MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 28 September 2019 11:20
Sebenarnya Kemarau Berakhir di Akhir Oktober, Lalu Hujan Kemarin Fenomena Apa? Begini Kata BMKG
SYUKUR HUJAN: Tiga hari terakhir, Banjarmasin terus diguyur hujan deras. Terik kemarau berkurang, udara berkabut pun tersapu. Foto diambil kemarin sore di Jalan S Parman. | FOTO: FAHRIADI NUR/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Tiga hari terakhir, setiap sore Banjarmasin diguyur hujan deras. Disertai angin kencang dan petir. Apakah ini pertanda musim hujan sudah tiba?

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) punya jawabannya. Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru Goeroeh Tjiptanto coba menjelaskannya.

"Kemarau bukan berarti enggak ada hujan. Tetap ada. Hanya saja hujan di titik-titik tertentu dan tidak luas," jelasnya.

Menurutnya, hujan dalam beberapa hari terakhir adalah hal lumah. Fenomena biasa. Ketika air laut menguap dan membentuk gumpalan awan.

Ini efek suhu panas di daratan. "Awan terbentuk karena penguapan air laut. Kemudian terbawa ke daratan," jelasnya.

Apakah ini akibat hujan buatan untuk menghalau kebakaran lahan? Goeroeh tak bisa memastikan. Butuh pengamatan mendalam. Apakah murni atau tidak.

"Untuk mengetahui hujan buatan atau tidak, harus uji lab dari sampel air hujan. Apakah ada garamnya atau tidak. Jadi tidak bisa menduga-duga," ucapnya.

Selain itu mesti melihat arah angin. Apakah memang benar dari awan yang ditaburi garam. "Harus diuji," tegasnya.

Kapan musim hujan sebenarnya tiba? Jawabannya tergantung daerahnya. Menyesuaikan lokasi dan struktur geografi wilayah. "Pada satu daerah awal Oktober, di daerah lain bisa akhir November," sebutnya.

Untuk wilayah Banjarmasin, BMKG memprediksi awal musim hujan baru tiba pada akhir Oktober. Puncaknya pada Januari tahun depan. "Tidak semua daerah di Kalsel ini sama," pungkasnya.

Artinya, pergantian musim masih lama. Setidaknya sebulan lagi. Jika pun hujan terjadi, bisa jadi karena suhu yang terlampau panas atau taburan garam untuk hujan buatan. (nur/fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 11:44

Nahwan Kandidat Kuat Kadispersip

BANJARBARU - Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Banjarbaru Radius…

Kamis, 17 Oktober 2019 11:36

Maju Pilgub, Meski Percaya Diri, Kans Denny Berat

BANJARMASIN - Denny Indrayana begitu percaya diri menantang petahana Sahbirin…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:48

Haris Bikin Golkar Menunggu

BANJARMASIN - DPD Golkar Banjarmasin dibuat penasaran. Lantaran Haris Makkie…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:47

Pilwali Banjarmasin, Lima Nama Melamar PKS

BANJARMASIN - DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banjarmasin tak mau…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:44

Sidak, Herman Semakin Bad Mood

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah kembali dibuat gusar.…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:40

Bantu Posko Karhutla, Hermansyah Doakan Petugas Semoga Selalu Sehat

BANJARMASIN - Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah menyambangi posko siaga kebakaran…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:29

Dukung Pendidikan Anti Korupsi Sejak Dini

BANJARBARU- Pemprov Kalsel mendukung pencegahan anti korupsi sejak dini melalui…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:24
Pemko Banjarbaru

Sekda Tinjau Pasar Cempaka

BANJARBARU - Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru H Said Abdullah, didampingi…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:14
Pemkab Tanah Bumbu

Dinkes Bekali Sanitarian dan Puskesmas

BATULICIN - Untuk mengetahui lokasi rumah tangga warga yang belum…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:13
Pemkab Tanah Bumbu

Tingkatkan Kegiatan Program UKS

BATULICIN - Dinas Kesehatan Tanbu menggelar pertemuan dengan Guru Usaha…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*