MANAGED BY:
MINGGU
19 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 06 Oktober 2019 11:09
Tambang Emas di Hutan Lindung, Perusahaan Asing Kuasai Puluhan Ribu Hektare Lahan Kalsel

PROKAL.CO, BANJARBARU - Diam-diam, banyak yang belum mengetahui bahwa di Kalsel ada satu perusahaan yang memiliki izin tambang komoditas emas dengan lahan yang lumayan luas. Perusahaan tersebut yakni PT Pelsart Tambang Kencana (PTK).

Berdasarkan data yang didapatkan Radar Banjarmasin dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel, PT PTK merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dengan Kontrak Karya (KK) Nomor B.53/Pres/1/1998 yang ditandatangani Presiden Republik Indonesia pada 19 Januari 1998.

Wilayah KK PT PTK seluas 96.420 hektare, terdiri atas dua blok yang berada di empat kabupaten. Yakni, Blok I Timburu yang areal izinnya berada di daerah Sungai Durian, Kotabaru, seluas 29.650 hektare.

Kemudian, Blok II Kusan, dengan total luas areal 67.805 hektare berada di Tanah Bumbu, Tanah Laut dan Banjar.

Dari luas areal yang dimiliki itu, perusahaan memperkirakan deposit sekitar 530.000 ons atau 7,83 juta ton bijih emas dengan kadar rata-rata 2,11 g/t. Juga terdapat 980.000 juta ton bijih emas tambahan dengan kadar rata-rata 1,93 g/t.

Kepala Bidang Mineral dan Batubara Dinas ESDM Kalsel, Gunawan Harjito mengatakan, meski izin PT PTK sudah ada sejak lama namun hingga kini belum juga melakukan kegiatan eksploitasi.

"Saya dengar baru masuk tahapan konstruksi untuk kegiatan pertambangan di Sungai Durian, Kotabaru," katanya.

Lalu apa yang membuat PT PTK belum juga beroperasi? Dia menyampaikan, hal itu kemungkinan karena sebagian area izinnya di Sungai Durian masuk dalam kawasan hutan lindung.

"Kabarnya mereka masih mengurus AMDAL di Kementerian Lingkungan Hidup, sebagai salah satu syarat untuk melakukan eksploitasi," ucapnya.

Dari data yang ada di Dinas ESDM Kalsel, dari total luas wilayah KK 96.420 hektare, ternyata yang masuk kawasan hutan lindung ada 43.883 hektare. "Saya tidak tahu kenapa di kawasan hutan bisa terbit izin tambang, mungkin yang lebih tahu Dinas Kehutanan atau Lingkungan Hidup," ujar Gunawan.

Saat dikonfirmasi, Kabid Perencanaan Penggunaan Hutan (PPH) Gusti Rahmad membenarkan jika sebagian izin tambang emas PT PTK masuk dalam kawasan hutan lindung. "PT Pelsart memang merupakan satu dari 13 perusahaan di Indonesia yang memiliki izin menambang di HL," jelasnya.

Lanjutnya, pengecualian itu diberikan lantaran perizinannya sudah ada sebelum keluarnya Undang-Undang 41 tahun 1999 Tentang Kehutanan yang melarang kegiatan tambang di kawasan hutan.

"Karena izinnya sudah keluar sebelum ada larangan, maka 13 perusahaan itu dapat pengecualian melalui Perppu Nomor 1 Tahun 2004 yang diubah menjadi UU Nomor 19 tahun 2004," ucapnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas LH Kalsel Ikhlas membenarkan jika PT PTK dapat pengecualian untuk bisa menambang di kawasan hutan lindung. "Iya memang dapat pengecualian, tapi sepertinya AMDAL mereka belum tuntas," bebernya.

Dia menuturkan, pada sekitaran 2016-2017 Dinas LH Kalsel sempat diundang rapat oleh Kementerian LH untuk membahas AMDAL PT PTK. Tapi, setelah itu sampai sekarang tidak ada kabar lanjutan. "Belum ada tembusan yang kami terima, kalau AMDAL sudah selesai biasanya ada tembusan," tuturnya.

Ditanya, apakah aman kawasan hutan lindung di Kotabaru ditambang jika nantinya PT PTK mendapatkan izin AMDAL. Jawabnya, pemerintah pasti sudah memikirkan yang terbaik sebelum mengeluarkan izin AMDAL.

"Semua aspek pasti dihitung, salah satunya bagaimana dampaknya untuk ekosistem yang ada di sana," ujar Ikhlas.

Dia menyampaikan, di Sungai Durian, Kotabaru sendiri selama ini sudah ada tambang emas yang dikelola masyarakat secara turun-temurun. "Jadi di sana selama ini memang sudah ditambang," pungkasnya. (ris/ran/ema)

 


BACA JUGA

Minggu, 19 Januari 2020 00:36

Tanpa Antre di Ruangan Khusus, Penyandang Disabilitas Bisa dapat SIM

BANJARBARU - Sejak beberapa tahun terakhir. Pemohon Surat Izin Mengemudi…

Minggu, 19 Januari 2020 00:33

Karlina: Jangan Ragu Pakai Dana Kelurahan

BANJARMASIN - Bercermin dari pengalaman tahun 2019 kemarin, Camat Banjarmasin…

Minggu, 19 Januari 2020 00:30

Pagu Siring Teluk Kelayan Rp10,4 Miliar, Deadline Pembongkaran: April

BANJARMASIN - Proyek penyiringan kawasan eks Pasar Beras di Teluk…

Minggu, 19 Januari 2020 00:27

Ibnu Sina Kecewa dengan Pemprov, Gara-gara PDAM Cuma Bisa Jadi Perseroda

BANJARMASIN - Impian Pemko Banjarmasin mengubah status PDAM Bandarmasih menjadi…

Minggu, 19 Januari 2020 00:26

Sebelum Pensiun, Tugas ke Papua Dulu

BANJARMASIN - Serka M Edi Wibowo, anggota Babinsa Telaga Biru…

Sabtu, 18 Januari 2020 23:34
Berita Hulu Sungai Utara

Musim Hujan, Bupati HSU H Abdul Wahid Imbau Warganya Waspada Banjir

AMUNTAI - Ketika hadir memimpin apel gabungan Bupati Kabupaten Hulu…

Sabtu, 18 Januari 2020 16:31

Rebutan Durian, Sejumlah Warga Luka dan Pingsan

MARTAPURA - Puluhan ribu warga, Sabtu (18/1) menghadiri acara bertajuk…

Sabtu, 18 Januari 2020 10:02

SIAP-SIAP..!! Tujuh Daerah Siaga Bencana

BANJARBARU - Tak bersahabatnya cuaca, akibat tingginya intensitas hujan dalam…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:59

Kala Warga Dusun Ambatunin Bertekad Menerjang Buta Huruf: Dirikan Sekolah Darurat Beratap Terpal

Turun-temurun menanggung perihnya buta huruf, warga Dusun Ambatunin Desa Uren…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:29

Durian Gratis Bersama Paman Birin

MARTAPURA - Masyarakat di Kalsel bakal berbondong bondong ke Kiram Park,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers