MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 28 September 2019 11:17
Melihat Fenomena Hujan di Musim Kemarau

Hujan Turun Karena Kelembaban Udara

FENOMENA BIASA: Hujan yang mengguyur Banjarbaru belum lama tadi. Fenomena ini biasa di musim kemarau.

PROKAL.CO, Dalam dua hari terakhir hujan berulangkali mengguyur sejumlah wilayah di Kalsel, padahal BMKG menyebut bahwa bulan ini masih musim kemarau.

Lalu apa sebenarnya yang mempengaruhi turunnya hujan?

--

PRAKIRAWAN Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, Bayu Kencana Putra menjelaskan, hujan yang turun dipengaruhi oleh kelembaban udara di lapisan bawah dan menengah yang cukup basah.

“Selain itu, di wilayah Kalsel juga terdapat shearline (belokan angin) sehingga potensi untuk tumbuhnya awan-awan hujan cukup besar,” katanya.

Ditambahkannya, hujan yang turun sendiri intensitasnya bervariasi. Mulai dari rendah, sedang hingga lebat. “Kondisi ini berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, karena gelombang di Laut Jawa dan Perairan Kotabaru bisa mencapai 2,5 meter,” tambahnya.

Lanjutnya, hujan berpotensi turun kembali di sejumlah daerah pada hari ini. Yakni, di Kotabaru, Batola, Tapin, HSS, HST, Balangan, HSU, dan Tabalong.

“Penyebabnya sama karena kelembaban udara dan shearline,” bebernya.

 

Secara terpisah, Kepala Seksi Pengolahan Data pada Stasiun Klimatologi Klas I Banjarbaru, Miftahul Munir menyampaikan bahwa turunnya hujan pada musim kemarau sesuatu yang normal. “Secara iklim normal. Karena ada beberapa penyebabnya, salah satunya lantaran kelembaban udara,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, Stasiun Klimatologi Klas I Banjarbaru memprediksi awal musim hujan akan tiba pada pertengahan Oktober. “Pertengahan Oktober paling cepat, ada pula daerah yang baru memasuki musim hujan pada November dan Desember,” ungkapnya.

Berdasarkan data mereka daerah yang diperkirakan lebih dulu memasuki musim hujan yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Batola, Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Tengah. “Empat daerah ini memasuki awal musim hujan pada bulan Oktober,” ucap Munir.

Sementara itu, pada awal November daerah yang memasuki musim hujan yaitu Banjarbaru, Banjar, Balangan dan Tabalong. “Lalu pada pertengahan hingga akhir November giliran HSS dan Kotabaru yang memasuki musim hujan,” bebernya.

Dijelaskannya, peralihan musim kemarau ke hujan sendiri nantinya ditandai dengan turunnya hujan deras secara tiba-tiba tiap sore hari. “Misal, sore ini hujan, kemudian dua sampai tiga hari berikutnya panas. Lalu, hari berikutnya hujan lagi pada sore harinya. Nah, itu tanda memasuki peralihan musim,” jelasnya.

Akan tetapi, jika hanya hujan sebentar pada siang hari seperti yang terjadi pada beberapa hari terakhir menurutnya hanya fenomena biasa pada musim kemarau. “Walaupun musim kemarau,bukan berarti tidak turun hujan,” ujarnya.

Lanjutnya, selama intensitas hujan masih di bawah 50 mm selama tiga dasarian atau 10 hari berturut-turut, maka sebutnya itu menunjukkan musim masih kemarau. “Walaupun dalam satu hari ada hujan deras, tapi selama tiga dasarian cuma 50 mm artinya masih musim kemarau,” pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 11:52

TERUNGKAP..! Dari Pengidap AIDS di Banjarbaru: Banyak Pria Suka Pria Secara Rahasia

HIV/AIDS di Banjarbaru setiap tahunnya selalu merenggut nyawa. Jumlah kasusnya…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:29

Pontang-Panting Rumah Sakit Pikirkan Skema Pembiayaan BPJS

Tunggakan klaim BPJS Kesehatan memusingkan banyak rumah sakit di Indonesia.…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:03

Ofisial, Pelatih, dan Panitia Baku Hantam di Kejuaraan Karate

Keinginan Lemkari Kabupaten Banjar untuk menyelenggarakan kejuaraan karate bergengsi untuk…

Senin, 14 Oktober 2019 12:25

Berbincang dengan Kolektor Oeang Tempo Doeloe

Banting tulang siang dan malam demi Rupiah. Gali lubang lalu…

Minggu, 13 Oktober 2019 07:21

Lantunkan Ayat dengan Jari: Sudah Bisa Khatam, Ingin Terus Dalami Kitab Suci

Memiliki keterbatasan, bukan berarti kehilangan semangat. Buktinya, puluhan anggota persatuan…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:01

Gratiskan Honor untuk Safrah Amal, Bila Tak Manggung Jualan Es Keliling

Banua kehilangan satu lagi seniman gaek yang konsisten di jalurnya,…

Selasa, 08 Oktober 2019 10:20

Kalayangan Pagat, Grup Band yang Kampanyekan #SaveMeratus

Melalui dua lagu berjudul Merakus dan Rimba Terakhir, band bergenre…

Selasa, 08 Oktober 2019 09:48

Pengakuan Sang Penikam Ayah Tiri: Sakit Hati Melihat Ibu Disakiti

Sang penikam ayah tiri, Arafiq (22) telah dijebloskan ke sel…

Senin, 07 Oktober 2019 13:01

Melihat Cara PDAM-PDAM se-Banua Bertahan dari Krisis Air di Musim Kemarau

Musim kemarau membuat semua daerah di banua dilanda kekeringan. Warga…

Sabtu, 05 Oktober 2019 12:22

Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust di Sungai Barito Timbul

Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust yang tenggelam tahun 1859, timbul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*