MANAGED BY:
MINGGU
05 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 13 Oktober 2019 07:21
Lantunkan Ayat dengan Jari: Sudah Bisa Khatam, Ingin Terus Dalami Kitab Suci
BELAJAR KITAB SUCI: Para tunanetra membaca Alquran dalam kegiatan bimbingan belajar baca Alquran Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalsel, Sabtu (12/10). | FOTO: MUHAMMAD OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Memiliki keterbatasan, bukan berarti kehilangan semangat. Buktinya, puluhan anggota persatuan tunanetra (Pertuni) Banjarmasin begitu antusias mengikuti bimbingan belajar baca Alquran, yang digelar Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalsel, Sabtu (12/10). 

-- Oleh: MUHAMMAD OSCAR FRABY, Banjarmasin --

Lantunan ayat suci Alquran bergema di Masjid Al Furqon, Jalan Bumi Mas Banjarmasin. Pelantunnya ternyata adalah para penyandang tunanetra di Banjarmasin.

Salah satunya adalah Arsyad. Menyandang tunanetra sejak lahir, tangan Arsyad terlihat sangat lancar meraba huruf Alquran braille. Arsyad mengaku bisa mengaji dengan huruf braille ini sejak tahun 1995 silam. Saat dia berusia sekitar 25 tahun. “Waktu itu belum lancar. Tahun 2000 baru fasih,” terangnya.

Bahkan dua tahun yang lalu, bersama anggota Pertuni Banjarmasin, dia sudah bisa khatam. Kala itu dia mengaku sangat bangga dan senang setelah hanya bisa mendengar lantunan ayat suci. “Perasaan saat itu tak bisa digambarkan. Bisa mengaji saja sudah bangga. Apalagi sampai khatam,” sebut pria kelahiran Banjarmasin tahun 1972 itu.

Belajar huruf braille terangnya butuh ketekunan dan semangat. Tanpa itu, akan sulit bisa membaca dengan huruf-huruf timbul. “Apalagi kalau sudah berusia tak muda lagi. Kemampuan dan insting meraba sudah melemah karena mengenal huruf braille cukup rumit,” ujarnya.

Meski sudah lancar meraba huruf demi huruf braille, dia mengaku masih belum terlalu fasih melantunkan Alquran, apalagi mengiramakan ayatnya. Tetapi selagi ada niat kuat, dia yakin akan bisa menguasainya dengan lebih baik. “Selama ada niat kuat dari dalam hati, tak ada yang tidak mungkin,” tukasnya.

Keseharian Arsyad sebagai tukang pijat tak menyurutkan dirinya terus mendalami kitab suci. Menurutnya, membaca dan mendalami kitab suci suatu kewajiban bagi seorang muslim. Dia tak ingin, meski memiliki keterbatasan tapi tak bisa membaca Alquran.

Ketua Umum MPM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalsel, Hesly Junianto menyebut, kegiatan ini sebagai bentuk perhatian pihaknya kepada penyandang disabilitas di Banjarmasin. “Ini hanya bagian kecil. Ditengarai masih banyak di luar sana yang memiliki keterbatasan dan ingin bisa membaca Alquran,” kata Hesly kemarin. 

Pihaknya mengagendakan kegiatan ini akan digeber satu bulan sekali. Melalui media kegiatan seperti ini akan banyak diikuti penyandang difabel yang ingin menekuni membaca Alquran. “Banyak yang menutup diri. Padahal sangat banyak yang ingin bisa membaca Alquran, kami ingin pihak keluarga mau membawa keluarganya,” serunya.

Hesly terlihat bangga. Terlebih melihat semangat para difabel di kota ini dalam membaca Alquran. “Semangat mereka sangat tinggi. Padahal mereka memiliki keterbatasan fisik,” tutur Hesly.

Kedepan, pihaknya tak hanya memberikan bimbingan kepada yang sudah fasih, namun akan memberikan pembelajaran awal kepada difabel yang belum sama sekali mengenal huruf braille. “Masih banyak yang belum bisa sama sekali. Ini yang ingin kami sasar selanjutnya,” tandasnya.(ran/ema)


BACA JUGA

Minggu, 05 April 2020 09:30

Cerita Dokter dan Perawat di Era Corona; Lebih Sibuk, Kini Mandi pun di Rumah Sakit

Dokter dan perawat berada di garis terdepan dalam melawan virus…

Minggu, 05 April 2020 09:13

Program Acil Asmah; Belanja Sayur Bisa Lewat WhatsApp

Banyak cara untuk meringankan beban warga di tengah pandemi. Salah…

Kamis, 02 April 2020 14:56

Sibuknya Peserta dan Alumni Pelatihan Menjahit Saat Pandemi

Akibat Covid-19, masker bedah dipasaran menjadi langka. Untuk menyiasati itu,…

Rabu, 01 April 2020 13:05

Kala Dokter Menginisiasi Produksi APD Secara Mandiri; Libatkan Guru, Anak SMK hingga Tukang Ojek

Minimnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis…

Senin, 30 Maret 2020 12:36

Berita Baik di Tengah Pandemi Corona: Barista Kopi Dibalik Gerakan Pasang Keran Gratis

Dalam perang melawan wabah, Anda tak perlu menunggu menjadi hartawan…

Jumat, 27 Maret 2020 11:51

Fenomena Takhayul Pesisir Kalsel di Tengah Corona

Optimisme beberapa pejabat pemerintah, yang percaya warga akan disiplin tanpa…

Kamis, 26 Maret 2020 13:02

Pakai Jas Hujan, Berharap Kiriman APD Bukan Hanya bagi Perawat Saja

Alat pelindung diri (APD) menjadi pakaian paling "tren" sekarang ini.…

Rabu, 25 Maret 2020 11:49

Cerita-cerita Calon Pengantin yang Gagal Gelar Resepsi; Katering Sudah Pesan Akhirnya Dibagikan ke Anak Yatim

Niat Arif Hendy Wijaya (25) warga Desa Barambai untuk bersanding…

Senin, 23 Maret 2020 12:51

Bincang Santai dengan "Indro Corona"; Sudah Ada Sebelum Masehi, Sembuh dengan Vitamin E

Muhammad Indro Cahyono akhir-akhir ini sibuk mondar-mandir kantor-kantor pemerintah untuk…

Minggu, 22 Maret 2020 05:48

Melihat Penerapan Social Distancing di Bandara Syamsudin Noor

Upaya pencegahan dan meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19 dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers