MANAGED BY:
SABTU
14 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 28 September 2019 11:17
Melihat Fenomena Hujan di Musim Kemarau

Hujan Turun Karena Kelembaban Udara

FENOMENA BIASA: Hujan yang mengguyur Banjarbaru belum lama tadi. Fenomena ini biasa di musim kemarau.

PROKAL.CO, Dalam dua hari terakhir hujan berulangkali mengguyur sejumlah wilayah di Kalsel, padahal BMKG menyebut bahwa bulan ini masih musim kemarau.

Lalu apa sebenarnya yang mempengaruhi turunnya hujan?

--

PRAKIRAWAN Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, Bayu Kencana Putra menjelaskan, hujan yang turun dipengaruhi oleh kelembaban udara di lapisan bawah dan menengah yang cukup basah.

“Selain itu, di wilayah Kalsel juga terdapat shearline (belokan angin) sehingga potensi untuk tumbuhnya awan-awan hujan cukup besar,” katanya.

Ditambahkannya, hujan yang turun sendiri intensitasnya bervariasi. Mulai dari rendah, sedang hingga lebat. “Kondisi ini berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, karena gelombang di Laut Jawa dan Perairan Kotabaru bisa mencapai 2,5 meter,” tambahnya.

Lanjutnya, hujan berpotensi turun kembali di sejumlah daerah pada hari ini. Yakni, di Kotabaru, Batola, Tapin, HSS, HST, Balangan, HSU, dan Tabalong.

“Penyebabnya sama karena kelembaban udara dan shearline,” bebernya.

 

Secara terpisah, Kepala Seksi Pengolahan Data pada Stasiun Klimatologi Klas I Banjarbaru, Miftahul Munir menyampaikan bahwa turunnya hujan pada musim kemarau sesuatu yang normal. “Secara iklim normal. Karena ada beberapa penyebabnya, salah satunya lantaran kelembaban udara,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, Stasiun Klimatologi Klas I Banjarbaru memprediksi awal musim hujan akan tiba pada pertengahan Oktober. “Pertengahan Oktober paling cepat, ada pula daerah yang baru memasuki musim hujan pada November dan Desember,” ungkapnya.

Berdasarkan data mereka daerah yang diperkirakan lebih dulu memasuki musim hujan yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Batola, Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Tengah. “Empat daerah ini memasuki awal musim hujan pada bulan Oktober,” ucap Munir.

Sementara itu, pada awal November daerah yang memasuki musim hujan yaitu Banjarbaru, Banjar, Balangan dan Tabalong. “Lalu pada pertengahan hingga akhir November giliran HSS dan Kotabaru yang memasuki musim hujan,” bebernya.

Dijelaskannya, peralihan musim kemarau ke hujan sendiri nantinya ditandai dengan turunnya hujan deras secara tiba-tiba tiap sore hari. “Misal, sore ini hujan, kemudian dua sampai tiga hari berikutnya panas. Lalu, hari berikutnya hujan lagi pada sore harinya. Nah, itu tanda memasuki peralihan musim,” jelasnya.

Akan tetapi, jika hanya hujan sebentar pada siang hari seperti yang terjadi pada beberapa hari terakhir menurutnya hanya fenomena biasa pada musim kemarau. “Walaupun musim kemarau,bukan berarti tidak turun hujan,” ujarnya.

Lanjutnya, selama intensitas hujan masih di bawah 50 mm selama tiga dasarian atau 10 hari berturut-turut, maka sebutnya itu menunjukkan musim masih kemarau. “Walaupun dalam satu hari ada hujan deras, tapi selama tiga dasarian cuma 50 mm artinya masih musim kemarau,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 12 Desember 2019 11:02

Masih Jualan Es Saat Pengumuman Kelulusan Polisi

Hari ini ia tepat berulang tahun ke 56 tahun. Guratan…

Minggu, 08 Desember 2019 16:21

Mahir Pijat, Belum Tentu Bisa Pijat Refleksi, Tuna Netra Diberi Pelatihan Pijat Refleksi

Soal jasa pijat, para tuna netra memiliki kelebihan tersendiri. Namun…

Kamis, 05 Desember 2019 09:57

Putra Banua Jadi Peneliti Teknologi Nano di Jepang, Curi Perhatian Kampus, Diangkat Jadi Asisten Profesor

Diam-diam, Banua punya putra berprestasi di bidang ilmu fisika. Dia…

Rabu, 04 Desember 2019 11:29

Nasib Perajin Purun: Diorder untuk Acara Nasional, Purunnya Sudah Jadi Tapi Belum Dibayar, Pemesannya Malah Menghilang

Nasib sial diterima salah satu perajin purun di Kelurahan Palam,…

Selasa, 03 Desember 2019 11:40

Kokedama, Usaha Baru Jenis Florikultura di Kalsel: Belajar dari Youtube, Laku Dijual Melalui Online

Kokedema memang belum booming. Padahal seni bercocok tanam tanpa pot…

Senin, 02 Desember 2019 12:41

Bertemu Nasruddin, Lelaki yang Diisukan Menyebarkan Ajaran Sesat di HST

Nasruddin mengaku dua kali didatangi aparat keamanan. Permintaananya sama: meminta…

Senin, 02 Desember 2019 12:35

Wawancara dengan Nasruddin, "Sang Nabi" dari Kakahan

Radar Banjarmasin dua kali mewawancarai Nasruddin. Pertemuan pertama pada 20…

Jumat, 29 November 2019 11:08

Gagal Masuk Akpol, Rebut Emas SEA Games

Dibalik jabatannya sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan…

Jumat, 29 November 2019 09:56

Dinas Kehutanan Buka Harapan untuk Pengungsi Bisa Membangun Rumah

Pemprov Kalsel berencana membagikan ratusan kubik kayu dan papan kepada…

Kamis, 28 November 2019 11:45

Dari Korban Sebuku: Rumah Boleh Lapuk, Kenangannya Tidak

Wajah nelayan tua itu tegas. Guratannya dalam. Hampir tidak terlihat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.