MANAGED BY:
SABTU
14 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 08 Oktober 2019 09:48
Pengakuan Sang Penikam Ayah Tiri: Sakit Hati Melihat Ibu Disakiti
TERTUNDUK: Inilah penikam ayah tiri. Meski diancam hukuman seumur hidup, pelaku tampak tenang ketika menceritakan kisahnya kepada awak media.

PROKAL.CO, Sang penikam ayah tiri, Arafiq (22) telah dijebloskan ke sel tahanan Mapolsekta Banjarmasin Utara. Setelah dia menyerahkan diri pada Sabtu (5/10) lalu. Inilah pengakuannya.

-- Oleh: MAULANA, Banjarmasin --

PEMUDA berkumis tipis ini kemudian membuat sebuah pengakuan. Mengapa dia sampai tega melakukan perbuatan tersebut. Yang menarik, cerita itu dia tuturkan dengan runut dan santai.

Dalam versinya, Riduan (30) sering menyakiti ibunya, Yuli. Kekesalannya memuncak setelah melihat Yuli menangis seusai bertengkar dengan ayah tirinya. Arafiq pun mendendam.

"Saya sakit hati melihat ibu diperlakukan begitu. Dia sering disakiti. Saya tidak tega melihatnya. Ibu saya sampai-sampai melukai tangannya sendiri. Saya melihatnya sendiri saat mengunjungi rumah ibu," ungkapnya, kemarin (7/10) dalam gelar perkara kasus tersebut.

Emosinya pun menggelegak. Keduanya ribut di Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, di perumahan yang ditinggali Riduan dan Yuli. Dia coba mengusir korban. Saking kesalnya, pintu dan jendela rumah itu sampai dipaku Arafiq.

Seusai memaku, entah mengapa perkakas seperti pisau dan palu juga dimasukkannya ke dalam jok sepeda motor. Celakanya, keduanya malah berpapasan di perempatan Sungai Andai. Mereka kemudian cekcok di tengah jalan.

Arafiq kemudian meminta korban menemuinya di rumah sang bibi di Sungai Andai. Tujuannya untuk menyelesaikan perkara tersebut. Belum memasuki rumah, keduanya kembali ribut.

"Dia yang memukul duluan. Saya habis kesabaran. Saya kemudian mengambil pisau itu dan melayangkan ke dadanya," kisahnya.

Arafiq kemudian lari ke Kalteng. Dia membantah sedang mencoba kabur dari kejaran polisi. Sekalipun dia mengakui sempat membuang barang bukti dalam perjalanan. Seingatnya, pisau berdarah itu dibuang di kawasan Anjir.

"Di Muara Dadahup lah ayah kandung saya dikuburkan. Jadi saya ke sana untuk mendatangi makam beliau," tambahnya.

Tuntas melampiaskan kegalauannya di kuburan sang ayah, dia langsung kembali ke Banjarmasin. Menengok istrinya di rumah di Jalan Kelayan A. "Istri yang membujuk saya untuk menyerahkan diri," lanjutnya.

Ketika dijemput polisi, Arafiq bahkan masih mengenakan pakaian yang sama. Dia belum sempat berganti baju atau celana setelah insiden itu.

Kapolsekta Banjarmasin Utara AKP Dodi Harianto mengatakan, motif penganiayaan berujung maut itu lantaran sakit hati.

"Korban menderita satu luka tusukan yang mengenai otof pernafasannya. Pelaku disangkakan Pasal 351 ayat (3) jo Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara atau maksimal seumur hidup," pungkasnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 12 Desember 2019 11:02

Masih Jualan Es Saat Pengumuman Kelulusan Polisi

Hari ini ia tepat berulang tahun ke 56 tahun. Guratan…

Minggu, 08 Desember 2019 16:21

Mahir Pijat, Belum Tentu Bisa Pijat Refleksi, Tuna Netra Diberi Pelatihan Pijat Refleksi

Soal jasa pijat, para tuna netra memiliki kelebihan tersendiri. Namun…

Kamis, 05 Desember 2019 09:57

Putra Banua Jadi Peneliti Teknologi Nano di Jepang, Curi Perhatian Kampus, Diangkat Jadi Asisten Profesor

Diam-diam, Banua punya putra berprestasi di bidang ilmu fisika. Dia…

Rabu, 04 Desember 2019 11:29

Nasib Perajin Purun: Diorder untuk Acara Nasional, Purunnya Sudah Jadi Tapi Belum Dibayar, Pemesannya Malah Menghilang

Nasib sial diterima salah satu perajin purun di Kelurahan Palam,…

Selasa, 03 Desember 2019 11:40

Kokedama, Usaha Baru Jenis Florikultura di Kalsel: Belajar dari Youtube, Laku Dijual Melalui Online

Kokedema memang belum booming. Padahal seni bercocok tanam tanpa pot…

Senin, 02 Desember 2019 12:41

Bertemu Nasruddin, Lelaki yang Diisukan Menyebarkan Ajaran Sesat di HST

Nasruddin mengaku dua kali didatangi aparat keamanan. Permintaananya sama: meminta…

Senin, 02 Desember 2019 12:35

Wawancara dengan Nasruddin, "Sang Nabi" dari Kakahan

Radar Banjarmasin dua kali mewawancarai Nasruddin. Pertemuan pertama pada 20…

Jumat, 29 November 2019 11:08

Gagal Masuk Akpol, Rebut Emas SEA Games

Dibalik jabatannya sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan…

Jumat, 29 November 2019 09:56

Dinas Kehutanan Buka Harapan untuk Pengungsi Bisa Membangun Rumah

Pemprov Kalsel berencana membagikan ratusan kubik kayu dan papan kepada…

Kamis, 28 November 2019 11:45

Dari Korban Sebuku: Rumah Boleh Lapuk, Kenangannya Tidak

Wajah nelayan tua itu tegas. Guratannya dalam. Hampir tidak terlihat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.