MANAGED BY:
JUMAT
05 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 05 Oktober 2019 12:22
Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust di Sungai Barito Timbul

Terlihat Lima Tahun Sekali, Saksi Dahsyatnya Perang Banjar

KERANGKA KAPAL: Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust yang tenggelam tahun 1859 di Sungai Barito, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Senin (23/9).

PROKAL.CO, Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust yang tenggelam tahun 1859, timbul di Sungai Barito, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Batara). Bangkai kapal besi bertenaga uap ini menjadi bukti dahsyatnya Perang Banjar yang dipimpin oleh Pangeran Antasari.
------------------
Kerangka kapal bersejarah saksi sejarah perjuangan melawan penjajah ini, terlihat sejak Senin (23/9/2019),

akibat surutnya Sungai Barito. Kapal ini ditenggelamkan dalam perang Barito oleh perjuangan rakyat dipimpin Tumenggung Surapati, tangan kanan Pangeran Antasari, pada tanggal 26 Desember 1859, sebelum tenggelam kapal ini sempat berlabuh di Pelabuhan Telawang Banjarmasin pada tahun 1859.
Menurut catatan, memunculan bangkai Onrust ini hanya dapat disaksikan lima tahun sekali.

Terakhir tahun 2014, 2009, 1959 dan sekarang 2019. Kondisi Kapal Onrust ketika muncul sangat memprihatinkan. Badan kapal sudah tidak utuh lantaran arus sungai dan tertimbun pasir. Yang tampak hanyalah delapan lambung mesin, bagian belakang, samping tengah dan bagian depan kapal. Itu pun besi kapal sudah berkarat. 

Bupati Barito Utara (Batara) H Nadalsyah didampingi Wakil Bupati Sugianto Panala Putra, Sekretaris Daerah H Jainal Abidin, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan kepala perangkat daerah (PD) pun mengunjungi lokasi rangka ini, Rabu (2/10).

Untuk sampai ke lokasi, bupati dan rombongan menggunakan perahu menyusuri sungai Barito. Sampai di lokasi, Nadalsyah mengajak rombongan untuk mengheningkan cipta, mengenang para pahlawan.

"Dari kunjungan ini, kami terinspirasi untuk membuat museum dan akan mempelajari bagaimana cara untuk mengangkat atau memindahkan rangka kapal ini secara utuh kepermukaan," imbuh Nadalsyah.
Sementara itu, berdasarkan data dari Museum Perkapalan Belanda (Scheepvaart Museum Amsterdam) disebutkan Kapal Onrust merupakan kapal uap Belanda yang dibuat pada tanggal 15 September 1845 di pabrik Feyenoord untuk mariner angkatan laut Belanda, dengan panjang 24 meter, lebar 4 meter, dan lunas kapal di dalam air 1,15 meter dengan daya mesin uap 70 tenaga kuda (PK).

Kapal itu bermesin uap dilengkapi persenjataan meriam pelempar peluru seberat 24 pond dan enam senapan mesin yang berputar (gatling gun Amerika). Tahun 1846 kapal ini berlayar ke Hindia Belanda.
Saat serangan para pejuang Perang Banjar, kapal modern ini membawa 10 perwira diantaranya, Letnan Laut Van der Velde, Letnan Banger C, Letnan I Laut Van Perstel dan Letnan II Laut Frederick Hendrik Van der kop yang semuanya tewas dibunuh pejuang dipimpin Tumenggung Surapati bersama para pejuang lainnya. Selain 10 perwira, juga membawa 40 marinir dan 43 anak buah kapal. Semuanya ikut tenggelam setelah salah seorang pejuang membuka keran air di ruang palka.

Besarnya kerugian akibat Onrust tenggelam pada 26 Desember 1859 ini, sampai diperingati Belanda dengan menyatakan 1 Januari 1860 sebagai Hari Berkabung Nasional. (cah/ami)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers