MANAGED BY:
RABU
20 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 05 Oktober 2019 12:23
Pusat Tak Ongkosi Akses Bandara, Terkendala Status Bukan Jalan Nasional
BERDEBU: Kondisi salah satu titik jalan akses ke Bandara Syamsudin Noor di kawasan Kurnia, Kelurahan Landasan Ulin Utara yang belum teraspal, kemarin.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Proses pembangunan Jalan Lingkar Utara yang nantinya digunakan untuk akses Bandara Syamsudin Noor nampaknya masih memerlukan waktu panjang. Pasalnya, proyek kemungkinan hanya bertumpu pada APBD Provinsi Kalsel lantaran Kementerian PUPR RI kabarnya menolak meningkatkan statusnya menjadi jalan nasional.

Informasi tersebut disampaikan Direktur Teknik PT Angkasa Pura I, Lukman F Laisa, saat berkunjung ke lokasi proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor, Rabu (2/10) tadi. "Tiga pekan yang lalu para Dinas PUPR dikumpulkan untuk membicarakan tentang akses bandara ini. Kabarnya, Kementerian PUPR tidak bisa membantu terkait kenaikan statusnya menjadi jalan nasional," katanya.

Karena tidak bisa berstatus jalan nasional, maka dia berharap Pemprov Kalsel dapat segera menyelesaikan proses pembangunannya. Meski, tidak ada sokongan dana dari APBN. "Lantaran tidak jalan nasional, maka pembangunan tidak bisa menggunakan APBN. Kami berharap Pemda (pemerintah daerah) dapat segera menyelesaikannya," harapnya.

Secara terpisah, Kabid Bina Marga PUPR Kalsel Yasin Toyib membenarkan jika akses bandara statusnya sulit untuk ditingkatkan menjadi jalan nasional. "Iya benar, jadi mau tidak mau, Pemprov harus membangunnya dengan anggaran sendiri," bebernya.

Ditanya, kenapa pemerintah pusat tidak mau menaikkan status akses bandara menjadi jalan nasional. Jawabnya, hal itu lantaran ada sejumlah persyaratan yang diajukan Kementerian PUPR sulit untuk dipenuhi Pemprov Kalsel. "Lebar jalan katanya harus 30 meter, itu sulit sebab ada beberapa titik yang sudah banyak penduduknya sehingga pembebasan lahannya ribet dan memerlukan biaya besar," tuturnya.

Selain itu, dia mengungkapkan, Kementerian PUPR juga tidak ingin ada dua akses jalan nasional yang berada berdekatan. Di mana, saat ini akses bandara dekat dengan Jalan A Yani yang berstatus jalan nasional. "Info yang saya terima, kalau akses bandara jadi jalan nasional maka Jalan A Yani harus diubah jadi jalan provinsi," ujarnya.

Lantaran status jalan tidak dinaikkan, dia pesimis pembangunan akses bandara dapat segera rampung. Karena Pemprov Kalsel tak bisa mengucurkan anggaran besar sekaligus untuk pengerjaan. "Anggaran yang dialokasikan untuk jalan itu setiap tahunnya mungkin hanya Rp40 miliar, sementara kita masih memerlukan Rp100 miliar untuk bisa menyelesaikannya," ujarnya.

Maka dari itu, Yasin menyampaikan pembangunan jalan akses bandara terpaksa dilakukan secara bertahap. Di mana tahun depan mereka mengusulkan anggaran Rp40 miliar untuk melanjutkan pengaspalan, sisanya dianggarkan lagi pada tahun berikutnya. "Mungkin sampai 2021 jalan baru bisa teraspal semua," ucapnya.

Karena dikerjakan secara bertahap, dia menuturkan bahwa pihaknya akan memprioritaskan pengaspalan di kawasan yang ada penduduknya. Salah satunya di Kurnia, Kelurahan Landasan Ulin Utara. "Di sana masih ada sekitar 2 kilometer yang belum diaspal, sehingga kalau musim panas jalan berdebu," paparnya.

Sedangkan untuk tahun ini, dia mengungkapkan, pihaknya juga sudah mengucurkan Rp40 miliar untuk membangun empat titik jalan. Yakni, di Jalan Golf sepanjang 500 meter, dengan nilai kontrak Rp4,51 miliar. Lalu, paket Simpang 3 Lingkar Utara-Simpang 3 Jalan Golf sepanjang 606 meter (Rp9,4 miliar)

Kemudian, paket Jalan Simpang 3 Golf-Jalan Kasturi sepanjang satu kilometer, dengan nilai kontrak Rp17,7 miliar. Serta, paket Jalan Kasturi-Jalan Akses Bandara-Jalan Lingkar Utara (paket II) sepanjang 320 meter, dengan dana Rp4,96 miliar.

"Saat proyek empat titik itu selesai, masih ada sekitar 6 kilometer jalan yang belum beraspal. Jadi pada APBD Perubahan 2019 dianggarkan lagi Rp25 miliar untuk melanjutkan pengaspalan, tapi cuma bisa sekitar tiga kilometer. Sisanya tahun berikutnya lagi," ujar Yasin.

Meski beberapa titik belum diaspal, dia menyampaikan bahwa akses bandara sudah bisa dilintasi masyarakat. "Hanya saja masih ada beberapa titik jalan yang belum dilebarkan gara-gara pembebasan lahan yang belum tuntas, tapi secepatnya akan diselesaikan," pungkasnya. (ris/bin)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 November 2019 12:51

Pildaka Banjar: Empat Calon Berebut Parpol

MARTAPURA – Suksesi Kepala Daerah di Kabupaten Banjar telah meangerucut…

Rabu, 20 November 2019 12:33

Diprediksi Selesai Tahun Depan, Pembangunan Jembatan Alalak Tinggal Mengerjakan Bentang Tengah

BANJARMASIN – Pembangunan Jembatan Sungai Alalak saat ini tinggal mengerjakan…

Rabu, 20 November 2019 12:21

Kemenkes Kabulkan Tambahan DAK

BANJARMASIN - Lobi Komisi IV DPRD Banjarmasin ke pemerintah pusat…

Rabu, 20 November 2019 12:18

Gara-gara ini, Kepala SKPD Dilarang Cuti

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah melarang semua kepala…

Rabu, 20 November 2019 12:13

KTP Dukungan PNS Tak Sah

BANJARMASIN - Pencalonan Pilwali 2020 dari jalur perseorangan semakin terjal.…

Rabu, 20 November 2019 12:09

TPA Basirih Harus Diperluas, Solusi Jangka Pendek TPA Regional

BANJARMASIN - Umur Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih di Jalan…

Rabu, 20 November 2019 12:06

Program Kotaku Harus Lanjut

BANJARMASIN - Pemko mengklaim hampir menyelesaikan target penanganan kawasan kumuh…

Rabu, 20 November 2019 12:01

Masih Banyak Pemancar Bahaya Tak Terdaftar

BANJARMASIN - Emergency Position Indicating Radiobeacon atau biasa disingkat EPIRB…

Rabu, 20 November 2019 11:56

Titip Kasus Belum Tuntas

BANJARMASIN - Kejaksaan Agung kembali memutasi sejumlah pejabat. Seorang pejabat…

Rabu, 20 November 2019 11:36

Di Batola, Formasi Disabilitas Belum Ada Pendaftar

MARABAHAN -  Menjelang hari ke-9 pendaftaran dan penyerahan berkas CPNS…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*