MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 07 Oktober 2019 13:01
Melihat Cara PDAM-PDAM se-Banua Bertahan dari Krisis Air di Musim Kemarau

Sumber Air Adalah Kunci

PEMANDANGAN TAHUNAN: Warga Kotabaru berebut air bersih dari truk-truk yang disalurkan oleh lembaga dan perorangan. Krisis air di Kotabaru terajadi karena PDAm selalu kekurangan sumber air baku setiap tahunnya. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Musim kemarau membuat semua daerah di banua dilanda kekeringan. Warga berharap banyak pada PDAM agar bisa terus memasok air bersih di pengujung kemarau. Celakanya, PDAM juga sama seperti warga: kekurangan sumber air baku.

--

Panasnya cuaca dalam beberapa bulan terakhir mengancam pendistribusian air bersih PDAM Intan Banjar. Sungai Martapura, tempat mengambil air baku melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) Syarkawi di Sungai Tabuk mulai surut.

Direktur Utama PDAM Intan Banjar, Syaiful Anwar melalui Humas dan Hukum, Hikmatullah mengatakan surutnya sungai sudah membuat pendistribusian air tidak maksimal. "Sungai surut membuat pihak intake mengurangi daya hisap pompa. Sehingga, ketersediaan air baku berkurang," katanya.

Berkurangnya air baku mengakibatkan suplai air dari IPA Syarkawi ke IPA Manarap turun 10 sampai 15 persen. "Penurunan suplai membuat kapasitas pengolahan air di IPA Manarap berkurang. Dari 50 liter per detik menjadi 40 liter per detik," ujarnya.

Namun, pria yang akrab disapa Aat ini menyampaikan bahwa penurunan produksi dari IPA yang melayani pelanggan di kawasan Kecamatan Kertak Hanyar dan sekitarnya itu tidak berdampak ke pelanggan.

Lalu bagaimana dengan IPA II Pinus yang melayani 40 ribuan pelanggan di wilayah Banjarbaru, Martapura dan sekitarnya? Dia menuturkan, hingga kini masih aman. Sebab, debit aliran irigasi tempat mereka mengambil air baku masih normal. "Kalaupun debit irigasi surut, sebenarnya tidak lagi berpengaruh. Sebab, kita bisa mengambil air dari SPAM Banjarbakula," bebernya.

SPAM Banjarbakula sendiri mengambil air baku langsung dari Mandikapau, Kabupaten Banjar. Sehingga, tidak berpengaruh jika irigasi surut.

Sementara itu, meski pendistribusian masih berjalan lancar akan tetapi keluhan macetnya air terus bermunculan, Dirtek PDAM Intan Banjar Said Umar menuturkan, jika air leding yang mereka distribusikan tidak mengalir itu berarti tekanan sedang menurun.

"Tekanan drop biasanya karena meningkatnya pemakaian pada musim kemarau ini. Sehingga, wilayah yang di ujung jaringan terlambat mendapatkan air," jelasnya.

Dia membeberkan, PDAM Intan Banjar sedang mengupayakan agar air bisa mengalir ke semua pelanggan. Yakni, dengan cara membuat air valve untuk mengeluarkan angin yang terjebak dalam sistem jaringan pipa. "Kemarin baru saja dilakukan pembuatan air valve di wilayah Sriwijaya dan Sidomulyo," bebernya.

Selain itu, Said menjelaskan, ke depannya ada pipa jaringan menuju kawasan Bandara Syamsudin Noor yang akan bisa menambah suplai ke wilayah Landasan Ulin dan sekitarnya. "Kalau ada tambahan suplai, diharapkan permintaan air semua pelanggan dapat terpenuhi. Sebab, di Landasan Ulin ini yang biasanya ada pelanggan yang tidak kebagian air," pungkasnya.

--

Di Banjarmasin, penurunan produksi PDAM Bandarmasih mencapai 30,25 persen. Akibat intrusi air laut yang masih berlangsung di Sungai Martapura, PDAM belum bisa menggunakan bahan baku air dari intake di Sungai Bilu.

Humas PDAM Bandarmasih Muhammad Nur Wakhid mengatakan, kadar garam di intake Sungai Bilu tertinggi sejak empat tahun terakhir. "Tahun 2015 paling tinggi 5.000 mg/liter. Tahun ini, mencapai 6.075 mg perliter," ucapnya, kemarin (30/9).

Karena itu, IPA 1 A Yani dan IPA 2 Pramuka hanya dapat menggunakan air baku dari intake Sungai Tabuk. Padahal kebutuhan produksi PDAM untuk memenuhi keperluan 176.075 pelanggan PDAM, harus memproduksi air bersih sebesar 6.023 meter kubik/jam.

"Karena musim kemarau ini, PDAM hanya mampu memproduksi air bersih sebesar 3.114 meter kubik/jam. Jadi untuk kekurangan produksi sebesar 1.551 meter kubik/jam," jelasnya.

--

Di daerah-daerah Hulu Sungai, musim kemarau membuat debit air sejumlah sungai yang menjadi sumber air baku PDAM mulai berkurang. Akibatnya pasokan air ke rumah warga tidak sederas seperti sebelumnya. Direktur PDAM HSS, Arief Budiman mengatakan hal seperti ini sudah terjadi sekitar satu bulan terakhir. "Distribusi air ke rumah warga pun mulai tidak sederas sebelumnya,” ujarnya.

Hal yang sama juga terjadi pada pelanggan di Tapin. Musim kemarau membuat sumber air baku PDAM Kabupaten Tapin mulai berkurang. Kepala Bagian Teknik PDAM Tapin, Alimin Fauzi saat dikonfirmasi membenarkan hal ini.

Meski demikian, hal ini tak terjadi di Hulu Sungai Tengah (HST). Meski musim kemarau, pasokan air bersih PDAM diklaim masih cukup stabil. Termasuk jumlah kapasitas produksi.

Kepala seksi Perencanaan PDAM HST Firnandi mengatakan, yang dapat mengganggu kapasitas produksi air bersih justru apabila terjadinya banjir. “Pasalnya, bahan baku air bisa tercampur dengan lumpur. Itu pun hanya beberapa jam saja. Sementara di musim kemarau, bahan baku air cenderung lebih bersih,” paparnya.

HST dimanjakan dengan tiga aliran sungai yang menjadi bahan baku pengolahan air bersih, yakni Sungai Barabai, Sungai Batang Alai dan Sungai Haruyan. Debit air sungai yang melimpah membuat PDAM HST tak kekurangan bahan. Hal itu dipandangnya juga tak terlepas dari peran lingkungan di Kabupaten HST yang terbebas dari adanya pertambangan. “Kalau ada pertambangan, air sungai bisa sulit untuk digunakan,” ungkapnya.

Daerah lain yang juga dimanjakan oleh aliran air sungai adalah Hulu Sungai Utara (HSU). Bila PDAM lain mulai merasakan krisis sumaber baku air, PDAM HSU masih mampu melayani pelanggan secara profesional.

Plt Direktur PDAM Amuntai Agus Susiawanto mengatakan, memasuki puncak kemarau tahun ini pasokan air sampai ke rumah pelanggan terbilang lancar. Belum ada keluhan yang berarti.

PDAM HSU mengambil dari sumber air dari tiga sungai yang membelah wilayah HSU, yakni Sungai Tabalong, Negara dan Balangan. "Ini menjadi berkah bagi HSU dan kekuatan pasokan diuji saat kemarau melanda. Tekanan air sangat baik sampai ke pelanggan kami," ujarnya.

Di Balangan, meski air Sungai Batang Balangan mengalami penurunan yang cukup signifikan, tapi PDAM Balangan mengklaim masih tidak mengganggu distribusi ke masyarakat.

Kabag Teknik PDAM Balangan, Salihin mengatakan, mengantisipasi penurun debit sungai yang terus terjadi, pihaknya melakukan menempatkan ponton ke tengah-tengah sungai yang debit airnya masih dalam. Dengan demikian, suplai air baku tetap bisa dipertahankan.

--

Di Kabupaten Tanah Laut, adanya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pelaihari dan SPAM Bajuin membuat sistem penyaluran air bersih di Tanah Laut masih cukup prima.

“Sumber air di Kota Pelaihari masih aman selama kemarau, adanya waduk PTPN XIII dan Air Sungai Tabanio,” ucap Kepala PDAM Tala Eko Sugiharto. Selasa (1/10).

Eko menambahkan, memang ada dua wilayah terluar kota yang mengalami kekurangan air. DIantaranya Kintap dan Takisung yang memang terdampak karena keringnya waduk.

Daerah tetangga Tanah Laut, hanya Kotabaru yang mengalami krisis parah. Di Tanah Bumbu, distribusi air PDAM masih lancar.

“Hingga hari ini (kemarin), pasokan air baku masih aman, tidak masalah. Insya allah sampai musim hujan masih lancar,” ujar Kepala Teknik PDAM Tanbu Ardiansyah, kemarin.

Saat ini, kata dia, debit air baku masih bisa menghasilkan 6000 liter perdetik, sementara di waktu musim hujan bisa mencapai 149.000 liter perdetik.

“Jumlah (6000 liter perdetik) itu masih bisa melayani ribuan pelanggan yang ada di Kecamatan Simpang Empat, Batulicin dan Karang Bintang,” jelas Ardiansyah.

Sementara di Kecamatan Kusan Hilir, distribusi air bersih sempat mengalami macet selama 1 bulan. Dalam satu hari hanya bisa melayani 14 jam saja. Namun kini, distribusi air bersih di Kota Pagatan sudah normal kembali.

“Distribusi air bersih PDAM sudah melayani 24 jam,” terangnya.

Sedikit berbeda dengan Kecamatan Angsana, distribusi air bersih cukup mengkhawatirkan. Sumber air baku di kecamatan ini sudah mulai surut. Agar distribusi air bersih bisa berjalan, harus menunggu airnya dalam dulu. Meski begitu, pendistribusian air bersih masih tetap berjalan walaupun hanya beberapa jam saja seharinya.

“Sumbernya kecil sekali, tapi alhamdulillah masih tetap jalan saja,” pungkasnya.

Yang paling parah tentu saja di Kotabaru. Dari sekitar 14.347 pelanggan PDAM di pusat kota, sekitar 70 persen pelanggan tidak lagi mendapatkan layanan air bersih. Karena dua waduk utama, Gunung Ulin dan Tirawan sudah lumpuh.

Warga sekarang terpaksa membeli air dari para penjual air yang menggunakan pikap. Penjual air itu membeli air dari tempat-tempat pengelolaan air milik warga.

Sementara itu, BPBD bekerja sama dengan DPRD Kotabaru mengerahkan beberapa armada membagikan air gratis kepada warga. Juga ada bantuan dari perusahaan BKW Group dan SJA.

Meski Rabu (2/10) kemarin hujan lebat sudah mengguyur pusat kota, namun belum mampu mengisi debit waduk milik pemerintah. Di sosial media, banyak warga memposting gambar mereka menampung air hujan.

Krisis air juga dialami oleh warga pedesaan. Warga banyak terpaksa harus berjalan jauh menuju sumur yang masih ada airnya. Kondisi ini selalu terjadi tiap tahun di Kotabaru.

DPRD berencana mencari dana dari pemerintah pusat untuk membangun waduk raksasa di sekitar air terjun Seratak. "Harus kita bangun di tempat yang potensial. Kalau tidak ya sia-sia saja," kata Ketua DPRD Syairi Mukhlis. (ris/shn/mar/why/war/ibn/ard/kry/zal/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 11:52

TERUNGKAP..! Dari Pengidap AIDS di Banjarbaru: Banyak Pria Suka Pria Secara Rahasia

HIV/AIDS di Banjarbaru setiap tahunnya selalu merenggut nyawa. Jumlah kasusnya…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:29

Pontang-Panting Rumah Sakit Pikirkan Skema Pembiayaan BPJS

Tunggakan klaim BPJS Kesehatan memusingkan banyak rumah sakit di Indonesia.…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:03

Ofisial, Pelatih, dan Panitia Baku Hantam di Kejuaraan Karate

Keinginan Lemkari Kabupaten Banjar untuk menyelenggarakan kejuaraan karate bergengsi untuk…

Senin, 14 Oktober 2019 12:25

Berbincang dengan Kolektor Oeang Tempo Doeloe

Banting tulang siang dan malam demi Rupiah. Gali lubang lalu…

Minggu, 13 Oktober 2019 07:21

Lantunkan Ayat dengan Jari: Sudah Bisa Khatam, Ingin Terus Dalami Kitab Suci

Memiliki keterbatasan, bukan berarti kehilangan semangat. Buktinya, puluhan anggota persatuan…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:01

Gratiskan Honor untuk Safrah Amal, Bila Tak Manggung Jualan Es Keliling

Banua kehilangan satu lagi seniman gaek yang konsisten di jalurnya,…

Selasa, 08 Oktober 2019 10:20

Kalayangan Pagat, Grup Band yang Kampanyekan #SaveMeratus

Melalui dua lagu berjudul Merakus dan Rimba Terakhir, band bergenre…

Selasa, 08 Oktober 2019 09:48

Pengakuan Sang Penikam Ayah Tiri: Sakit Hati Melihat Ibu Disakiti

Sang penikam ayah tiri, Arafiq (22) telah dijebloskan ke sel…

Senin, 07 Oktober 2019 13:01

Melihat Cara PDAM-PDAM se-Banua Bertahan dari Krisis Air di Musim Kemarau

Musim kemarau membuat semua daerah di banua dilanda kekeringan. Warga…

Sabtu, 05 Oktober 2019 12:22

Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust di Sungai Barito Timbul

Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust yang tenggelam tahun 1859, timbul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*