MANAGED BY:
SABTU
30 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 02 Oktober 2019 11:57
PDAM Surati Pelaku Perdagangan Air, Kalau Masih Membandel, Bakal Dibawa ke Meja Hijau
HARUS TEGAS: Humas PDAM Bandarmasih Nur Wakhid mengaku sudah melayangkan peringatan kepada pedagang air yang mengambil kesempatan pada momen krisis air bersih ini. | FOTO: NOORHIDAYAT/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Selama kemarau, krisis air bersih tak hanya terjadi di Banjarmasin. Daerah tetangga juga menderita masalah serupa. Ironisnya, di tengah kesusahan yang mendera warga, ada saja yang memanfaatkannya untuk menangguk keuntungan.

Humas PDAM Bandarmasih, Muhammad Nur Wakhid mengatakan, seorang pelanggan di Jalan Tembus Mantuil ketahuan menjual air ke daerah tetangga. Air leding disedotnya menggunakan mesin pompa.

Lalu dijual dengan harga lebih mahal ke wilayah Kabupaten Barito Kuala, Banjar dan Tanah Laut. "Dia menjual air PDAM sampai ke daerah Tabunganen, Aluh Aluh, dan bahkan Kurau," ujarnya, kemarin (1/10).

Pasokan untuk wilayah Mantuil sebenarnya aman-aman saja. Tapi gara-gara aksi perdagangan air itu, suplai air ke pelanggan di Mantuil turut terganggu.

Rupanya, penjualan air itu dalam jumlah besar-besaran. "Sebenarnya, distribusi air ke Mantuil lancar. Tapi karena ada yang menjual keluar daerah, pelanggan di sana pun kekurangan air," tambahnya.

Lalu, apa tindakan PDAM? Wakhid memastikan, PDAM sudah melayangkan surat peringatan kepada si pelanggan. Ditambah menaikkan golongan tarifnya. Semula berlaku tarif rumah tangga, sekarang menjadi tarif niaga.

"Jika masih saja menjual, apalagi keadaan semakin genting, dalam artian krisis air bersih di Banjarmasin semakin menjadi-jadi, tak menutup kemungkinan PDAM akan menyeretnya ke jalur hukum," tegasnya.

Perihal kondisi terkini, kadar garam di Sungai Martapura memang sudah menurun. Tapi masih jauh di atas ambang batas yakni 250 miligram per liter.

Praktis, pasokan air baku dari Intake Sungai Bilu belum bisa diolah. "Sempat turun ke angka 1.400 miligram per liter. Semoga terus berangsur turun," harapnya. (hid/fud/ema)


BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 18:19
PT Arutmin Indonesia

Arutmin Bagikan Paket Sembako dan Paket PHBS

BATULICIN – Sinergi antara perusahaan dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu…

Jumat, 29 Mei 2020 16:08
Berita Hulu Sungai Utara

Bupati Wahid: Rapid Test ASN dan Nakes Jadi Jaminan Kepada Warga HSU

AMUNTAI - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara…

Jumat, 29 Mei 2020 15:47
Berita Hulu Sungai Utara

Aktifkan Masjid ! Inilah Respon Bupati HSU Menuju Era New Normal

AMUNTAI - Setelah sebelumnya sempat diimbau untuk menghentikan aktifitas kegiatan…

Jumat, 29 Mei 2020 13:47

Gara-gara Disdik, Guru Menanggung Susah; Disuruh Kembalikan Tunjangan

BANJARBARU - Di kala hidup serba sulit karena ekonomi lumpuh,…

Jumat, 29 Mei 2020 13:35

Belajar Dari Rumah Diperpanjang, Tinggal Cari Cara Agar Siswa Tidak Bosan

Belum redanya wabah virus corona atau Covid-19 di Banua, membuat…

Jumat, 29 Mei 2020 13:02

REKOR..! 116 Kasus Dalam Sehari di Kalsel

BANJARMASIN - Virus corona benar-benar mengamuk seusai lebaran. Setelah penambahan…

Jumat, 29 Mei 2020 11:08

Anggaran Pilkada Serentak Tak Boleh Diganggu Gugat, KPU Lega

BANJARMASIN - Pelaksanaan Pilkada serentak 2020 sudah disepakati 9 Desember…

Jumat, 29 Mei 2020 10:57

Dilelang, Tiga Posisi Kepala Dinas

BANJARMASIN – Tiga jabatan kepala dinas yang kosong di Pemprov…

Jumat, 29 Mei 2020 10:50

36 Pasar Dijaga Aparat

BANJARMASIN - Selama tiga hari, sejak kemarin (28/5) sampai besok…

Jumat, 29 Mei 2020 10:48

40 Titik Penjagaan New Normal

BANJARMASIN - Menyongsong penerapan Protokol New Normal, TNI dan Polri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers