MANAGED BY:
SELASA
12 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 02 Oktober 2019 11:57
PDAM Surati Pelaku Perdagangan Air, Kalau Masih Membandel, Bakal Dibawa ke Meja Hijau
HARUS TEGAS: Humas PDAM Bandarmasih Nur Wakhid mengaku sudah melayangkan peringatan kepada pedagang air yang mengambil kesempatan pada momen krisis air bersih ini. | FOTO: NOORHIDAYAT/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Selama kemarau, krisis air bersih tak hanya terjadi di Banjarmasin. Daerah tetangga juga menderita masalah serupa. Ironisnya, di tengah kesusahan yang mendera warga, ada saja yang memanfaatkannya untuk menangguk keuntungan.

Humas PDAM Bandarmasih, Muhammad Nur Wakhid mengatakan, seorang pelanggan di Jalan Tembus Mantuil ketahuan menjual air ke daerah tetangga. Air leding disedotnya menggunakan mesin pompa.

Lalu dijual dengan harga lebih mahal ke wilayah Kabupaten Barito Kuala, Banjar dan Tanah Laut. "Dia menjual air PDAM sampai ke daerah Tabunganen, Aluh Aluh, dan bahkan Kurau," ujarnya, kemarin (1/10).

Pasokan untuk wilayah Mantuil sebenarnya aman-aman saja. Tapi gara-gara aksi perdagangan air itu, suplai air ke pelanggan di Mantuil turut terganggu.

Rupanya, penjualan air itu dalam jumlah besar-besaran. "Sebenarnya, distribusi air ke Mantuil lancar. Tapi karena ada yang menjual keluar daerah, pelanggan di sana pun kekurangan air," tambahnya.

Lalu, apa tindakan PDAM? Wakhid memastikan, PDAM sudah melayangkan surat peringatan kepada si pelanggan. Ditambah menaikkan golongan tarifnya. Semula berlaku tarif rumah tangga, sekarang menjadi tarif niaga.

"Jika masih saja menjual, apalagi keadaan semakin genting, dalam artian krisis air bersih di Banjarmasin semakin menjadi-jadi, tak menutup kemungkinan PDAM akan menyeretnya ke jalur hukum," tegasnya.

Perihal kondisi terkini, kadar garam di Sungai Martapura memang sudah menurun. Tapi masih jauh di atas ambang batas yakni 250 miligram per liter.

Praktis, pasokan air baku dari Intake Sungai Bilu belum bisa diolah. "Sempat turun ke angka 1.400 miligram per liter. Semoga terus berangsur turun," harapnya. (hid/fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 12 November 2019 13:23
Pemkab Balangan

Balangan MoU Dengan BPJS Ketenagakerjaan

PARINGIN - Pemerintah Kabupaten Balangan melakukan penandatanganan kerja sama atau…

Selasa, 12 November 2019 11:52

Syarat Berbeda Penerimaan CPNS Banjarmasin, Undurkan Diri Sebelum 5 Tahun Denda Rp 100 Juta

BANJARMASIN - Mulai hari ini (12/11), pendaftaran Calon Pegawai Negeri…

Selasa, 12 November 2019 11:46

Gerindra Pede Menangi Pilwali Banjarmasin

BANJARMASIN - Partai Gerindra punya target tinggi di Pilwali Banjarmasin…

Selasa, 12 November 2019 11:37

PDIP: Tunggu 10 Januari

BANJARMASIN - PDI Perjuangan termasuk yang paling awal membuka pendaftaran…

Selasa, 12 November 2019 11:26

Komisi II Kawal Perwali Gas Melon

BANJARMASIN - DPRD Banjarmasin merespons positif keinginan pemko membuat Perwali…

Selasa, 12 November 2019 11:24

Trash Bin Belum Sanggup Tampung Semua Sampah, Begini Tanggapan Dinas Lingkungan Hidup

BANJARMASIN - Belum diresmikan, sudah banyak warga yang membuang sampah…

Selasa, 12 November 2019 11:06

Jatah CPNS HSS 261 Orang

KANDANGAN – Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Pelatihan (BKD Diklat)…

Selasa, 12 November 2019 11:02

Bupati Tapin Ingin 80 Persen CPNS adalah Putra Daerah

RANTAU - Tantangan diberikan Bupati Tapin, M Arifin Arpan kepada…

Selasa, 12 November 2019 10:40
Pemko Banjarbaru

Sekda Hadiri Kegiatan Sosialisasi Penguatan SAKIP dan Reformasi Birokrasi

BANJARBARU - Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Said Abdullah menghadiri Kegiatan…

Selasa, 12 November 2019 10:32
PARLEMENTARIA

Minta ASN Jaga Netralitas Jelang Pilkada

BANJARBARU - Meski digelar masih lumayan lama. Namun aroma dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*