MANAGED BY:
MINGGU
05 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 08 Oktober 2019 10:11
Pantau Pelabuhan Khusus, KPK Cari Batubara Ilegal
PANTAU PENGIRIMAN BATUBARA: Kepala Koordinator Wilayah VII Korsupgah KPK RI, Nana Mulyana mendatangi Pelabuhan khusus batubara milik PT Talenta Bumi di kawasan Batola. | FOTO: M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Sektor batubara sepertinya menjadi fokus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah menyasar tambang ilegal di Kabupaten Banjar, kemarin lembaga antirasuah itu mendatangi pelabuhan khusus batubara di Kabupaten Batola.

Kali ini kedatangan KPK untuk memastikan batubara yang dikapalkan sudah sesuai persyaratan. Diantaranya, adalah usaha harus melampirkan shipping instruction, SKAB, kontrak atau purchase order, bukti jaminan reklamasi, dan royalti di e-PNBP. Rekomendasi ini dikeluarkan oleh Dinas ESDM Kalsel melalui aplikasi online.

Jika batubara yang dikapalkan tak memenuhi syarat tersebut bakal dianggap ilegal. Royalti e-PNBPini lah yang sejak awal diincar KPK. Mereka ingin memastikan ada uang yang masuk ke kas daerah tanpa adanya permainan oknum

“Tak hanya di lokasi tambang. Dipengapalan pun dilakukan monitoring. Apakah memang batubara yang resmi,” kata Kepala Koordinator Wilayah VII Korsupgah KPK RI, Nana Mulyana kemarin.

 Dia mengaku perlu waktu untuk menelaah dan mempelajari kegiatan di pelabuhan khusus (Pelsus) batubara ini. Pelsus batubara yang didatangi pihaknya kemarin adalah milik PT Talenta Bumi di kawasan Batola. Tepat di bibir sungai Barito.

Batubara yang masuk kesini adalah hasil ekplorasi di kawasan Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar. Kawasan ini sebelumnya pernah didatangi pihaknya pada bulan Juli lalu. “Informasi yang kami dapatkan, mereka disini menerima batubara dari perusahaan yang sudah terkontrak,” terangnya.

Nana seperti percaya begitu saja atas penjelasan dari pihak perusahaan. Bahwa semua batubara yang dikapalkan adalah legal atau resmi. “Kami sedang menghitung ulang royalti bersama bea cukai hingga perizinan,” tukasnya.

Kedatangan pihaknya kemarin juga memastikan, tumpukan batubara di stockpile bukan batubara ilegal yang akan dikapalkan tanpa dokumen lengkap. “Informasi laporan masyarakat memang ada, namun pembuktiannya sulit di lapangan. Tapi KPK tetap akan konsen disini,” tuturnya.

Nana mengatakan, pelabuhan khusus seringkali tidak memerhatikan batubara itu Ilegal atau tidak. Sebab selama ada dokumen lengkap asal usul batubaranya dan izin pengapalan lengkap maka bisa dinaikkan ke tongkang. “Jika ditanya apakah dari Peti, Perusahaan mengatakan tak tahu. Karena itu dokumen didapat dari pemilik IUP. Batubaranya otomatis clear and clean,” ujarnya.

Dia menegaskan, tidak menutup kemungkinan akan menyasar ke stockpile lain di Kalsel untuk menjaga jangan ada kebocoran kas negara pada pengapalan batubara ilegal ini. “Ini daerah pertama. Nanti akan disasar ke daerah lain,” janjinya.

Sementara, General Manager (GM) Operasional PT Talenta Bumi, Budi Suhartono menegaskan, bahwa batubara yang di “parkir” di stockpile mereka adalah batubara legal. Di sini sebutnya, ada 12 perusahaan batubara pemilil IUP yang bekerjasama.

“Semuanya resmi dan sesuai SOP. Jika lengkap dokumennya maka dibolehkan. Dari pemegang IUP kita verifikasi lagi. Termasuk surat pengapalan dan surat asal usul batubaranya. Karena dari kesyahbandaran tidak memberi izin jika dokumen belum lengkap,” kata Budi.

Memiliki tiga unit conveyor, dalam sehari PT Talenta Bumi dapat memuat 5000-8000 ton ke tongkang. Kalau ditotal, sekitar 60 tongkang dalam sebulan. “Batubaranya ada yang dikirim ke luar negeri, ada pula yang dipindah ke kapal besar lagi,” tandasnya.

Kepala Dinas ESDM Kalsel Isharwanto mengungkapkan, hingga triwulan ke III tahun ini, sudah 50,5 juta ton yang dikapalkan. Paling tinggi pengiriman ada di kabupaten Tanah Bumbu mencapai 17 ribu ton, disusul Kabupaten Tapin sebanyak 14 ribu ton. “Kami tegas, jika syarat tak terpenuhi, izin pengapalan tak akan dikeluarkan,” ujar pria yang akrab disapa Kelik itu. (mof/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers