidana ini punya catatan hitam?

"Saya hanya ingin uang masyarakat yang jadi korban itu bisa dikembalikannya. Karena ia berjanji dulu akan mengembalikan uang tersebut, soalnya katanya uang simpanannya masih ada," bebernya.

Hasyim tak menaruh kecurigaan bahwa Lihan akan kembali menipunya. Apalagi cerita Hasyim, selain janji lisan, Lihan sampai berani bersumpah Al-Quran di hadapannya bahwa ia akan mengembalikan uang dari korban-korbannya.

"Ingat betul saya dia itu bersumpah Al-Quran di hadapan saya, bahkan nyebut demi Allah bakal mengembalikan. Tentu saya percaya, apalagi kita satu keyakinan," ingatnya.

Lihan juga berkata bahwa uang masyarakat yang dulu diinvestasikan kepadanya masih tersimpan dengan aman. Ia mengatakan tak membeberkan ini sewaktu di pengadilan maupun penyidikan saat itu.

Rupanya, setelah dibebaskan bersyarat tahun 2015 lalu, Lihan malah meninggalkan Hasyim. "Dia itu sudah tidak ada peri kemanusiaannya. Saya bantu maksimal, tapi dia malah menipu saya. Saya tak mau lagi melihat mukanya!" ucap Hasyim.

Memang kata Hasyim, selepas Lihan bebas Komunikasi mereka masih lancar. Lihan pun tampak meyakinkan bahwa ia dapat mengembalikan uang itu. Namun rupanya, semua janjinya tak pernah ditepati.

"Saya sampai lebih dari lima kali ke Singapura dengan dia. Ya untuk mengambil uangnya yang katanya ada di luar negeri. Namun selalu gagal, macam-macam alasannya," kenangnya.

Lambat laun, Hasyim yang tak bisa menahan kesabarannya akhirnya mengambil sikap. Lihan dilaporkannya ke aparat penegak hukum dengan dugaan kasus penipuan. Apalagi kata Hasyim, sejak akhir 2018 nomernya telah diblokir Lihan. Ia pun putus komunikasi.

Modus penipuan yang dijadikan jebakan Lihan ke Hasyim berkedok pembayaran Tax Amnesty (pengampunan pajak). Tujuannya untuk memuluskan uang Lihan yang masih tertahan di luar negeri.

Lihan menjanjikan akan mengembalikan 50 Miliar kepada Hasyim. Namun syaratnya harus menyetor 1,2 M sebagai Tax Amnesty. "Itu sudah saya setor beberapa kali ke dia. Tapi tidak ada kejelasan. Bahkan katanya uang 50 Miliar hanya di awal saja, ia menjanjikan sampai 950 Miliar lagi jika tahapan awal sukses," imbuh Hasyim.

Hasyim mengakui Lihan memang piawai, ia mampu menipu Hasyim dengan berbagai bukti. Seperti Surat Bukti Tax Amnesty KPP (Kantor Pajak Pratama) Serpong yang dipalsukan, hingga cek dari beberapa bank yang ternyata tak bisa ditarik.

"Saya jujur berterima kasih karena Polisi dapat menangkap dan membawanya ke sini. Sebenarnya ada banyak kerugian saya lainnya kepada dia, tapi yang saya laprokan yang perkara 1,2 M ini," ujar Hasyim.

Soal harapan, Hasyim meminta Lihan diadili dengan hukum yang berlaku. "Saya serahkan ke pihak kepolisian. Yang jelas saya tak mau lagi berurusan dengannya," tegasnya mengatakan kapok dengan Lihan.

Saat ini, Lihan sendiri diamankan di Mapolsek Banjarbaru Kota. Statusnya sebagai tahanan kepolisian. Ia juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Dijerat dengan pasal 378 KUHP Tindak Pidana Penipuan dengan ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun penjara.

Terkait kondisi Lihan, wartawan menyambangi Mapolsek Banjarbaru Kota. Sayang, awak media yang ingin memgambil visual tak diperkenankan melihat langsung kondisi pria yang pernah menjadi ustaz pesantren itu.

Namun dari monitor yang menampikan rekaman CCTV ruang tahanan, tampak Lihan terbaring menyedihkan. Ia hanya mengenakan kaos hitam dan celana pendek. Sang tokoh banua yang pernah berjaya dengan bisnis helikopter dan intan itu, tampak berbagi sel dengan tahanan kepolisian lainnya.

Kapolsek Banjarbaru Kota, Kompol Purbo Raharjo melalui Kanit Reskrim, Iptu Yuli Tetro menjabarkan jika kondisi Lihan sedang tidak fit. "Dari Bandung dia sudah tidak begitu sehat," ujar Tetro.

Saat ditanya soal siapa saja yang diperbolehkan membesuk, Tetro menjawab jika pembesukan Lihan dibatasi. Sejauh ini hanya Istri Lihan yang diperbolehkan berkunjung. "Kita menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga demi kesehatan yang bersangkutan," tambahnya.

Ihwal kasus, Tetro menegaskan jika hanya satu dugaan perkara yang dilayangkan ke Lihan. Yakni pelaporan Hasyim atas penipuan dengan modus pembayaran Tax Amnesty senilai 1,2 M. "Hanya yang ini. Ini kita dalam proses ke penyidikan."

Tetro mengatakan tak ada perlakuan atau pengamanan khusus terhadap Lihan.

Terbongkarnya penipuan ini membuat memori masyarakat bangkit kembali. Pasalnya, bekas terpidana investasi fiktif bernilai satu triliun di Kalsel itu belum sepenuhnya mengembalikan dana masyarakat yang diinvestasikan kepadanya beberapa tahun lalu.(rvn/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 14 November 2019 11:34

Kebakaran Pasar Batuah, CSR Juga Harus Ikut Membantu

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah meninjau lokasi kebakaran…

Kamis, 14 November 2019 11:04

Lelang Barang Rampasan Ludes

MARABAHAN - Laris manis, itulah yang pantas untuk lelang barang…

Kamis, 14 November 2019 10:42

Diduga Lupa Matikan Kompor, Rumah Hangus

BANJARBARU - Musibah kebakaran kembali terjadi di Banjarbaru. Sebuah rumah…

Rabu, 13 November 2019 11:34

7 Pedagang Miras Digebrak, 748 Botol Bir Disita

BANJARMASIN - Satpol PP Banjarmasin merazia sembilan tempat yang menjual…

Rabu, 13 November 2019 11:24

Saat Hujan Deras, 17 Rumah Terbakar, 1 Tewas

BANJARMASIN - Saat hujan deras mengguyur Banjarmasin, si jago merah…

Rabu, 13 November 2019 10:58

Kasus Tenggelamnya Bocah di Tirta Kencana Pelaihari, Aparat Usut Dugaan Kelalaian

PELAIHARI – Aparat masih belum menentukan tersangka, atas insiden tewasnya…

Rabu, 13 November 2019 10:54

Jelang Magrib, Puting Beliung Terjang Cerbon

MARABAHAN - Bahaya angin puting beliung masih menghantui Kabupaten Batola.…

Selasa, 12 November 2019 11:31

Operasi Zebra Sudah Ditutup, Tapi Razia Bisa Kapan Saja, Banyak Pengendara yang panik

BANJARMASIN - Baru sepekan Operasi Zebra Intan 2019 ditutup, Satlantas…

Selasa, 12 November 2019 10:59

Motor Satpam Nyaris Raib, Pelaku Warga Pasuruan

BANJARMASIN - Yunus (25), warga Desa Kronto Rt 02 Rw…

Senin, 11 November 2019 11:15

Sudah 6 Bulan, Kasus Pencurian Sepeda Motor Belitung Darat Terungkap

BANJARMASIN - Enam bulan berlalu, kasus pencurian sepeda motor Jalan Belitung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*