MANAGED BY:
MINGGU
08 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 12 Oktober 2019 11:56
Pengakuan Pelaku Pencabulan Anak Kandung di Banjarbaru: Ambil Anak dari Istri dan Tak Disekolahkan
HUKUMAN BERAT: Pelaku pemerkosaan anak S (kiri) bersama rekannya M saat digiring anggota kepolisian menuju Rutan Mapolres Banjarbaru, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Beberapa hari terakhir Banjarbaru dihebohkan dengan kasus bapak menggauli anaknya sendiri hingga hamil. Banyak yang bertanya-tanya kenapa pria berinisial S itu tega berbuat sekeji itu terhadap buah hatinya. Radar Banjarmasin melalui perantara Humas Polres Banjarbaru, kemarin berhasil mendapatkan pengakuan si pelaku.

-------------------------------------

Dari balik jeruji besi Rutan Mapolres Banjarbaru, pelaku mengaku sampai hati menyetubuhi anak kandungnya sejak 2017 hingga 2019 lantaran tidak tahan melawan hawa nafsu. "Sejak cerai dengan istri saya pada 2010, saya belum kawin lagi. Maka dari itu, saya tidak bisa menahan nafsu saya ke anak," katanya.

Mantan istri yang dia maksud adalah ibu dari korban, dia mengungkapkan, saat mereka bercerai usia korban masih 10 tahun. "Ketika kami cerai, anak dibawa mantan istri ke Jawa. Lalu, pada 2017 dia saya ambil," ungkapnya.

Bukannya merawat korban dengan baik, pelaku malah menjadikan anaknya itu sebagai objek nafsu bejatnya. Selama bertahun-tahun dia menggauli korban hingga berbadan dua. Bahkan, tidak pernah disekolahkan. "Mungkin karena nafsu saya tadi," beber pria berkepala plontos itu.

Korban pun tidak berani membantah, karena setiap kali berhubungan pelaku selalu mengancamnya. Dan kerap mencacinya lantaran tidak perawan lagi. "Saat coba saya tanya, dia pernah digituin pamannya di Jawa," tambahnya.

Karena mengetahui anaknya sudah tidak perawan lagi itulah menurut Kapolres Banjarbaru Ajun Komisaris Besar Polisi Kelana Jaya melalui Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Polisi Aryansyah, membuat pelaku meminta anaknya terus melayaninya. "Korban tak berkutik lantaran ayahnya mengancam akan membeberkan kisah kelamnya itu dengan pamannya kepada ibu serta keluarga besarnya," ucapnya.

Perlakuan tak senonoh berinisial S itu kepada putrinya terus berlanjut hingga hamil. Dalam kondisi mengandung anak dari hasil perbuatan bejatnya, S malah makin menjadi-jadi. "Pelaku menyuruh korban untuk segera mencari pacar agar ada pria yang bertanggungjawab atas kehamilannya. Tetapi korban tidak berhasil menemukan," tambah Aryansyah.

Terdesak, S mengambil jalan pintas. Dia memperkenalkan putrinya yang tengah hamil usia kisaran dua bulan dengan rekan sebayanya, yakni M (57). Agar makin memuluskan niatnya, putrinya turut dipaksa untuk merayu M agar kepincut.

Rencana bejat S berhasil. Hubungan terlarang dengan dasar paksaannya bisa dikatakan manjur. Namun target S untuk mengkambinghitamkan M sebagai ayah kandung dari bayi yang dikandung anaknya gagal. Sebab, belum sampai waktunya, korban malah mengalami keguguran. "Korban disetubuhi dua kali oleh M dan mengalami keguguran," cerita Aryansyah.

Bukannya berhenti, S rupanya makin tak berperasaan. Setelah putrinya keguguran, dia malah memintanya untuk melayani dirinya dan rekannya lagi. Dengan maksud bisa meminta uang kepada rekannya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas putrinya.

Korban sontak menolak permintaan keji ayah kandungnya ini. Dia juga menolak keras untuk berhubungan dengan M yang merupakan rekan ayahnya. "Karena ditolak, pelaku terus memukuli putrinya jika permintaannya untuk berhubungan badan tak dikabulkan. Korban yang tidak tahan akhirnya lari dari rumah lalu menemui seorang warga dan ketua RT setempat," terang Aryansyah.

Melalui ketua RT, Mawar didampingi melaporkan perbuatan ayahnya tersebut Kamis (3/10) tadi. Yang mana dari pelaporan ini, kepolisian langsung bertindak dan mengamankan dua lelaki bejat itu tiga hari kemudian. "Saat ini kasusnya masih dalam penyidikan dan pemanggilan sejumlah saksi," ujar Kasubbag Humas, AKP Siti Rohyati.

Dia menyampaikan, atas perbuatannya tersebut, kedua pelaku akan disangkakan dijerat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. "Untuk pelaku yang merupakan ayah kandung korban diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara, sementara teman dari ayah korban yang juga menyetubuhi korban diancam dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara," bebernya.

Lalu bagaimana dengan paman korban di Jawa? Karena menurut pengakuan korban, juga pernah menggaulinya. Siti menuturkan, lantaran tidak ada yang melapor dan tempat kejadiannya bukan di Banjarbaru maka pihaknya tidak memprosesnya. "Kejadiannya juga sudah lama dan korban tidak melapor," ujarnya.

Korban sendiri saat ini sudah berkumpul dengan keluarga ayahnya di Banjarbaru, setelah selama beberapa hari mendapatkan pendampingan di Rumah Singgah Dinas Sosial Kalsel.

Akan tetapi Siti enggan membeberkan di mana alamat rumah keluarga ayah korban tersebut. Dengan alasan untuk menjaga keamanan identitas wanita malang itu. (ris/bin/ema)


BACA JUGA

Minggu, 08 Desember 2019 08:42

48 Pelajar Direhab, 36 Ribu Ikuti Sosialisasi BNNK

BANJARMASIN - Sepanjang tahun 2019, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK)…

Minggu, 08 Desember 2019 08:26

Peronda Hampir Celurit Pemilik Showroom

BANJARMASIN - Empat hari sudah Akhmad Syarifudin (45) mendekam di…

Minggu, 08 Desember 2019 08:24

Sita 40 Butir Ineks Logo Hello Kitty

BANJARMASIN - Dua pengedar sabu dan ineks yang tinggal di…

Sabtu, 07 Desember 2019 12:20

Kakak Beradik Spesialis Jambret Dibekuk

BANJARBARU - Bukannya saling membimbing untuk menjalani kehidupan yang lebih…

Kamis, 05 Desember 2019 09:49

Belum Nambang, Rugi Rp1,2 M

KOTABARU - Terungkapnya kasus pencurian material perusahaan tambang batubara di…

Kamis, 05 Desember 2019 09:27

Selain Kasus Terorisme, Warga Miskin Dapat Pendampingan Hukum Gratis

BANJARMASIN – Bukana rahasia lagi jika tarif jasa bantuan atau…

Kamis, 05 Desember 2019 07:18

Razia Bongkar Muat di Djok Mentaya, Dishub Diajak Kucing-kucingan

BANJARMASIN - Para pemilik ruko pergudangan di Jalan Djok Mentaya…

Kamis, 05 Desember 2019 07:14

Biasanya Riang jadi Lebih Pendiam, ABK Tugboat Tenggelam di Sungai Barito

BANJARMASIN - Pencarian ABK (anak buah kapal) Trans Power 165,…

Rabu, 04 Desember 2019 11:17

Alfurqan, Kitab Suci Pengikut 'Nabi dari HST', Kejiwaan Nasruddin Bakal Diperiksa

BARABAI - Meski rumah kayu yang terletak di Desa Kahakan,…

Rabu, 04 Desember 2019 10:55

Andalkan CCTV, Dua Perampok Alfamart Masih Diburu, Polisi Belum Temukan Titik Terang

BANJARMASIN - Polisi belum menemukan titik terang dari kasus perampokan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.