MANAGED BY:
SABTU
14 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 30 September 2019 12:10
Kisah Dadang Dian Hendiana, Mengawal Pengembangan Bandara

Hadapi Sengketa Lahan, Hingga Kendala Kabut Asap

CEK PROGRES: Project Manager Pengembangan Bandara Syamsudin Noor (PPBDJ) Dadang Dian Hendiana (baju putih) saat menemani kedatangan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kalsel, beberapa waktu lalu. | FOTO: HUMAS SATKER PENGEMBANGAN BANDARA SYAMSUDIN NOOR FOR RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Kemegahan terminal baru Bandara Syamsudin Noor kini telah terlihat. Kurang dari dua bulan bangunan itupun akan diresmikan. Lancarnya pengembangan bandara, tak terlepas dari sosok pria yang selama ini tidak bisa tidur mengawal proyek agar selesai tepat waktu. Dia adalah Project Manager Pengembangan Bandara Syamsudin Noor (PPBDJ) Dadang Dian Hendiana.

-- Oleh: SUTRISNO, Banjarbaru --

Radar Banjarmasin, baru-baru tadi berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan Dadang Dian Hendiana. Untuk menanyai bagaimana pengalamannya selama bertugas di Banua sebagai pimpinan proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor.

Pasalnya, selama ini proses pengembangan bandara selalu berjalan alot dan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk bisa memulai tahapan pembangunan. Akibat adanya sengketa lahan dan beberapa masalah lainnya.

Ditemui di ruang kerjanya, di Kantor Satker Pengembangan Bandara Syamsudin Noor (PPBDJ), pria yang mulai bertugas sebagai pimpinan proyek sejak Oktober 2018 itu menyambut wartawan koran ini dengan ramah.

Radar Banjarmasin pun langsung mengungkapkan maksud dan tujuan datang ke sana. Yakni, ingin berbincang mengenai pengalamannya dalam mengawal pengembangan Bandara Syamsudin Noor.

Didampingi Humas PPBDJ Enggo, dengan semangat Dadang menceritakan pengalamannya selama menjabat menjadi pimpinan proyek. "Ini proyek (pengembangan bandara) pertama saya sebagai project manager, jadi ada banyak hal yang mengesankan," ucapnya.

Namun, dia enggan membeberkan semua, apa saja hal-hal yang dilaluinya untuk bisa mengawal pengembangan bandara supaya rampung sesuai target. "Yang jelas, saat saya bertugas di sini lahan masih ada yang bersengketa," bebernya.

Akan tetapi, Dadang mengaku beruntung banyak dukungan datang, mulai dari pemerintah daerah hingga Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dan TP4P untuk menyelesaikan sengketa lahan. "Saat ini, semua sengketa sudah terselesaikan," ucapnya.

Selain sengketa lahan, proyek bandara juga sempat terkendala dengan pengadaan tanah uruk. Lagi-lagi TPAD membantu mereka dengan mengeluarkan legal opinion (LO) untuk penggunaan tanah uruk. "Dengan adanya LO, kami yakin tanah uruk yang digunakan tidak bermasalah," bebernya.

Dia mengungkapkan, lancarnya pengembangan Bandara Syamsudin Noor memang tidak terlepas dari peran TP4D dan TP4P. Karena, selama ini kedua tim itu selalu melakukan pengawalan dalam rangka mengantisipasi adanya kendala bersifat hukum. "Selain itu, TP4D dan TP4P juga berperan mengamankan proyek ini dari tuntutan hukum. Alhamdulillah, sampai sekarang tidak ada tuntutan," ungkapnya.

Meski sengketa lahan telah terselesaikan dan tuntutan hukum tidak ada, namun Dadang menyampaikan, ada kendala baru yang sedang menimpa proyek. Yakni, kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Gara-gara setiap pagi kawasan proyek berkabut, terpaksa pekerjaan diundur sampai siang hari untuk menunggu kabut menipis. Karena, pekatnya kabut menutup pandangan para pekerja," bebernya.

Agar kendala itu tidak mengganggu target progres, dia mengungkapkan, pihaknya meminta kontraktor untuk menambah tenaga kerja dan alat. "Dengan bertambahnya SDM dan alat,maka banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan. Walaupun waktu pekerjaan mundur gara-gara kabut asap," paparnya.

Mengenai progres pengembangan bandara saat ini, Dadang menyampaikan, pembangunan yang belum selesai hanya sisa paket I. Sebab, proyek paket II melingkupi pembangunan infrastruktur, bangunan penunjang dan perluasan apron progresnya sudah 100 persen. "Semua bangunan di dalam paket II pembangunannya telah rampung. Seperti, perluasan apron, pembangunan kantor administrasi, masjid, kargo, gedung AVSEC dan pond," ungkapnya.

Sedangkan untuk paket I, dia menuturkan proyek yang meliputi pembangunan terminal dan fasilitas penunjangnya itu progresnya per 17 September sudah 74 persen. "Target progres paket I terlampaui. Karena rencananya hanya 68, 121 persen, ternyata realisasinya 74 persen," tuturnya.

Dari progres itu, dia menyampaikan sudah ada sejumlah pekerjaan yang sudah rampung di area terminal. Diantaranya, pemasangan lima garbarata dan pembuatan WC. "Garbarata ada lima, tapi nanti yang digunakan tiga dulu. Kalau penumpang semakin bertambah, baru kelimanya digunakan," ucapnya.

Garbarata sendiri merupakan jembatan berdinding dan beratap yang menghubungkan antara ruang tunggu penumpang dan pintu pesawat terbang, untuk memudahkan penumpang masuk dan keluar dari pesawat.

Melihat progresnya yang sangat cepat, dia optimis proyek pengembangan bandara dapat selesai tepat waktu. "Kami targetkan proyek selesai 28 Oktober dan dioperasikan pada pertengahan November 2019," bebernya.

Dadang menyampaikan,berdasarkan informasi yang mereka terima, bandara kebanggaan Banua kemungkinan bakal diresmikan Presiden RI Joko Wododo. "Infonya presiden yang meresmikan. Kami juga sudah mempersiapkan semuanya, kalau memang informasi itu benar," pungkasnya. (ris/ran/ema)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 12 Desember 2019 11:02

Masih Jualan Es Saat Pengumuman Kelulusan Polisi

Hari ini ia tepat berulang tahun ke 56 tahun. Guratan…

Minggu, 08 Desember 2019 16:21

Mahir Pijat, Belum Tentu Bisa Pijat Refleksi, Tuna Netra Diberi Pelatihan Pijat Refleksi

Soal jasa pijat, para tuna netra memiliki kelebihan tersendiri. Namun…

Kamis, 05 Desember 2019 09:57

Putra Banua Jadi Peneliti Teknologi Nano di Jepang, Curi Perhatian Kampus, Diangkat Jadi Asisten Profesor

Diam-diam, Banua punya putra berprestasi di bidang ilmu fisika. Dia…

Rabu, 04 Desember 2019 11:29

Nasib Perajin Purun: Diorder untuk Acara Nasional, Purunnya Sudah Jadi Tapi Belum Dibayar, Pemesannya Malah Menghilang

Nasib sial diterima salah satu perajin purun di Kelurahan Palam,…

Selasa, 03 Desember 2019 11:40

Kokedama, Usaha Baru Jenis Florikultura di Kalsel: Belajar dari Youtube, Laku Dijual Melalui Online

Kokedema memang belum booming. Padahal seni bercocok tanam tanpa pot…

Senin, 02 Desember 2019 12:41

Bertemu Nasruddin, Lelaki yang Diisukan Menyebarkan Ajaran Sesat di HST

Nasruddin mengaku dua kali didatangi aparat keamanan. Permintaananya sama: meminta…

Senin, 02 Desember 2019 12:35

Wawancara dengan Nasruddin, "Sang Nabi" dari Kakahan

Radar Banjarmasin dua kali mewawancarai Nasruddin. Pertemuan pertama pada 20…

Jumat, 29 November 2019 11:08

Gagal Masuk Akpol, Rebut Emas SEA Games

Dibalik jabatannya sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan…

Jumat, 29 November 2019 09:56

Dinas Kehutanan Buka Harapan untuk Pengungsi Bisa Membangun Rumah

Pemprov Kalsel berencana membagikan ratusan kubik kayu dan papan kepada…

Kamis, 28 November 2019 11:45

Dari Korban Sebuku: Rumah Boleh Lapuk, Kenangannya Tidak

Wajah nelayan tua itu tegas. Guratannya dalam. Hampir tidak terlihat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.