MANAGED BY:
SABTU
07 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 28 September 2019 11:20
Sebenarnya Kemarau Berakhir di Akhir Oktober, Lalu Hujan Kemarin Fenomena Apa? Begini Kata BMKG
SYUKUR HUJAN: Tiga hari terakhir, Banjarmasin terus diguyur hujan deras. Terik kemarau berkurang, udara berkabut pun tersapu. Foto diambil kemarin sore di Jalan S Parman. | FOTO: FAHRIADI NUR/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Tiga hari terakhir, setiap sore Banjarmasin diguyur hujan deras. Disertai angin kencang dan petir. Apakah ini pertanda musim hujan sudah tiba?

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) punya jawabannya. Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru Goeroeh Tjiptanto coba menjelaskannya.

"Kemarau bukan berarti enggak ada hujan. Tetap ada. Hanya saja hujan di titik-titik tertentu dan tidak luas," jelasnya.

Menurutnya, hujan dalam beberapa hari terakhir adalah hal lumah. Fenomena biasa. Ketika air laut menguap dan membentuk gumpalan awan.

Ini efek suhu panas di daratan. "Awan terbentuk karena penguapan air laut. Kemudian terbawa ke daratan," jelasnya.

Apakah ini akibat hujan buatan untuk menghalau kebakaran lahan? Goeroeh tak bisa memastikan. Butuh pengamatan mendalam. Apakah murni atau tidak.

"Untuk mengetahui hujan buatan atau tidak, harus uji lab dari sampel air hujan. Apakah ada garamnya atau tidak. Jadi tidak bisa menduga-duga," ucapnya.

Selain itu mesti melihat arah angin. Apakah memang benar dari awan yang ditaburi garam. "Harus diuji," tegasnya.

Kapan musim hujan sebenarnya tiba? Jawabannya tergantung daerahnya. Menyesuaikan lokasi dan struktur geografi wilayah. "Pada satu daerah awal Oktober, di daerah lain bisa akhir November," sebutnya.

Untuk wilayah Banjarmasin, BMKG memprediksi awal musim hujan baru tiba pada akhir Oktober. Puncaknya pada Januari tahun depan. "Tidak semua daerah di Kalsel ini sama," pungkasnya.

Artinya, pergantian musim masih lama. Setidaknya sebulan lagi. Jika pun hujan terjadi, bisa jadi karena suhu yang terlampau panas atau taburan garam untuk hujan buatan. (nur/fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 05 Desember 2019 10:03
Parlementaria Banjarbaru

Upayakan Aspirasi Warga saat Reses Masuk APBD 2021

BANJARBARU - Anggota DPRD Banjarbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Windi…

Kamis, 05 Desember 2019 09:54

Daerah Diminta Tertibkan Nama Bangunan Berbahasa Asing

BANJARBARU - Pemerintah pusat benar-benar serius ingin menerapkan Peraturan Presiden…

Kamis, 05 Desember 2019 09:48

Kandidat Senang Masa Kampanye Singkat, Optimis Bisa Kejar Target Pemilih

BANJARMASIN - Masa kampanye pada Pilkada 2020 mendatang dipersingkat KPU…

Kamis, 05 Desember 2019 09:46

Adu Tagar Gaet Penggemar, Meriahnya Jelang Pilwali Banjarbaru 2020

Kontestasi politik di Kota Banjarbaru makin menarik. Empat kandidat bakal…

Kamis, 05 Desember 2019 07:17

Hari ini, Leding Mati 24 Jam

BANJARMASIN - Hari ini (5/12) PDAM Bandarmasih mulai memperbaiki pipa…

Kamis, 05 Desember 2019 07:15

Untuk Terangi Jalan, Pemko Banjarmasin Siapkan 5 Miliar

BANJARMASIN - Pemko menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar. Alokasi itu…

Kamis, 05 Desember 2019 07:08

H-1 Penutupan Lelang Jabatan Kadis HSS, Baru 10 yang Mendaftar

KANDANGAN – Sampai H-1 jelang penutupan lelang jabatan secara terbuka…

Kamis, 05 Desember 2019 07:05

Senjata Personel Diperiksa, Ada Apa..?

TANJUNG – Baru bertugas beberapa hari, Kapolres Tabalong AKBP M…

Kamis, 05 Desember 2019 06:57
Pemko Banjarbaru

Wawali Buka Jambore Kader Posyandu

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan, didampingi…

Kamis, 05 Desember 2019 06:52
Pemkab Tanah Bumbu

Siapkan Langkah Penanggulangan HIV/AIDS

BATULICIN - Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Seminar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.