MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 06 Oktober 2019 10:24
Sulit Intens Cek Kualitas Udara, Pemko Banjarbaru Akui Terkendala Anggaran
TUTUP HIDUNG: Seorang anak menutup hidung dan mulutnya dengan masker lantaran kabut asap begitu pekat menyelimuti jalanan di Landasan Ulin Banjarbaru beberapa waktu lalu. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak hanya mengancam pemukiman penduduk. Namun dampak yang disebabkan; kabut asap juga rawan mengancam kesehatan masyarakat.

Salah satu dampak nyata terpapar kabut asap hasil Karhutla adalah kerawanan terserang penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Bahkan ketika Karhutla tiba, tren ISPA selalu cenderung meningkat.

Selain menggunakan masker sebagai benteng perdana menghindari paparan kabut asap. Dalam pencegahannya, pengecekan kualitas udara juga jadi salah satu instrumen. Khususnya ketika Karhutla marak menerpa.

Namun sayang, rupanya pengujian kualitas udara di Banjarbaru tak bisa intens dilakukan. Hal ini diterangkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru lantaran terpaut keterbatasan anggaran.

"Maaf kita untuk hari ini tidak ada jadwal pengujian kualitas udara. Terakhir tanggal 18-19 September 2019 lalu," kata Kepala Seksi Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Banjarbaru, Rusmilawati saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Mila -panggilan akrabnya- jika pengecekan kualitas udara tidak bisa dilakukan mereka di setiap waktu. Alasannya karena dana yang terbatas. Bahkan dalam pengecekan terakhir, pihaknya harus menggaet kerja sama dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBKTLPP) Banjarbaru.

"Iya, kita terbatas di sana (dana). Jadi untuk pengecekan nantinya baru dijadwalkan di Triwulan ke Empat, dan untuk yang (pengujian) kualitas udara di musim kemarau ini sudah berakhir. Tinggal (kemarau) tahun depan lagi," bebernya.

Lalu bagaimana solusi Pemko agar dapat data ihwal kualitas udara di Banjarbaru. Mengingat data ini sendiri sangat penting. Yakni sebagai referensi dalam penanganan dan pencegahan penyakit akibat kualitas udara yang tidak sehat.

Mila menjawab diplomatis. Bahwa pihaknya akan mencoba mengusulkannya ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait dana untuk pengujian kualitas udara khususnya di musim Karhutla.

"Nanti kita coba usulkan. Karena dalam pengujian ini sebenarnya ada dua tahapan untuk kemarau dan penghujan. Juga ada dua tahapan Passive Sampler dari Kementerian," jawabnya.

Lantas bagaimana dengan kualitas udara teranyar di Banjarbaru? Mila menjawabnya dengan asumsi kemungkinan. "Mungkin hasilnya kurang lebih dengan yang juga. Untuk ISPU PM10 nya masuk kategori sangat tidak sehat, tapi untuk parameter yang lainnya aman semua," ucapnya.

Sebagai pengingat, saat pengujian kualitas udara pada 18-19 September lalu yang dikorankan Radar Banjarmasin. Berdasarkan Hasil Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dikeluarkan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru pada 20 September, kualitas udara di Banjarbaru saat ini cukup mengkhawatirkan.

Hasil ISPU yang diukur di kawasan Bandara Syamsudin Noor pada 18 hingga 19 September 2019 itu mencatat, indeks pencemaran maksimum PM 10 atau partikel dengan diameter 10 mikrometer berada di level 200. Angka tersebut menunjukkan bahwa udara di Banjarbaru sangat tidak sehat.

Indeks pencemaran maksimum sendiri dari 0 hingga 500. Jika, indeks 0-50 maka udara dianggap baik. Lalu, 51-100 berarti sedang. Namun, jika masuk level 200-299, maka kualitas udara sangat tidak sehat dan 300-500 masuk kategori berbahaya.

"Iya, angkanya benar. PM-10 di lokasi pengukuran, yakni di kawasan Bandara Syamsudin Noor indeksnya 200. Artinya sangat tidak sehat," katanya.

Dia mengungkapkan, pengukuran itu dilakukan Dinas LH Banjarbaru bersama BBTKLPP Banjarbaru untuk mengetahui kualitas udara di Kota Idaman. "Tapi hanya parameter PM-10 yang indeksnya tinggi. Sedangkan parameter lain, seperti SO2, NO2, O3 dan CO hasilnya bagus," ungkapnya.

Meski begitu, Mila menyampaikan tingginya indeks standar pencemaran udara maksimum PM 10 harus diwaspadai masyarakat. Sebab, terpapar PM-10 secara langsung sangat tidak baik bagi kesehatan.

"Efeknya ada pada pernapasan dan sistem pernapasan. Lalu, kerusakan jaringan paru-paru, kanker, hingga kematian dini. Orang tua, anak-anak, dan orang-orang dengan penyakit paru-paru kronis dan asma, sangat sensitif terhadap efek PM 10 ini," ucapnya.

Tingginya indeks PM 10 sendiri menurutnya dikarenakan pekatnya kabut asap dalam beberapa pekan terakhir. "Kalau asapnya menipis, indeks PM 10 juga akan menurun," ujarnya. (rvn/ram/ema)


BACA JUGA

Rabu, 13 November 2019 13:41
Pemkab Tabalong

Dinilai Berkualitas, E-votting Akan Digelar di Semua Desa di Tabalong

TANJUNG – Keberhasilan program E-Votting pada pemilihan kepala desa (Pilkades)…

Rabu, 13 November 2019 12:31

2020, Kantor Gubernur Lama Jadi Museum, Lalu Ajak Swasta Bangun Tugu Pal Nol

BANJARMASIN - Pemprov Kalsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan…

Rabu, 13 November 2019 12:27

Pangeran Hidayatullah Dianggap Bukan Pahlawan Karena Dinyatakan Menyerah Terhadap Penjajah

BANJARMASIN - Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 2019, Presiden Jokowi…

Rabu, 13 November 2019 12:18

Dianggap Gembosi PKS Kalsel, Gelora Menepis

BANJARMASIN - Dua hari setelah resmi dideklarasikan di tingkat pusat,…

Rabu, 13 November 2019 12:13

250 Mahasiswa Farmasi Turun Ke Jalan, Dorong RUU Kefarmasian

BANJARMASIN - Sekitar 250 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa…

Rabu, 13 November 2019 12:04

Arungi Pilkada Banjarbaru, Mantan Senator Gandeng Dokter, Jadi Poros Keempat

BANJARBARU - Pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru…

Rabu, 13 November 2019 11:57

Hati-hati, Barisan Lubang di Jalur Cepat Pal 29 Buat Limbung Pemotor

BANJARBARU – Barisan lubang di Jalan A Yani Km 29,…

Rabu, 13 November 2019 11:47
Pemko Banjarbaru

Walikota Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani didampingi Ketua TP…

Rabu, 13 November 2019 11:44
PARLEMENTARIA

Propemperda Harus Disesuaikan agar Tidak Tumpang Tindih

BANJARBARU - Pasca dilantiknya anggota dewan baru dan terbentuknya Alat…

Rabu, 13 November 2019 11:31

Sidak RSUD Ulin, DPRD: Ini Rumah Sakit atau Sauna..?

BANJARMASIN - Komisi IV DPRD Kalsel menggelar sidak alias inspeksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*