MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Selasa, 08 Oktober 2019 10:03
PKL Siring Datangi Kantor Wali Kota, Ibnu Sina Keluar Lewat Pintu Belakang
KECELE: PKL Siring Pierre Tendean mendatangi Balai Kota di Jalan RE Martadinata, kemarin. Maksudnya ingin mengadu kepada wali kota. Mereka kecewa karena Ibnu Sina keburu pergi. | FOTO: NOORHIDAYAT/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Puluhan pedagang kaki lima Siring Piere Tendean mendatangi Balai Kota, kemarin (7/10). Keluhan mereka terkait event Banjarmasin Street Food (BSF).

PKL mengeluhkan iuran Rp250 ribu per pekan jika mau bergabung ke BSF. Sekalipun boleh patungan, satu tenda diisi berjejal lima lapak, tetap saja dirasa memberatkan.

"Kami mau saja bergabung ke BSF. Tapi kami masih bingung dengan nominal iuran itu," kata perwakilan PKL, Yeni.

Jika patungan, artinya seorang PKL harus membayar Rp50 ribu. Sedangkan mereka cuma berdagang selama dua hari, pada Sabtu dan Minggu.

"Sedangkan PKL siring ini cuma menjual es sirup, pentol, dan dagangan kecil lainnya. Jangan dikira pendapatan kami besar," imbuhnya.

Yeni dan kawan-kawan pun kecewa. Lantaran Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina tak kunjung turun menemui PKL. Rupanya, orang nomor satu di Kota Seribu Sungai itu telah "menghilang" dari kantornya. Mobil dinasnya keluar lewat pintu belakang Balai Kota.

BSF sendiri digagas pemko sebagai solusi atas masalah di kawasan Menara Pandang. Setiap akhir pekan, siring berubah menjadi pasar. Siring memang untuk pejalan kaki, bukan untuk menggelar lapak dagangan.

Papan larangan berdagang sudah dipasang di pagar siring. Satpol PP pun sudah berkali-kali menertibkan. Tapi ketika tak ada petugas, PKL pun kembali berdatangan.

"PKL yang masih ingin berjualan di kawasan itu, silakan mendaftarkan dirinya ke BSF. Agar lebih teratur," jelas Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Banjarmasin, Hermansyah.

Perihal iuran, menurutnya wajar untuk menutupi ongkos penyewaan tenda, kebersihan, dan keamanan. "Itulah mengapa mereka harus membayar. Saya mengimbau ayo bergabung," tambahnya.

Dikonfirmasi melalui Kasubbag Pemberitaan Humas Setdako Banjarmasin Ashadi Himawan, Ibnu mengaku tidak mengetahui kedatangan PKL ke Balai Kota.

"Saya tidak tahu ada PKL datang. Kebetulan saya mau salat zuhur ke Masjid Al Jihad (Jalan Cempaka). Sekalian salat fardu kifayah karena ada orang tau teman yang wafat. Mobilnya keluar lewat belakang," jelas Ibnu. (hid/fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*