MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Minggu, 06 Oktober 2019 11:05
Di Banua: Ekspor Turun, Impor Naik
EKSPOR TURUN: Pelabuhan petikemas di Trisakti Banjarmasin. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel merilis nilai ekspor Kalsel selama Agustus mengalami penurunan. | DOK/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel bulan ini merilis nilai ekspor dan impor Kalsel selama Agustus. Dalam beberapa bulan terakhir ekspor mengalami penurunan. Sedangkan impor justru semakin naik.

Berdasarkan data BPS Kalsel, nilai ekspor per Agustus 2019 hanya USD580,18 juta. Turun 6,85 persen dibandingkan Juli yang mencapai USD622,84 juta.

“Jika dibandingkan dengan Agustus 2018, nilai ekspor Agustus 2019 juga turun sekitar 21,71 persen. Karena tahun lalu nilainya mencapai USD741,02 juta,” kata kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, Diah Utami.

Lanjutnya, adapun kelompok komoditas barang berdasarkan yang paling banyak diekspor adalah kelompok bahan bakar mineral dengan nilai USD483,32 juta. "Unggulan ekspor Kalsel selama ini memang bahan bakar mineral, yakni batubara," ujarnya.

Sedangkan untuk negara tujuan ekspor terbesar selama Agustus 2019, dia mengungkapkan paling besar ialah ke Tiongkok dengan nilai USD222,12 juta.

Sementara itu, di sisi lain nilai impor Kalsel pada Agustus 2019 tercatat USD98,97 juta atau naik sebesar 2,51 persen dibanding bulan sebelumnya yang hanya USD96,55 juta.

“Meski naik dari Juli ke Agustus, tapi nilai impor turun 46,85 persen jika dibandingkan dengan 2018. Sebab, saat itu impor nilainya mencapai USD186,20 juta,” ujarnya

Mengenai komoditas barang yang paling banyak diimpor, dia menyampaikan yaitu kelompok bahan bakar mineral dengan nilai sebesar USD61,25 juta. "Negara asal impor dengan nilai terbesar adalah Singapura sebesar USD50,61 juta. Diikuti Jepang dan Malaysia," beber Diah.

Dari data-data itu, dia menuturkan bahwa neraca perdagangan ekspor impor Kalsel pada Agustus 2019 surplus USD481,21 juta. “Lebih kecil daripada neraca perdagangan ekspor impor Kalsel Juli yang surplus USD526,30 juta,” paparnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani membenarkan angka impor dan ekspor yang dirilis oleh BPS Kalsel. "Iya semuanya benar," ucapnya.

Menurutnya, impor dan ekspor dilakukan untuk memperkuat dan mendukung jalannya usaha industri. Sehingga, nilainya setiap bulan akan berubah. "Tergantung bagaimana jalannya usaha. Nilai impor ataupun ekspor bisa turun atau naik," katanya.

Seperti halnya impor dari Malaysia, menurutnya ada banyak barang yang diperlukan pelaku industri yang ada di sana. Sedangkan, di dalam negeri tidak tersedia. "Barang dari Malaysia biasanya mesin, peralatan listrik dan minyak," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*