MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 15 Oktober 2019 12:32
Dua Gusti Lamar Golkar Banjar, Wakil Gubernur Sepi Pendaftar
IKUT BERSAING: Gusti Sulaiman Razak saat mengantarkan berkas ke kantor DPD Golkar Banjar. | FOTO: MUHAMMAD AMIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Hari terakhir pendaftaran calon wakil gubernur dari DPD Partai Golkar Kalsel jatuh pada hari ini. Hingga kemarin, baru tiga orang yang mengembalikan berkas. Mereka adalah, Staf Ahli Gubernur Gusti Syahyar, Anggota DPRD Kalsel dari Fraksi PDIP Rosehan NB dan Korwil Pemenangan Pemilu se-Kalimantan DPP Partai Golkar, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah.

Wakil Ketua Penjaringan Wakil Gubernur Kalsel DPD Partai Golkar Kalsel, Puar Junaidi mengharapkan, di hari terakhir hari ini, akan ada lagi kandidat yang melamar menjadi wakil gubernur mendampingi Sahbirin Noor.

Menurutnya, usai ditutup pendaftaran hari ini. Akan ada mekanisme lain yang harus dilalui oleh para bakal calon wakil gubernur, yakni menyampaikan visi dan misi serta hasil survei. “Itu pun akan disampaikan ke DPP,” tukasnya. 

Meski demikian, Puar mengatakan bisa saja wakil Sahbirin Noor datang di luar para pelamar ini. Pasalnya, meski Golkar memenuhi syarat untuk mengusung sendiri, namun mereka menegaskan akan berkoalisi dengan partai politik lain. “Masih dinamis. Bisa saja terjadi. Keputusannya ada pada pimpinan,” ujarnya.

Contohnya nama yang mencuat adalah Muhidin. Ketua DPW PAN Kalsel itu beberapa kali mengatakan sangat ingin mendampingi Sahbirin untuk memimpin Kalsel periode ke depan. Soal ini, Puar menjawab pihaknya menunggu keputusan pimpinan. “Kalau berkoalisi dengan partai lain dan mereka meminta wakil, bisa saja. Masih dinamis,” ucap Puar diplomatis.

Salah satu kandidat wakil gubernur Gusti Iskandar Sukma Alamsyah mengharap partai memilihnya mendampingi Sahbirin. Gusti Iskandar sendiri adalah kader Golkar. “Kan bisa saja. Ini sering terjadi di Pilkada. Wapres tadi contohnya. Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno yang juga berasal dari satu partai,” ujar Iskandar.

Disinggung mekanisme jika nantinya wakil yang ditunjuk adalah di luar pendaftar, Iskandar mengatakan itu semua keputusan DPP. “Yang pasti semua harus dilakukan telaahan. DPP bisa menambah nama lain. Apalagi adanya pertimbangan koalisi dengan partai lain,” tambahnya.

Konstelasi Pilgub Kalsel 2020 sendiri mulai menarik. Setelah defisit bakal calon, kini nama-nama mulai bermunculan. Salah satu kandidat yang ingin melawan petahana adalah Denny Indrayana. Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM era SBY ini menyatakan diri akan maju melalui partai maupun jalur perseorangan.

Nama lain yang juga sudah lama disebut-sebit adalah mantan Bupati Banjar, Pangeran Khairul Saleh. Khairul Saleh disebutkan akan maju melalui calon perseorangan jika Partai Amanat Nasional (PAN) tak mengusung dirinya. Namun, hingga saat ini tanda-tanda dia mencalonkan diri menyurut. Apalagi setelah dia dilantik sebagai Anggota DPR RI.

Pengamat politik Universitas Lambung Mangkurat Gazali Rahman menyebut, munculnya nama Denny patut diapresiasi. Sehingga Pilgub mendatang akan lebih berwarna. Denny yang lebih banyak berkecimpung di pemerintah pusat akan menjadi nilai tambah pemilih.

Dosen FISIP ULM ini menganalisa, dengan mengambil formulir ke Partai NasDem, artinya Denny sudah memiliki pertimbangan dan tujuan, yakni ingin berlaga di Pilgub. Akan tetapi sebutnya, NasDem sepertinya akan berlabuh ke koalisi Golkar yang mengusung Sahbirin Noor.

Setidaknya, dia mengatakan apa yang dilakukan Denny bisa menambah popularitasnya di banua. “Langkah Denny ini investasi politik lima tahun kedepan. Sangat bagus dia muncul,” tambahnya. 

Berbicara pendamping Sahbirin, Gazali mengatakan, Golkar bersama partai koalisi harus betul-betul memilih orang yang tepat. Khususnya yang bisa menarik simpati masyarakat dengan berujung menambah suara kepada Sahbirin.

Di luar nama bakal calon wakil gubernur yang saat ini mencuat. Gazali mengatakan, nama Abdul Haris harusnya menjadi pertimbangan Sahbirin dan partai koalisi. Haris yang saat ini menjabat sebagai Sekdaprov Kalsel itu akan menjadi pasangan paling ideal.

Memiliki segudang pengalaman, Haris juga sebutnya memiliki konstituen yang jelas. Menjabat Ketua NU Kalsel, tentu modal besar baginya untuk menambah suara. Belum lagi sosok orang tua Haris yang menjadi tokoh di Kalsel, menambah elektabilitas Haris semakin tinggi. “Ada plus minus dengan Muhidin. Haris memiliki basis masa di NU, sementara Muhidin juga punya konstituen,” paparnya.

Selain itu, Sahbirin berlatar pengusaha, sementara Haris berlatar Ulama. “Jangan lupa. Suara NU di Kalsel ini seperti di Jawa Timur. Suara ulama sangat menentukan,” tandasnya.

Sementara itu, Pilkada Kabupaten Banjar juga tak kalah ramai. Gusti Iskandar Sukma Alamsyah yang melamar untuk wakil gubernur dari Partai Golkar, ternyata juga mengembalikan berkas pencalonan untuk maju lewat Golkar ke Pilkada Kabupaten Banjar 2020, kemarin.

Selain dia, Gusti Sulaiman Razak mendatangi DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar untuk tujuan yang sama.

Sebenarnya, masih ada beberapa calon lain yang berusaha mengembalikan berkas yaitu KH Ali Murtadho. Anggota DPRD Banjar tersebut maju di partai Golkar dalam posisi wakil bupati. Sayangnya, masih ada beberapa syarat yang belum dipenuhi sehingga urung dikembalikan secepatnya.

Sekretaris Penjaringan Partai Golkar Banjar Chairil Anwar mengatakan banyak bakal calon yang belum mengetahui masa pendaftaran diperpanjang sampai 22 Oktober. Mereka mengira batas akhir tetap 15 Oktober, padahal telah diumukan secara terbuka kepada khalayak dan mendapat persetujuan dari Golkar Provinsi.

“Kami menerima 5 pelamar yang mengembalikan berkas dan lengkap. Masih ada beberapa lagi, kami sifatnya menunggu,” kata Chairil Anwar. (mof/mam/ay/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 22 Mei 2020 11:32

Kasus Covid-19 Bisa Naik Usai Lebaran, Kemenag Kalsel Imbau Tidak gelar Takbiran

BANJARMASIN - Pawai takbiran malam Lebaran dipastikan akan sepi. Tradisi…

Jumat, 22 Mei 2020 11:26

Profesi Penggali Kubur Semakin Dicari

BANJARBARU - Penggali kubur adalah profesi yang paling dicari akhir-akhir…

Jumat, 22 Mei 2020 11:16

Terindikasi Covid-19, Penumpang Dikarantina

BANJARBARU - Beberapa hari menjelang Lebaran, kondisi Bandara Syamsudin Noor,…

Jumat, 22 Mei 2020 10:56

PSBB Banjarmasin Masuki Jilid 3, Pakar Epidemiologi: Lanjutkan, tapi Harus Lebih Tegas

BANJARMASIN - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di…

Jumat, 22 Mei 2020 10:44

Kalsel Kewalahan Memusnahkan Arsip

BANJARMASIN - Sudah sebulan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel memulai…

Jumat, 22 Mei 2020 10:34

Kapolda Sowan ke Guru Danau

AMUNTAI - Sudah hampir menjadi agenda rutin bagi pejabat instansi…

Jumat, 22 Mei 2020 10:21

MUI Banjarbaru Bolehkan Salat Id, Dengan Syarat

BANJARBARU - Meski sudah sangat mendekati hari H lebaran Idulfitri.…

Jumat, 22 Mei 2020 09:52
Pemko Banjarbaru

Wali Kota Terima Bantuan dari Notaris

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, Senin (18/5)…

Jumat, 22 Mei 2020 09:45
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Imbau Masyarakat Salat Idulfitri di Rumah

BATULICIN - Pemkab Tanbu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan…

Jumat, 22 Mei 2020 09:42
Pemkab Tanah Bumbu

Tetap Peduli Atasi Percepatan Penanganan Stunting

BATULICIN - Meskipun ditengah wabah corona, Pemkab Tanbu tetap peduli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers