MANAGED BY:
SENIN
27 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 14 Oktober 2019 12:30
Amankan Hutan Lindung Liang Anggang..! Dishut Bakal Blokade Izin Pengelolaan dan Pemanfaatan
TERANCAM: Kawasan hutan lindung di Liang Anggang yang terancam pembalakan liar dan penyerobotan lahan. | DOK/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU – Penyerobotan tanah dan pembalakan liar yang ditengarai terjadi di Hutan Lindung Liang Anggang (HL-LA), membuat Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel mengambil langkah serius.

Kepala Dishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, salah satu cara untuk mengamankan HL yang berada di Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Liang Anggang tersebut yakni memblokade izin pengelolaan dan pemanfaatan di sana.

“Dinas Kehutanan tidak akan mengeluarkan izin pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan lindung, ini merupakan sebuah ikhtiar kita untuk mengamankan dan menghilangkan bahaya laten karhutla di sana secara permanen,” tegas Hanif.

Dia mengungkapkan, selain rawan perambahan lahan HL-LA juga seringkali dilalap api. Sehingga perlu dilakukan pengelolaan yang baik terhadap kawasan tersebut.

"Jadi di sana perlu dilakukan identifikasi dan pendataan detail kepemilikan yang ada, sebelum dilakukan penertiban terhadap perambahan kawasan hutan bersama – sama aparat setempat," ungkapnya.

Lanjutnya, sebelum dilakukan penertiban terlebih dahulu akan dilakukan sosialisasi yang intensif terhadap masyarakat sekitar. "Kami juga bakal mengusulkan kembali HL-LA sebagai KHG (Kesatuan Hidrologi Gambut) Maluka Sungai Martapura," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Penyuluh dan Perhutanan Sosial (PMPPS) Dishut Kalsel, Gede menyampaikan, walaupun izin pengelolaan dan pemanfaatan di kawasan HL-LA tidak dikeluarkan namun masyarakat tetap bisa memanfaatkannya melalui izin perhutanan sosial.

"Izin hanya untuk masyarakat di dalam kawasan hutan sebagai solusi konflik yang ada di sana. Bukan untuk perusahaan," ucapnya.

Kawasan HL-LA selama ini memang terancam dari penyerobotan tanah dan pembalakan liar. Akibat adanya sejumlah oknum yang mengklaim memiliki lahan di dalam hutan itu.

Ancaman-ancaman tersebut sebelumnya disampaikan, Ispendi Susanto. Seorang pria yang sejak 1980-an berjuang mengamankan kawasan HL yang memiliki luas sekitar 900 hektare itu.

Dia mengungkapkan, ada banyak kepentingan di dalam hutan yang berada di perbatasan antara Banjarbaru dan Kabupaten Banjar itu. Sehingga, ada sejumlah oknum masyarakat yang tidak ingin hutan itu berstatus HL.

"Banyak kepentingan. Ada yang ingin mengaveling lahan di sana, supaya bisa digarap atau dijual ke developer. Ada juga yang selalu menebang dan menjual hasil hutannya. Untuk itu, mereka tidak ingin ada status HL," ungkapnya.

Karena menolak adanya status HL, pria yang akrab disapa Pendi ini menyebut, sejumlah oknum masyarakat tersebut selama ini selalu menghalangi mereka untuk mengamankan kawasan hutan yang ada di sana. "Baru-baru tadi plang batas HL yang kami pasang ada yang merusak. Entah siapa, kami tidak tahu," sebutnya.

Selain itu, dia menuturkan, upaya mereka untuk bisa menjaga kelestarian hutan dengan menanami ribuan bibit pohon juga selalu ingin digagalkan. "Ada sekitar 15 ribu bibit yang kami tanam. Tapi, sekarang mungkin hanya sekitar dua ribuan. Karena ada yang merusak," tuturnya.

Bukan hanya itu, Pendi juga mengaku selalu didatangi orang yang tidak suka dengan sikapnya yang ingin mempertahankan HL. Bahkan, adapula yang sampai membawakan parang. "Ada juga yang melabrak Mas. Akhirnya memusuhi," ucapnya.

Meski begitu, keinginannya untuk menjaga kelestarian HL masih begitu kuat. Sebab, menurutnya HL sangat penting untuk paru-paru kota dan mencegah bencana banjir.

"Hutan ini sumber oksigen untuk masyarakat luas. Mungkin hal itu yang belum dipahami para oknum itu, sehingga tidak ingin ada status HL," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Senin, 27 Januari 2020 10:07

Menunggu Kepastian Nasib PDAM dan PD PAL

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin menggelar rapat pembahasan laporan akhir kajian…

Senin, 27 Januari 2020 10:04

Target Menang di Pilkada 2020, PDIP Buka Lowongan Kader

BANJARMASIN - Pileg 2019 dimenangkan PDI Perjuangan. Nah, partai berlambang…

Senin, 27 Januari 2020 09:50

Revitalisasi Belasung Tinggal Dilelang

BANJARMASIN - Revitalisasi Sungai Belasung yang sudah direncanakan Dinas Pekerjaan…

Senin, 27 Januari 2020 09:36

Denny Indrayana Bertemu Relawan se-Tanah Laut

PELAIHARI - Puluhan relawan yang tergabung dalam tim pemenangan kandidat…

Senin, 27 Januari 2020 09:29

Angin Ribut, Mobil CRV dan Dagangan Gorengan Tertimpa Pohon

AMUNTAI - Tiupan angin kencang kembali terjadi di Kabupaten Hulu…

Senin, 27 Januari 2020 09:11
Pemko Banjarbaru

Sekda Ikuti Gerakan Salat Subuh Berjemaah

BANJARBARU - Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru H Said Abdullah, Minggu…

Senin, 27 Januari 2020 09:04
Pemkab Tanah Bumbu

Bentuk Generasi Muda Berwawasan Kebangsaan

BATULICIN - Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tanbu menggelar…

Senin, 27 Januari 2020 09:04
Pemkab Tanah Bumbu

Selesai Reses, Anggota DPR Ini Bergotong Royong

BATULICIN - Setelah selesai melaksanakan kewajiban reses, Syafruddin H Maming…

Senin, 27 Januari 2020 09:01

Pelayanan RS Boejasin Sarang Halang Harus Ditingkatkan

PELAIHARI - Untuk mempererat jalinan koordinasi antar instansi terkait proses…

Senin, 27 Januari 2020 09:01
Pemkab Tanah Laut

Selalu Kunjungi SKPD untuk Koordinasi

PELAIHARI - Kunjungan tanpa sepengetahuan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers