MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 10 Oktober 2019 11:36
DLH: Pakan Ikan di Tambak Juga Salah Satu Sumber Pencemaran Sungai
AMBIL SAMPEL: Pegawai Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin mengambil sampel air untuk uji laboratorium di Banua Anyar, Sungai Martapura, kemarin. | FOTO: NOORHIDAYAT/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, DINAS Lingkungan Hidup bersama Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Banjarmasin mendatangi tambak di Kelurahan Banua Anyar, kemarin (9/10).

Kedatangan itu terkait kejadian puluhan ton ikan mati bawal yang mati mendadak. Bahkan, kerugian petambak ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.

Kepala DLH Banjarmasin Mukhyar mengatakan, aktivitas tambak ikan sebenarnya sangat mencemari Sungai Martapura. "Jangan dulu bicara ikan mati. Pakan itu sendiri merupakan salah satu sumber pencemaran sungai," tegasnya.

Namun, dia tak buru-buru melarang usaha tersebut. "Harus dipikirkan bersama. Semoga ada solusinya untuk dipindahkan ke darat," tambahnya.

Pegawai DLH kemudian mengambil sampel air di sekitar keramba untuk uji laboratorium. Guna pengecekan lebih lanjut kualitas air di sana.

Sementara itu, Kepala DKP3 Banjarmasin Lauhem Mahfuzi mengatakan, kematian ikan itu diakibatkan rendahnya kadar oksigen terlarut dalam air.

Dari hasil pengecekan sementara, kadar Dissolved Oxygen (DO) di kawasan keramba berada jauh dibawah ambang batas aman.

"DO-nya pada angka dua. Rendah sekali. Ditambah jumlah ikan dalam keramba yang sangat banyak. Semakin menipiskan kadar oksigennya," jelas Lauhem.

Ibaratnya, ikan-ikan itu dipaksa berebut oksigen. Hingga mati karena tak bisa bernafas. Lauhem juga menyebut penyebab lain. Yakni pemberian pakan berlebih. Tujuannya agar ikan lekas besar dan dipanen.

"Pasti berpengaruh. Karena ketika ikan sedang kekenyangan, mereka mudah sekali terpengaruh kualitas air sungai yang buruk," tukasnya.

Diwartakan sebelumnya, petambak menduga kematian itu disebabkan lonjakan kadar garam di Sungai Martapura. Selama kemarau, anak Sungai Barito itu memang kerap dihajar intrusi air laut.

Ditambah hujan deras yang mengguyur Banjarmasin selama beberapa hari membuat ikan tak sanggup bertahan dengan perubahan cuaca mendadak. (hid/fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*