MANAGED BY:
SABTU
15 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 07 Oktober 2019 13:01
Melihat Cara PDAM-PDAM se-Banua Bertahan dari Krisis Air di Musim Kemarau

Sumber Air Adalah Kunci

PEMANDANGAN TAHUNAN: Warga Kotabaru berebut air bersih dari truk-truk yang disalurkan oleh lembaga dan perorangan. Krisis air di Kotabaru terajadi karena PDAm selalu kekurangan sumber air baku setiap tahunnya. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO,

Musim kemarau membuat semua daerah di banua dilanda kekeringan. Warga berharap banyak pada PDAM agar bisa terus memasok air bersih di pengujung kemarau. Celakanya, PDAM juga sama seperti warga: kekurangan sumber air baku.

--

Panasnya cuaca dalam beberapa bulan terakhir mengancam pendistribusian air bersih PDAM Intan Banjar. Sungai Martapura, tempat mengambil air baku melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) Syarkawi di Sungai Tabuk mulai surut.

Direktur Utama PDAM Intan Banjar, Syaiful Anwar melalui Humas dan Hukum, Hikmatullah mengatakan surutnya sungai sudah membuat pendistribusian air tidak maksimal. "Sungai surut membuat pihak intake mengurangi daya hisap pompa. Sehingga, ketersediaan air baku berkurang," katanya.

Berkurangnya air baku mengakibatkan suplai air dari IPA Syarkawi ke IPA Manarap turun 10 sampai 15 persen. "Penurunan suplai membuat kapasitas pengolahan air di IPA Manarap berkurang. Dari 50 liter per detik menjadi 40 liter per detik," ujarnya.

Namun, pria yang akrab disapa Aat ini menyampaikan bahwa penurunan produksi dari IPA yang melayani pelanggan di kawasan Kecamatan Kertak Hanyar dan sekitarnya itu tidak berdampak ke pelanggan.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers