MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 30 September 2019 12:10
Kisah Dadang Dian Hendiana, Mengawal Pengembangan Bandara

Hadapi Sengketa Lahan, Hingga Kendala Kabut Asap

CEK PROGRES: Project Manager Pengembangan Bandara Syamsudin Noor (PPBDJ) Dadang Dian Hendiana (baju putih) saat menemani kedatangan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kalsel, beberapa waktu lalu. | FOTO: HUMAS SATKER PENGEMBANGAN BANDARA SYAMSUDIN NOOR FOR RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Kemegahan terminal baru Bandara Syamsudin Noor kini telah terlihat. Kurang dari dua bulan bangunan itupun akan diresmikan. Lancarnya pengembangan bandara, tak terlepas dari sosok pria yang selama ini tidak bisa tidur mengawal proyek agar selesai tepat waktu. Dia adalah Project Manager Pengembangan Bandara Syamsudin Noor (PPBDJ) Dadang Dian Hendiana.

-- Oleh: SUTRISNO, Banjarbaru --

Radar Banjarmasin, baru-baru tadi berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan Dadang Dian Hendiana. Untuk menanyai bagaimana pengalamannya selama bertugas di Banua sebagai pimpinan proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor.

Pasalnya, selama ini proses pengembangan bandara selalu berjalan alot dan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk bisa memulai tahapan pembangunan. Akibat adanya sengketa lahan dan beberapa masalah lainnya.

Ditemui di ruang kerjanya, di Kantor Satker Pengembangan Bandara Syamsudin Noor (PPBDJ), pria yang mulai bertugas sebagai pimpinan proyek sejak Oktober 2018 itu menyambut wartawan koran ini dengan ramah.

Radar Banjarmasin pun langsung mengungkapkan maksud dan tujuan datang ke sana. Yakni, ingin berbincang mengenai pengalamannya dalam mengawal pengembangan Bandara Syamsudin Noor.

Didampingi Humas PPBDJ Enggo, dengan semangat Dadang menceritakan pengalamannya selama menjabat menjadi pimpinan proyek. "Ini proyek (pengembangan bandara) pertama saya sebagai project manager, jadi ada banyak hal yang mengesankan," ucapnya.

Namun, dia enggan membeberkan semua, apa saja hal-hal yang dilaluinya untuk bisa mengawal pengembangan bandara supaya rampung sesuai target. "Yang jelas, saat saya bertugas di sini lahan masih ada yang bersengketa," bebernya.

Akan tetapi, Dadang mengaku beruntung banyak dukungan datang, mulai dari pemerintah daerah hingga Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dan TP4P untuk menyelesaikan sengketa lahan. "Saat ini, semua sengketa sudah terselesaikan," ucapnya.

Selain sengketa lahan, proyek bandara juga sempat terkendala dengan pengadaan tanah uruk. Lagi-lagi TPAD membantu mereka dengan mengeluarkan legal opinion (LO) untuk penggunaan tanah uruk. "Dengan adanya LO, kami yakin tanah uruk yang digunakan tidak bermasalah," bebernya.

Dia mengungkapkan, lancarnya pengembangan Bandara Syamsudin Noor memang tidak terlepas dari peran TP4D dan TP4P. Karena, selama ini kedua tim itu selalu melakukan pengawalan dalam rangka mengantisipasi adanya kendala bersifat hukum. "Selain itu, TP4D dan TP4P juga berperan mengamankan proyek ini dari tuntutan hukum. Alhamdulillah, sampai sekarang tidak ada tuntutan," ungkapnya.

Meski sengketa lahan telah terselesaikan dan tuntutan hukum tidak ada, namun Dadang menyampaikan, ada kendala baru yang sedang menimpa proyek. Yakni, kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Gara-gara setiap pagi kawasan proyek berkabut, terpaksa pekerjaan diundur sampai siang hari untuk menunggu kabut menipis. Karena, pekatnya kabut menutup pandangan para pekerja," bebernya.

Agar kendala itu tidak mengganggu target progres, dia mengungkapkan, pihaknya meminta kontraktor untuk menambah tenaga kerja dan alat. "Dengan bertambahnya SDM dan alat,maka banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan. Walaupun waktu pekerjaan mundur gara-gara kabut asap," paparnya.

Mengenai progres pengembangan bandara saat ini, Dadang menyampaikan, pembangunan yang belum selesai hanya sisa paket I. Sebab, proyek paket II melingkupi pembangunan infrastruktur, bangunan penunjang dan perluasan apron progresnya sudah 100 persen. "Semua bangunan di dalam paket II pembangunannya telah rampung. Seperti, perluasan apron, pembangunan kantor administrasi, masjid, kargo, gedung AVSEC dan pond," ungkapnya.

Sedangkan untuk paket I, dia menuturkan proyek yang meliputi pembangunan terminal dan fasilitas penunjangnya itu progresnya per 17 September sudah 74 persen. "Target progres paket I terlampaui. Karena rencananya hanya 68, 121 persen, ternyata realisasinya 74 persen," tuturnya.

Dari progres itu, dia menyampaikan sudah ada sejumlah pekerjaan yang sudah rampung di area terminal. Diantaranya, pemasangan lima garbarata dan pembuatan WC. "Garbarata ada lima, tapi nanti yang digunakan tiga dulu. Kalau penumpang semakin bertambah, baru kelimanya digunakan," ucapnya.

Garbarata sendiri merupakan jembatan berdinding dan beratap yang menghubungkan antara ruang tunggu penumpang dan pintu pesawat terbang, untuk memudahkan penumpang masuk dan keluar dari pesawat.

Melihat progresnya yang sangat cepat, dia optimis proyek pengembangan bandara dapat selesai tepat waktu. "Kami targetkan proyek selesai 28 Oktober dan dioperasikan pada pertengahan November 2019," bebernya.

Dadang menyampaikan,berdasarkan informasi yang mereka terima, bandara kebanggaan Banua kemungkinan bakal diresmikan Presiden RI Joko Wododo. "Infonya presiden yang meresmikan. Kami juga sudah mempersiapkan semuanya, kalau memang informasi itu benar," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 11:52

TERUNGKAP..! Dari Pengidap AIDS di Banjarbaru: Banyak Pria Suka Pria Secara Rahasia

HIV/AIDS di Banjarbaru setiap tahunnya selalu merenggut nyawa. Jumlah kasusnya…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:29

Pontang-Panting Rumah Sakit Pikirkan Skema Pembiayaan BPJS

Tunggakan klaim BPJS Kesehatan memusingkan banyak rumah sakit di Indonesia.…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:03

Ofisial, Pelatih, dan Panitia Baku Hantam di Kejuaraan Karate

Keinginan Lemkari Kabupaten Banjar untuk menyelenggarakan kejuaraan karate bergengsi untuk…

Senin, 14 Oktober 2019 12:25

Berbincang dengan Kolektor Oeang Tempo Doeloe

Banting tulang siang dan malam demi Rupiah. Gali lubang lalu…

Minggu, 13 Oktober 2019 07:21

Lantunkan Ayat dengan Jari: Sudah Bisa Khatam, Ingin Terus Dalami Kitab Suci

Memiliki keterbatasan, bukan berarti kehilangan semangat. Buktinya, puluhan anggota persatuan…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:01

Gratiskan Honor untuk Safrah Amal, Bila Tak Manggung Jualan Es Keliling

Banua kehilangan satu lagi seniman gaek yang konsisten di jalurnya,…

Selasa, 08 Oktober 2019 10:20

Kalayangan Pagat, Grup Band yang Kampanyekan #SaveMeratus

Melalui dua lagu berjudul Merakus dan Rimba Terakhir, band bergenre…

Selasa, 08 Oktober 2019 09:48

Pengakuan Sang Penikam Ayah Tiri: Sakit Hati Melihat Ibu Disakiti

Sang penikam ayah tiri, Arafiq (22) telah dijebloskan ke sel…

Senin, 07 Oktober 2019 13:01

Melihat Cara PDAM-PDAM se-Banua Bertahan dari Krisis Air di Musim Kemarau

Musim kemarau membuat semua daerah di banua dilanda kekeringan. Warga…

Sabtu, 05 Oktober 2019 12:22

Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust di Sungai Barito Timbul

Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust yang tenggelam tahun 1859, timbul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*