MANAGED BY:
RABU
11 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 26 September 2019 12:34
Terkepung Api dan Dengar Suara Perempuan Tertawa

Pengalaman Berkesan Anggota BPBD Padamkan Karhutla

Anggota BPBD Banjarbaru saat bertugas memadamkan karhutla di kawasan Banjarbaru. | FOTO: DOK PRIBADI

PROKAL.CO, Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan dibuat kewalahan dengan banyaknya titik api yang muncul setiap harinya. Seperti dirasakan anggota BPBD Banjarbaru. Saking banyaknya kebakaran yang dihadapi, mereka punya pengalaman berkesan saat berjibaku memadamkan api.

-- Oleh: SUTRISNO, Banjarbaru --

Radar Banjarmasin, Rabu kemarin berkunjung ke posko penanggulangan karhutla BPBD Banjarbaru di Jalan Trikora. Penulis bermaksud mendengarkan pengalaman berkesan para petugas yang ada di sana kala memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

Ketika penulis tiba, posko terlihat sepi. Hanya ada sekitar empat petugas yang terlihat duduk. Mereka mendengarkan informasi kondisi di lapangan melalui radio amatir yang ditaruh di dalam posko.

"Orang banyak yang ke lapangan, Mas. Ada kebakaran lahan di beberapa titik. Jadi posko sepi," kata salah seorang petugas bernama Edi Sumampao, saat ditanya tentang keadaan posko. Penulis pun menyampaikan ingin mendengarkan pengalaman berkesan para anggota BPBD Banjarbaru saat memadamkan karhutla selama musim kemarau tahun ini.

Dengan semangat Edi menuturkan, ada banyak pengalaman yang tak terlupakan yang sudah mereka alami. "Saking banyaknya, kami sampai lupa, Mas. Hanya ada beberapa yang kami ingat," tuturnya.

Dia pun meminta temannya, Fajar, untuk menceritakan pengalamannya terkepung api ketika memadamkan lahan terbakar di Sungai Tiung, Cempaka. "Ini Mas, dia baru-baru tadi terkurung api di Cempaka," kata Edi sambil menunjuk ke arah Fajar.

Fajar membenarkan hal itu. Dia mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi pekan lalu. "Saya terkurung api bersama satu teman yang juga dari BPBD dan dua anggota TNI yang ikut memadamkan api," ungkapnya.

Dia menceritakan, kejadian itu bermula ketika mereka mencoba memadamkan api dengan cara dikepyok. Sedang sibuk-sibuknya mengepyok, ternyata arah angin berubah hingga membuat api mengelilingi mereka.

"Tiba-tiba saja api mengelilingi kami. Kami pun harus berpikir bagaimana caranya supaya bisa keluar dari api," ceritanya.

Kurang lebih setengah jam mereka berada di tengah-tengah kobaran api. Beruntung, api tidak sampai mendekati mereka. "Ketika arah angin berubah lagi, ternyata ada jalan untuk kami keluar. Kami pun langsung keluar," ujarnya.

Menurutnya, kebakaran yang terjadi di Sungai Tiung itu memang cukup luas. Sebab, Satgas Karhutla yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri, Manggala Agni dan masyarakat peduli api memerlukan waktu lama untuk memadamkannya. Mereka berjibaku sejak sore sampai pagi hari.

"Kami harus ganti shift untuk memadamkan api di sana. Kami lihat hamparan lahan di sana seperti lautan api," katanya. 

Dia menambahkan, dalam menangani karhutla, anggota BPBD bertugas sesuai dengan jadwal shift. Setiap harinya mereka mendapatkan jatah istirahat 12 jam. "Tapi, kalau teman-teman kewalahan, yang libur juga harus ikut membantu," ujarnya.  

Selain pengalaman terkurung api, anggota BPBD Banjarbaru juga memiliki pengalaman mistis. Peristiwanya terjadi ketika memadamkan karhutla di kawasan Tambak Buluh, Landasan Ulin, pada malam hari.

Cerita horor tersebut dikisahkan Edi. Dia mengungkapkan, peristiwa itu terjadi beberapa pekan yang lalu. "Mistisnya begini, saat tim sedang memadamkan api, tiba-tiba ada suara perempuan dan anak-anak tertawa. Padahal, di sana tidak ada perempuan apalagi anak-anak," ungkapnya.

Suara aneh itu didengarkan oleh semua anggota yang sedang berada di sana. "Semuanya mendengar. Kalau cuma satu atau dua orang mungkin kabar itu bisa bohong, tapi ini semua mendengar," ceritanya.

Dia menuturkan, menjadi anggota BPBD memang banyak pengalaman berkesan. Mulai dari pengalaman menghadapi bahaya, lucu hingga menakutkan. "Tapi, semua itu selalu kami lewati dengan hati ikhlas. Intinya, kita bawa senang-senang saja," tuturnya.

Pria berusia 40 tahun ini pun berharap musim hujan segera tiba, agar karhutla dapat berkurang. "Selama musim masih kemarau, karhutla sulit untuk ditangani. Setiap hari ada lima hingga tujuh titik api yang muncul di Banjarbaru," ucapnya.

Dia pun menyinggung tuntutan Aliansi Mahasiswa Kalsel yang meminta pemerintah daerah mengatasi karhutla dalam tempo dua pekan. Menurutnya, hal itu mustahil untuk direalisasikan.

"Cuma mimpi bisa mengatasi karhutla dengan waktu singkat. Buktinya, kami selama berbulan-bulan memadamkan api sampai sekarang karhutla masih ada," paparnya. Edi pun menyarankan agar mahasiswa melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan saat lahan diamuk api. "Jangan bicara kalau belum melihat kenyataan di lapangan," pungkasnya. (ris/ema)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 05 Desember 2019 09:57

Putra Banua Jadi Peneliti Teknologi Nano di Jepang, Curi Perhatian Kampus, Diangkat Jadi Asisten Profesor

Diam-diam, Banua punya putra berprestasi di bidang ilmu fisika. Dia…

Rabu, 04 Desember 2019 11:29

Nasib Perajin Purun: Diorder untuk Acara Nasional, Purunnya Sudah Jadi Tapi Belum Dibayar, Pemesannya Malah Menghilang

Nasib sial diterima salah satu perajin purun di Kelurahan Palam,…

Selasa, 03 Desember 2019 11:40

Kokedama, Usaha Baru Jenis Florikultura di Kalsel: Belajar dari Youtube, Laku Dijual Melalui Online

Kokedema memang belum booming. Padahal seni bercocok tanam tanpa pot…

Senin, 02 Desember 2019 12:41

Bertemu Nasruddin, Lelaki yang Diisukan Menyebarkan Ajaran Sesat di HST

Nasruddin mengaku dua kali didatangi aparat keamanan. Permintaananya sama: meminta…

Senin, 02 Desember 2019 12:35

Wawancara dengan Nasruddin, "Sang Nabi" dari Kakahan

Radar Banjarmasin dua kali mewawancarai Nasruddin. Pertemuan pertama pada 20…

Jumat, 29 November 2019 11:08

Gagal Masuk Akpol, Rebut Emas SEA Games

Dibalik jabatannya sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan…

Jumat, 29 November 2019 09:56

Dinas Kehutanan Buka Harapan untuk Pengungsi Bisa Membangun Rumah

Pemprov Kalsel berencana membagikan ratusan kubik kayu dan papan kepada…

Kamis, 28 November 2019 11:45

Dari Korban Sebuku: Rumah Boleh Lapuk, Kenangannya Tidak

Wajah nelayan tua itu tegas. Guratannya dalam. Hampir tidak terlihat…

Rabu, 27 November 2019 08:05

Cerita-Cerita yang Tersisa dari Kebakaran Sebuku (2)

Haji Nanang, pedagang terbesar itu merugi miliaran rupiah. Toko dan…

Selasa, 26 November 2019 07:01

Siang Mengajar, Malam Ngojek

Tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Tapi apakah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.