MANAGED BY:
RABU
20 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Jumat, 04 Oktober 2019 10:48
Krisis Air, PDAM Bandarmasih Minta Hujan
KHUSYUK: Jajaran PDAM Bandarmasih salat Istisqa di Intake Sungai Tabuk, kemarin pagi. | FOTO: NOORHIDAYAT/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Salat Istisqa dilakukan jajaran PDAM Bandarmasih. Meminta hujan kepada yang Maha Kuasa agar krisis air bersih pada musim kemarau bisa segera teratasi. 

Salat Istisqa berlangsung di Intake Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, kemarin (3/9) pagi. Para direksi, pejabat struktural, karyawan PDAM Bandarmasih, bahkan masyarakat setempat dilibatkan untuk salat berjemaah.

Salat Istisqa itu dipimpin Ustaz Akhmad Jumadi. Selain menjadi imam, juga sebagai penceramah. Dikatakannya, kondisi ini menunjukkan bukti bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan fakir. Ini adalah salah satu ujian dari Allah SWT.

"Dengan meminta dan selalu berdoa, dan tak lepas dengan berusaha, niscaya Allah akan mendengarkan doa kita semua. Semoga musim kemarau cepat berlalu, dan kesulitan ini akan segera berakhir," harapnya.

Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Yudha Achmadi mengatakan tidak memungkiri hampir satu bulan terakhir pihaknya kesulitan mendapatkan bahan baku air bersih. Apalagi setelah mengetahui perkiraan dari BMKG mengenai musim hujan yang baru terjadi sekitar sebulan lebih lagi. Ini makin meningkatkan kekhawatiran mereka.

"Nah hari ini, sebagaimana manusia yang tidak terlepas dari kesalahan serta dosa, kami bersama warga di sekitar intake sungai Tabuk menggelar salat Istisqa. Semoga dengan meminta ampun dan bermunajat kepada Allah, hujan akan segera turun dan mengatasi persoalan air bersih di Banua," harapnya.

PDAM Bandarmasih krisis bahan baku karena intrusi air laut khususnya di Banjarmasin yang terjadi di Sungai Martapura selama kemarau.

Akibat intrusi air laut itu, intake di Sungai Bilu tingkat keasinannya bahkan 20 kali lipat melebihi ambang batas yang sudah ditetapkan 250 mg/liter. PDAM tidak bisa mengambil air baku dari intake Sungai Bilu.
Dari data PDAM Bandarmasih, kadar garam di intake Sungai Bilu tahun ini adalah yang tertinggi sejak empat tahun terakhir.

"Tahun 2015 lalu, tertinggi 5.000 mg/liter. Tahun ini bahkan lebih dari 6.000 mg/liter," ucap Humas PDAM Bandarmasih, Muhammad Nur Wakhid.

PDAM hanya bisa mengambil air baku dari intake Sungai Tabuk. Hal itu berimbas terhadap penurunan produksi PDAM sebesar 30,25 persen.

Diketahui PDAM mempunyai 176.075 pelanggan. Dari begitu banyaknya pelanggan, PDAM harus memproduksi air bersih sebesar 6.023 meter kubik/jam.

"Karena sumber air baku tinggal di Sungai Tabuk, PDAM hanya mampu memproduksi air bersih sebesar 3.114 meter kubik/jam. Jadi untuk kekurangan produksi sebesar 1.551 meter kubik/jam," jelasnya. (hid/dye/ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*