MANAGED BY:
JUMAT
06 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 13 Oktober 2019 06:45
Melihat 2 Rival di Pilkada Banjarbaru: Sama-sama Mendaftar di Golkar
RESMI MENDAFTAR: Didampingi tim & koleganya, Pasangan Aditya-Iwansyah pada Sabtu (11/10) siang resmi menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon walikota & wakil walikota Banjarbaru pada Pilkada serentak 2020 mendatang di kantor DPD Golkar Banjarbaru | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU – Berselang dua hari dari pasangan kompetitornya; Nadjmi-Jaya. Pasangan penantang; Aditya-Iwansyah yang siap berlaga di Pilwali Banjarbaru 2020 turut menyerahkan berkas formulir pendaftaran ke DPD Golkar Banjarbaru kemarin (12/10) siang.

Kedua pasangan ini datang berbarengan. Mereka tampak kompak mengenakan kemeja putih. Yang mana selama ini terus dikenakan keduanya ketika mendaftar ataupun menyerahkan berkas ke Parpol.

Ditemani oleh rombongan pendukungnya. Keduanya langsung menyerahkan berkas ke Ketua Tim Penjaringan DPD Golkar Banjarbaru, Iriansyah Ghani yang hadir bersama beberapa pengurus Golkar lainnya.

Sejurus kemudian, berkas dari pasangan penantang ini dinyatakan lengkap dan komplit oleh tim penjaringan. "Berkas sudah kita verifikasi dan dinyatakan lengkap," tegas Iriansyah.

Sampai saat ini katanya di DPD Golkar Banjarbaru baru ada empat orang kandidat Bacalon yang telah mendaftar dan melengkapi berkas. Keempatnya yakni dalam paket dua pasangan; Nadjmi-Jaya serta Aditya-Iwansyah. "Kita buka pendaftaran hingga tanggal 15 Oktober. Tentu prinsipnya kita masih membuka pendaftaran bagi bakal calon lainnya," katanya.

Sementara itu, usai melakoni prosesi penyerahan berkas. Aditya (akrab disapa Ovie) mengungkapkan bersyukur pihaknya disambut oleh DPD Golkar. "Alhamdulillah berkas kita dinyatakan lengkap, baik saya sebagai Bakal Calon Walikota maupun Pak Iwansyah sebagai Bakal Calon Wakil Walikota Banjarbaru," ujar Ovie.

Kala ditanya awak media ihwal target Parpol lainnya. Ovie menjawab jika saat ini pihaknya telah mendaftar dua Parpol. Yakni PDIP Banjarbaru dan DPD Golkar Banjarbaru.

"Kalau ada nanti Parpol lain yang juga membuka pendaftaran, Insya Allah kita siap. Karena makin banyak yang bergabung tentu akan semakin kuat," pikirnya.

Memang secara hitung-hitungan. Jika pasangan Aditya-Iwansyah sukses mendapatkan usungan PDIP (3 kursi) dan Golkar (5 kursi). Maka otomatis perahu politik jalur Parpol keduanya dapat dipastikan mulus.

Sebab dalam pemilihan nanti, jalur Parpol di Pilwali Banjarbaru minimal memerlukan enam kursi. Hal ini belum ditambah dengan usungan dari partai yang dipimpin Ovie sendiri di tingkat DPD PPP Kalsel. Yang saat ini, kursi PPP di Banjarbaru berkekuatan empat kursi.

Kembali ditanya soal mekanisme pendaftaran di PPP, Ovie menjawab bahwa ada kemungkinan jika partai dengan lambang Kakbah ini di tingkat DPC Banjarbaru tak membuka pendaftaran.

"Memang Insya Allah bulan depan PPP ada pendaftaran di beberapa kota. Namun untuk di Kota Banjarbaru tidak tahu membuka atau tidak. Nanti ada surat dari pusat yang menentukan," jawabnya.

Ovie sendiri menyebut alasan tidak dibukanya pendaftaran lantaran ada kader yang akan berencana maju di Pilkada. Bahkan katanya selain di Banjarbaru, di Kabupaten Balangan juga ada kemungkinan PPP tidak membuka pendaftaran.

"Termasuk di Kabupaten Balangan, karena di dua wilayah ini ada kader yang rencananya maju. Di Banjarbaru ada ulun (saya) dan di Balangan ada Abdul Hadi yang rencananya juga maju di Pilbup," terangnya.

Meski begitu, ia tetap mengatakan bahwa soal tak adanya pembukaan pendaftaran di dua wilayah ini pihaknya akan izin dengan pusat terlebih dahulu.

Pernyataan Ovie memang cukup mengejutkan. Pasalnya, di Banjarbaru sendiri, calon rivalnya di Pilwali nanti yakni Darmawan Jaya S yang berpasangan dengan Nadjmi Adhani tercatat masih sebagai Ketua DPC PPP Banjarbaru.

Kemudian, pernyataan menarik juga keluar dari Iwansyah. Ketika diminta tanggapan soal statement calon rivalnya; Nadjmi Adhani soal peluang usungan Golkar beberapa waktu lalu. Iwan merespons dengan polos.

Diketahui sendiri, seperti diwartakan Radar Banjarmasin sebelumnya. Nadjmi yang menyerahkan berkas ke DPD Golkar pada Rabu (9/10) lalu melontarkan statemen mengejutkan di kantor Golkar.

Saat itu, Nadjmi berkomentar di hadapan wartawan bahwa posisinya yang maju sebagai Bakal Calon Walikota diharapnya jadi pertimbangan Golkar untuk meminangnya.

"Kalau ada di papan satu kenapa mesti di papan dua. Golkar di Banjarbaru adalah Partai Pemenang, kami sangat respek dengan Golkar, partai ini partai besar," katanya saat itu.

Dengan pernyataan Nadjmi, Iwansyah menganggap hal tersebut lumrah saja. "Boleh-boleh saja berpendapat seperti itu. Saya meyakini DPD Banjarbaru, DPD Kalsel hingga DPP pusat punya perhitungan, kalkulasinya tersendiri bagaimana strategi agar Golkar bisa menenangi Pilkada," tanggapnya.

Soal kata-kata Papan 1 dan Papan 2. Iwan berpandangan jika itu bukan hal yang bisa dikotomi (pembagian). "Itu tidak bisa dikotomi antara walikota dan wakil walikota. Kalau itu dikotomi ya kita ada UU yang membagi tugas antara walikota dan wakilnya."

Ditambahkannya, Golkar menurut Iwan yang terpenting bisa memenangi Pilkada. Terlepas di posisi Walikota atau Wakil Walikota ketika maju.

"Yang terpenting menang Pilkada, itu yang saya tangkap selama ini. Karena saya sudah jadi kader Golkar itu dari tahun 87 (1987, red), sekarang sudah 32 tahun. Ya yang berharap dari kader Golkar, ya saya yang sudah 32 tahun di Golkar dan berdarah-darah di Partai Golkar," jujur Iwan.

Mengulik ucapan Iwansyah, secara usia karir politik memang Iwansyah boleh dikatakan lebih senior ketimbang Nadjmi. Pasalnya, Iwansyah sendiri tercatat sudah tiga periode terpilih menjadi Legislator. Ia pun juga sukses menjaga ritme Partai Golkar di tiga Pileg memperoleh 5 kursi.

Meski begitu, secara jabatan sekarang, Nadjmi juga punya posisi yang cukup strategis. Ia tercatat masih menjabat sebagai Ketua Umun SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) Kalsel, yang merupakan sayap organisasi Golkar. Di kepengurusan DPD Provinsi Kalsel, Nadjmi ditunjuk sebagai Wakil Ketua Bidang Ekonomi DPD Golkar Kalsel. Walaupun diketahui bahwa Najdmi resmi jadi kader Golkar baru di tahun 2018 lalu. (rvn/ram/ema)

 


BACA JUGA

Kamis, 05 Desember 2019 17:54
Pemkab Balangan

Bupati Balangan Apresiasi Kegiatan Kariwaya Bekarasmin

PARINGIN – Sebagai salah satu kelompok seni yang saat ini…

Kamis, 05 Desember 2019 10:03
Parlementaria Banjarbaru

Upayakan Aspirasi Warga saat Reses Masuk APBD 2021

BANJARBARU - Anggota DPRD Banjarbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Windi…

Kamis, 05 Desember 2019 09:54

Daerah Diminta Tertibkan Nama Bangunan Berbahasa Asing

BANJARBARU - Pemerintah pusat benar-benar serius ingin menerapkan Peraturan Presiden…

Kamis, 05 Desember 2019 09:48

Kandidat Senang Masa Kampanye Singkat, Optimis Bisa Kejar Target Pemilih

BANJARMASIN - Masa kampanye pada Pilkada 2020 mendatang dipersingkat KPU…

Kamis, 05 Desember 2019 09:46

Adu Tagar Gaet Penggemar, Meriahnya Jelang Pilwali Banjarbaru 2020

Kontestasi politik di Kota Banjarbaru makin menarik. Empat kandidat bakal…

Kamis, 05 Desember 2019 07:17

Hari ini, Leding Mati 24 Jam

BANJARMASIN - Hari ini (5/12) PDAM Bandarmasih mulai memperbaiki pipa…

Kamis, 05 Desember 2019 07:15

Untuk Terangi Jalan, Pemko Banjarmasin Siapkan 5 Miliar

BANJARMASIN - Pemko menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar. Alokasi itu…

Kamis, 05 Desember 2019 07:08

H-1 Penutupan Lelang Jabatan Kadis HSS, Baru 10 yang Mendaftar

KANDANGAN – Sampai H-1 jelang penutupan lelang jabatan secara terbuka…

Kamis, 05 Desember 2019 07:05

Senjata Personel Diperiksa, Ada Apa..?

TANJUNG – Baru bertugas beberapa hari, Kapolres Tabalong AKBP M…

Kamis, 05 Desember 2019 06:57
Pemko Banjarbaru

Wawali Buka Jambore Kader Posyandu

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan, didampingi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.