MANAGED BY:
RABU
20 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 06 Oktober 2019 10:27
Hujan Mulai Turun, Status Darurat Karhutla Dihentikan
BISA ISTIRAHAT: Helikopter water bombing Kamov Ka-32 UR-CIW sempat kewalahan memadamkan titik api di Banjarbaru. Seiring dengan berkurangnya titik api, Pemprov menurunkan status darurat karhutla menjadi siaga. | DOK/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Status darurat Karhutla akhirnya dihentikan Pemprov Kalsel mulai Senin (7/10). Status diturunkan atau dikembalikan menjadi siaga Karhutla hingga akhir Oktober mendatang.

“Statusnya dikembalikan ke siaga. Sesuai jadwal status siaga akan berakhir hingga 31 Oktober,” ungkap Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin kemarin.

Seperti diketahui, lantaran tingginya Karhutla yang berdampak kabut asap, pemprov menaikkan status siaga menjadi darurat selama 14 hari pada 23 September lalu.

Dinaikkan status darurat lantaran, kualitas udara dinilai sudah tak sehat untuk warga. Khusus wilayah Kota Banjarbaru pada tanggal 18 dan 19 September lalu, kualitas udaranya sudah sangat buruk.

Hasil pengujian indeks standar pencemaran udara (ISPU) di kawasan Bandara Syamsuddin Noor di tanggal tersebut menunjukkan hasil parameter partikel udara di angka 262, atau sangat tidak sehat. Normalnya partikel udara adalah di angka 0-100.

Selain itu, tiga daerah yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Balangan sudah menetapkan status darurat Karhutla lebih dini. Atas dasar itulah pemprov kala itu menaikkan status dari siaga ke darurat Karhutla.

Salah satu alasan diturunkannya status darurat Karhutla terang pria yang akrab disapa Ujud itu, adalah turunnya hujan hampir disemua daerah dalam beberapa hari terakhir.. “Titik api juga sudah jauh berkurang seiring hujan mulai mengguyur,” sebutnya.

Dipaparkannya, sejak hari pertama dinaikkannya status siaga menjadi darurat pada 23 September lalu, kejadian Karhutla hingga 4 Oktober tadi mencapai 223 kali. “Kejadian ini jauh menurun sebelum status dinaikkan. Titik api juga jauh berkurang,” tukasnya.

Meski status diturunkan, namun Damkar swasta tetap dilibatkan. Akan tetapi jumlahnya dikurangi menjadi hanya 20 unit. Bagiamana dengan pelayanan kesehatan? “Soal ini tetap disiagakan sampai status siaga Karhutla dihentikan,” tandasnya. (mof/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 20 November 2019 12:58

Paman Birin Serahkan Formulir di Luar Jadwal, Gerindra Gamang

BANJARMASIN – Tahun ini Gerindra bak seorang gadis yang sedang…

Rabu, 20 November 2019 12:51

Pildaka Banjar: Empat Calon Berebut Parpol

MARTAPURA – Suksesi Kepala Daerah di Kabupaten Banjar telah meangerucut…

Rabu, 20 November 2019 12:33

Diprediksi Selesai Tahun Depan, Pembangunan Jembatan Alalak Tinggal Mengerjakan Bentang Tengah

BANJARMASIN – Pembangunan Jembatan Sungai Alalak saat ini tinggal mengerjakan…

Rabu, 20 November 2019 12:21

Kemenkes Kabulkan Tambahan DAK

BANJARMASIN - Lobi Komisi IV DPRD Banjarmasin ke pemerintah pusat…

Rabu, 20 November 2019 12:18

Gara-gara ini, Kepala SKPD Dilarang Cuti

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah melarang semua kepala…

Rabu, 20 November 2019 12:13

KTP Dukungan PNS Tak Sah

BANJARMASIN - Pencalonan Pilwali 2020 dari jalur perseorangan semakin terjal.…

Rabu, 20 November 2019 12:09

TPA Basirih Harus Diperluas, Solusi Jangka Pendek TPA Regional

BANJARMASIN - Umur Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih di Jalan…

Rabu, 20 November 2019 12:06

Program Kotaku Harus Lanjut

BANJARMASIN - Pemko mengklaim hampir menyelesaikan target penanganan kawasan kumuh…

Rabu, 20 November 2019 12:01

Masih Banyak Pemancar Bahaya Tak Terdaftar

BANJARMASIN - Emergency Position Indicating Radiobeacon atau biasa disingkat EPIRB…

Rabu, 20 November 2019 11:56

Titip Kasus Belum Tuntas

BANJARMASIN - Kejaksaan Agung kembali memutasi sejumlah pejabat. Seorang pejabat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*