MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 14 Oktober 2019 12:30
Amankan Hutan Lindung Liang Anggang..! Dishut Bakal Blokade Izin Pengelolaan dan Pemanfaatan
TERANCAM: Kawasan hutan lindung di Liang Anggang yang terancam pembalakan liar dan penyerobotan lahan. | DOK/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU – Penyerobotan tanah dan pembalakan liar yang ditengarai terjadi di Hutan Lindung Liang Anggang (HL-LA), membuat Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel mengambil langkah serius.

Kepala Dishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, salah satu cara untuk mengamankan HL yang berada di Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Liang Anggang tersebut yakni memblokade izin pengelolaan dan pemanfaatan di sana.

“Dinas Kehutanan tidak akan mengeluarkan izin pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan lindung, ini merupakan sebuah ikhtiar kita untuk mengamankan dan menghilangkan bahaya laten karhutla di sana secara permanen,” tegas Hanif.

Dia mengungkapkan, selain rawan perambahan lahan HL-LA juga seringkali dilalap api. Sehingga perlu dilakukan pengelolaan yang baik terhadap kawasan tersebut.

"Jadi di sana perlu dilakukan identifikasi dan pendataan detail kepemilikan yang ada, sebelum dilakukan penertiban terhadap perambahan kawasan hutan bersama – sama aparat setempat," ungkapnya.

Lanjutnya, sebelum dilakukan penertiban terlebih dahulu akan dilakukan sosialisasi yang intensif terhadap masyarakat sekitar. "Kami juga bakal mengusulkan kembali HL-LA sebagai KHG (Kesatuan Hidrologi Gambut) Maluka Sungai Martapura," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Penyuluh dan Perhutanan Sosial (PMPPS) Dishut Kalsel, Gede menyampaikan, walaupun izin pengelolaan dan pemanfaatan di kawasan HL-LA tidak dikeluarkan namun masyarakat tetap bisa memanfaatkannya melalui izin perhutanan sosial.

"Izin hanya untuk masyarakat di dalam kawasan hutan sebagai solusi konflik yang ada di sana. Bukan untuk perusahaan," ucapnya.

Kawasan HL-LA selama ini memang terancam dari penyerobotan tanah dan pembalakan liar. Akibat adanya sejumlah oknum yang mengklaim memiliki lahan di dalam hutan itu.

Ancaman-ancaman tersebut sebelumnya disampaikan, Ispendi Susanto. Seorang pria yang sejak 1980-an berjuang mengamankan kawasan HL yang memiliki luas sekitar 900 hektare itu.

Dia mengungkapkan, ada banyak kepentingan di dalam hutan yang berada di perbatasan antara Banjarbaru dan Kabupaten Banjar itu. Sehingga, ada sejumlah oknum masyarakat yang tidak ingin hutan itu berstatus HL.

"Banyak kepentingan. Ada yang ingin mengaveling lahan di sana, supaya bisa digarap atau dijual ke developer. Ada juga yang selalu menebang dan menjual hasil hutannya. Untuk itu, mereka tidak ingin ada status HL," ungkapnya.

Karena menolak adanya status HL, pria yang akrab disapa Pendi ini menyebut, sejumlah oknum masyarakat tersebut selama ini selalu menghalangi mereka untuk mengamankan kawasan hutan yang ada di sana. "Baru-baru tadi plang batas HL yang kami pasang ada yang merusak. Entah siapa, kami tidak tahu," sebutnya.

Selain itu, dia menuturkan, upaya mereka untuk bisa menjaga kelestarian hutan dengan menanami ribuan bibit pohon juga selalu ingin digagalkan. "Ada sekitar 15 ribu bibit yang kami tanam. Tapi, sekarang mungkin hanya sekitar dua ribuan. Karena ada yang merusak," tuturnya.

Bukan hanya itu, Pendi juga mengaku selalu didatangi orang yang tidak suka dengan sikapnya yang ingin mempertahankan HL. Bahkan, adapula yang sampai membawakan parang. "Ada juga yang melabrak Mas. Akhirnya memusuhi," ucapnya.

Meski begitu, keinginannya untuk menjaga kelestarian HL masih begitu kuat. Sebab, menurutnya HL sangat penting untuk paru-paru kota dan mencegah bencana banjir.

"Hutan ini sumber oksigen untuk masyarakat luas. Mungkin hal itu yang belum dipahami para oknum itu, sehingga tidak ingin ada status HL," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 13 November 2019 14:17
BREAKING NEWS

Banjarbaru Berduka, Kepala Dinas Kominfo Meninggal Dunia

BANJARBARU -- Kota Banjarbaru khususnya di lingkup Pemerintahan Kota (Pemko)…

Rabu, 13 November 2019 13:41
Pemkab Tabalong

Dinilai Berkualitas, E-votting Akan Digelar di Semua Desa di Tabalong

TANJUNG – Keberhasilan program E-Votting pada pemilihan kepala desa (Pilkades)…

Rabu, 13 November 2019 12:31

2020, Kantor Gubernur Lama Jadi Museum, Lalu Ajak Swasta Bangun Tugu Pal Nol

BANJARMASIN - Pemprov Kalsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan…

Rabu, 13 November 2019 12:27

Pangeran Hidayatullah Dianggap Bukan Pahlawan Karena Dinyatakan Menyerah Terhadap Penjajah

BANJARMASIN - Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 2019, Presiden Jokowi…

Rabu, 13 November 2019 12:18

Dianggap Gembosi PKS Kalsel, Gelora Menepis

BANJARMASIN - Dua hari setelah resmi dideklarasikan di tingkat pusat,…

Rabu, 13 November 2019 12:13

250 Mahasiswa Farmasi Turun Ke Jalan, Dorong RUU Kefarmasian

BANJARMASIN - Sekitar 250 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa…

Rabu, 13 November 2019 12:04

Arungi Pilkada Banjarbaru, Mantan Senator Gandeng Dokter, Jadi Poros Keempat

BANJARBARU - Pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru…

Rabu, 13 November 2019 11:57

Hati-hati, Barisan Lubang di Jalur Cepat Pal 29 Buat Limbung Pemotor

BANJARBARU – Barisan lubang di Jalan A Yani Km 29,…

Rabu, 13 November 2019 11:47
Pemko Banjarbaru

Walikota Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani didampingi Ketua TP…

Rabu, 13 November 2019 11:44
PARLEMENTARIA

Propemperda Harus Disesuaikan agar Tidak Tumpang Tindih

BANJARBARU - Pasca dilantiknya anggota dewan baru dan terbentuknya Alat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*