MANAGED BY:
KAMIS
05 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 25 September 2019 11:26
Ini Akibatnya Kalau Dendam Lama Bersemi Kembali
MENGAKU MENYESAL: Tujuh tahun silam, korban pernah menyiram salah satu tersangka dengan air keras. Kasus itu sudah tuntas diproses hukum. Tapi dendam lama tetap disimpan tersangka. | FOTO: MAUALANA/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, MENGENAKAN baju tahanan warna oranye, Indrawan Nur Ahmad (41) dan Muhammad Husni (34) digiring keluar Polsekta Banjarmasin Barat, kemarin (24/9).

Keduanya adalah tersangka pengeroyokan tetangga berujung maut. Korbannya adalah Mursidi (41) yang meninggal dunia di Rumah Sakit TPT Dr Soeharsono, Minggu (22/9).

Sadar menghadapi sorot kamera awak media, kakak dan adik ipar itu tertunduk. Dalam gelar pekara itu, Husni lebih banyak bicara ketimbang Indra.

"Saya terlanjur mengambil hati. Kakak ipar saya ditantang berkelahi. Sudah berkali-kali saya mendengarnya. Siapa hatinya yang tak sangkal (dongkol)," ujarnya sambil memukul dadanya.

"Kemarin itu amarah saya spontan muncul. Korban bersama dengan temannya menantang kakak ketika berpapasan di dalam gang. Sempat ribut, dia meminta mengambil senjata. Kebetulan saya sedang di rumah. Langsung saja kami cari mereka," tambahnya.

Kedua tersangka kemudian mendapati korban sedang sendirian di tikungan Gang Rahayu Jalan Sutoyo S Banjarmasin Barat.

Sudah tersulut marah, Husni dengan beringas menyerang korban tanpa ampun. Leher belakang korban dipukul. Tak berkutik, serangan bertubi-tubi mendarat di punggung dan lengannya. Pergelangan tangan kiri korban hampir putus.

"Kami langsung kabur ke Alalak ke tempat kakak saya. Di sana untuk menitipkan senjata tajam kami," ucapnya. Kendati seperti itu Husni, mengaku menyesal atas apa yang sudah terjadi.

Dia mengaku tak bisa membendung amarah setannya. "Menyesal pasti, tapi mau apa lagi sudah terjadi. Saya sakit hati," tukasnya.

Kapolsekta Banjarmasin Barat AKP Mars Suryo Kartiko menjelaskan, penganiayaan itu memiliki motif dendam lama. Kedua kubu memiliki banyak masalah. Rupanya, tersangka (Husni) pernah menjadi korban penyiraman air keras oleh korban pada tahun 2012 silam.

"Kasus itu sampai ke meja hijau dan korban menerima vonis hukuman penjara pada masa itu," terang Mars.

Dalam penganiayaan, Indrawan tak melakukan apa-apa. Eksekutornya adalah sang adik ipar. Kendati demikian polisi tetap menetapkan dia sebagai tersangka. Lantaran telah merencanakan melakukan penganiayaan hingga korban tewas .

"Dia yang punya perselisihan dengan korban. Dia menceritakannya kepada Husni. Lalu sama-sama berangkat mencari korban hingga terjadi penganiayaan berat," katanya.

Indrawan disangkakan pasal 340 KUHP. Sedangkan Husni dijerat pasal 340 KUHP jo 338 KUHP.

Keduanya dibekuk polisi pada Senin (23/9) dini hari di Jalan Ahmad Yani kilometer 5. Persisnya di Kompleks Karya Mandiri RT 23 Kelurahan Pemurus Luar Banjarmasin Timur. Tim buser dipimpin Mars dan dibantu personel Jatanras Polresta Banjarmasin.

"Kami amankan mereka di rumah kawannya. Setelah menggali informasi sejumlah keluarga. Setelah menganiaya, mereka pergi ke Alalak, lalu ke pal lima. Kami menyita empat sajam. Bahkan salah satunya masih ada bekas darah," tutupnya. (lan/fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 05 Desember 2019 09:27

Selain Kasus Terorisme, Warga Miskin Dapat Pendampingan Hukum Gratis

BANJARMASIN – Bukana rahasia lagi jika tarif jasa bantuan atau…

Kamis, 05 Desember 2019 07:18

Razia Bongkar Muat di Djok Mentaya, Dishub Diajak Kucing-kucingan

BANJARMASIN - Para pemilik ruko pergudangan di Jalan Djok Mentaya…

Kamis, 05 Desember 2019 07:14

Biasanya Riang jadi Lebih Pendiam, ABK Tugboat Tenggelam di Sungai Barito

BANJARMASIN - Pencarian ABK (anak buah kapal) Trans Power 165,…

Rabu, 04 Desember 2019 11:17

Alfurqan, Kitab Suci Pengikut 'Nabi dari HST', Kejiwaan Nasruddin Bakal Diperiksa

BARABAI - Meski rumah kayu yang terletak di Desa Kahakan,…

Rabu, 04 Desember 2019 10:55

Andalkan CCTV, Dua Perampok Alfamart Masih Diburu, Polisi Belum Temukan Titik Terang

BANJARMASIN - Polisi belum menemukan titik terang dari kasus perampokan…

Rabu, 04 Desember 2019 10:38

Pembelinya Banyak Berstatus Pelajar, Pengedar Alkohol di Rantau Diringkus

RANTAU – Sejak peristiwa berdarah hingga mengakibatkan korban meninggal dunia…

Rabu, 04 Desember 2019 10:36

Angkut BBM Ilegal, Warga Daha Selatan Diamankan

AMUNTAI - Diduga melakukan praktik ambil untung dalam bisnis bahan…

Rabu, 04 Desember 2019 10:35

Pemohon SIM Tak Pernah Sepi, Polantas Jamin Tak Gunakan Calo

BATULICIN - Ruang tunggu pembuatan surat izin mengemudi (SIM) di…

Rabu, 04 Desember 2019 10:30

Resahkan Warga, Belasan Anak Punk Ditertibkan

BANJARBARU - Keberadaan belasan anak jalanan yang mengklaim sebagai anak…

Selasa, 03 Desember 2019 13:07

Bungkus Alkohol ke Plastik Putih, Pengedar Minimal Beralkohol Digrebek

RANTAU - Semenjak peristiwa berdarah hingga mengakibatkan korban meninggal dunia…

PLN Luncurkan Program KSKT Go

Lembaga Internasional Beri Penghargaan Program 5.000 Wirausaha Baru Tabalong

Bupati Mulai Pengerjaan Rumah Sakit Rp5 Miliar di Kelua

Balangan Raih Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik

Nasib Perajin Purun: Diorder untuk Acara Nasional, Purunnya Sudah Jadi Tapi Belum Dibayar, Pemesannya Malah Menghilang

PPP Bergejolak, Darmawan Jaya Dicopot dari Kursi Ketua DPC, PPP Fokus Usung Aditya-Iwansyah

Sederhanakan Birokrasi, Pemerintah Pusat Pindahkan Pegawai ke Fungsional

HKSN 2019, Kedatangan Jokowi Belum Pasti

Alfurqan, Kitab Suci Pengikut 'Nabi dari HST', Kejiwaan Nasruddin Bakal Diperiksa

Pilkada 2020: Kampanye Hanya 71 Hari, Petahana Dilarang Rotasi Pejabat
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.