MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 08 Oktober 2019 09:48
Pengakuan Sang Penikam Ayah Tiri: Sakit Hati Melihat Ibu Disakiti
TERTUNDUK: Inilah penikam ayah tiri. Meski diancam hukuman seumur hidup, pelaku tampak tenang ketika menceritakan kisahnya kepada awak media.

PROKAL.CO, Sang penikam ayah tiri, Arafiq (22) telah dijebloskan ke sel tahanan Mapolsekta Banjarmasin Utara. Setelah dia menyerahkan diri pada Sabtu (5/10) lalu. Inilah pengakuannya.

-- Oleh: MAULANA, Banjarmasin --

PEMUDA berkumis tipis ini kemudian membuat sebuah pengakuan. Mengapa dia sampai tega melakukan perbuatan tersebut. Yang menarik, cerita itu dia tuturkan dengan runut dan santai.

Dalam versinya, Riduan (30) sering menyakiti ibunya, Yuli. Kekesalannya memuncak setelah melihat Yuli menangis seusai bertengkar dengan ayah tirinya. Arafiq pun mendendam.

"Saya sakit hati melihat ibu diperlakukan begitu. Dia sering disakiti. Saya tidak tega melihatnya. Ibu saya sampai-sampai melukai tangannya sendiri. Saya melihatnya sendiri saat mengunjungi rumah ibu," ungkapnya, kemarin (7/10) dalam gelar perkara kasus tersebut.

Emosinya pun menggelegak. Keduanya ribut di Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, di perumahan yang ditinggali Riduan dan Yuli. Dia coba mengusir korban. Saking kesalnya, pintu dan jendela rumah itu sampai dipaku Arafiq.

Seusai memaku, entah mengapa perkakas seperti pisau dan palu juga dimasukkannya ke dalam jok sepeda motor. Celakanya, keduanya malah berpapasan di perempatan Sungai Andai. Mereka kemudian cekcok di tengah jalan.

Arafiq kemudian meminta korban menemuinya di rumah sang bibi di Sungai Andai. Tujuannya untuk menyelesaikan perkara tersebut. Belum memasuki rumah, keduanya kembali ribut.

"Dia yang memukul duluan. Saya habis kesabaran. Saya kemudian mengambil pisau itu dan melayangkan ke dadanya," kisahnya.

Arafiq kemudian lari ke Kalteng. Dia membantah sedang mencoba kabur dari kejaran polisi. Sekalipun dia mengakui sempat membuang barang bukti dalam perjalanan. Seingatnya, pisau berdarah itu dibuang di kawasan Anjir.

"Di Muara Dadahup lah ayah kandung saya dikuburkan. Jadi saya ke sana untuk mendatangi makam beliau," tambahnya.

Tuntas melampiaskan kegalauannya di kuburan sang ayah, dia langsung kembali ke Banjarmasin. Menengok istrinya di rumah di Jalan Kelayan A. "Istri yang membujuk saya untuk menyerahkan diri," lanjutnya.

Ketika dijemput polisi, Arafiq bahkan masih mengenakan pakaian yang sama. Dia belum sempat berganti baju atau celana setelah insiden itu.

Kapolsekta Banjarmasin Utara AKP Dodi Harianto mengatakan, motif penganiayaan berujung maut itu lantaran sakit hati.

"Korban menderita satu luka tusukan yang mengenai otof pernafasannya. Pelaku disangkakan Pasal 351 ayat (3) jo Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara atau maksimal seumur hidup," pungkasnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 22 Oktober 2019 12:12

Kisah Dibalik Gerakan Gerobak Amal: Ajak Teman Beramal Lewat Medsos

Namanya Gerobak Amal. Menyediakan makanan gratis, dari nasi kotak sampai…

Kamis, 17 Oktober 2019 11:52

TERUNGKAP..! Dari Pengidap AIDS di Banjarbaru: Banyak Pria Suka Pria Secara Rahasia

HIV/AIDS di Banjarbaru setiap tahunnya selalu merenggut nyawa. Jumlah kasusnya…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:29

Pontang-Panting Rumah Sakit Pikirkan Skema Pembiayaan BPJS

Tunggakan klaim BPJS Kesehatan memusingkan banyak rumah sakit di Indonesia.…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:03

Ofisial, Pelatih, dan Panitia Baku Hantam di Kejuaraan Karate

Keinginan Lemkari Kabupaten Banjar untuk menyelenggarakan kejuaraan karate bergengsi untuk…

Senin, 14 Oktober 2019 12:25

Berbincang dengan Kolektor Oeang Tempo Doeloe

Banting tulang siang dan malam demi Rupiah. Gali lubang lalu…

Minggu, 13 Oktober 2019 07:21

Lantunkan Ayat dengan Jari: Sudah Bisa Khatam, Ingin Terus Dalami Kitab Suci

Memiliki keterbatasan, bukan berarti kehilangan semangat. Buktinya, puluhan anggota persatuan…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:01

Gratiskan Honor untuk Safrah Amal, Bila Tak Manggung Jualan Es Keliling

Banua kehilangan satu lagi seniman gaek yang konsisten di jalurnya,…

Selasa, 08 Oktober 2019 10:20

Kalayangan Pagat, Grup Band yang Kampanyekan #SaveMeratus

Melalui dua lagu berjudul Merakus dan Rimba Terakhir, band bergenre…

Selasa, 08 Oktober 2019 09:48

Pengakuan Sang Penikam Ayah Tiri: Sakit Hati Melihat Ibu Disakiti

Sang penikam ayah tiri, Arafiq (22) telah dijebloskan ke sel…

Senin, 07 Oktober 2019 13:01

Melihat Cara PDAM-PDAM se-Banua Bertahan dari Krisis Air di Musim Kemarau

Musim kemarau membuat semua daerah di banua dilanda kekeringan. Warga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*