MANAGED BY:
SELASA
19 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Selasa, 15 Oktober 2019 12:49
Bukan Hanya di Banjarmasin, di Kabupaten Banjar Juga Banyak Ikan Mati Mendadak, Pembudidaya Merugi Ratusan Juta
Puluhan pembudidaya ikan air tawar keramba apung di Kabupaten Banjar mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Ikan-ikan di Desa Sungai Alang dan Sungai Asam Kecamatan Karang Intan tiba-tiba mengapung dan perlahan mati.

PROKAL.CO, MARTAPURA - Puluhan pembudidaya ikan air tawar keramba apung di Kabupaten Banjar mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Ikan-ikan di Desa Sungai Alang dan Sungai Asam Kecamatan Karang Intan tiba-tiba mengapung dan perlahan mati.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar Riza Dauly membenarkan peristiwa ini. Dia mengatakan ribuan ekor budidaya keramba apung mati sejak hari Jumat (11/10) lalu.

“Tadi sudah kami pantau langsung ke pembudidaya. Pengakuan mereka sejak hari Jumat ikan-ikan dalam keramba apung mati. Jumlahnya ribuan atau sekitar satu ton yang mati setiap harinya,” bebernya.

Dia menengarai penyebabnya akibat debit air sungai di puncak musim kemarau sangat kurang. Apalagi, pasokan air sungai yang bersumber dari waduk PLTA Riam Kanan nyaris tak mengalir lantaran ditutup untuk keperluan pembangkit listrik.

“Penyebabnya kami duga ikan dalam keramba apung milik pembudidaya kekurangan oksigen. Air sungai di sana surut akibat musim kemarau,” jelasnya.

Lebih parah, lanjutnya hasil penelitian pihaknya air sungai juga sudah tercemar oleh sisa-sisa pakan tenggelam yang dianggap kurang ramah lingkungan. "Jadi pada saat air sungai surut dan oksigen dalam air berkurang ammoniac naik ke permukaan menjadi racun yang membuat ikan mati,” terangnya.

Saat ini pihaknya hanya bisa menghimbau kepada petani ikan budidaya untuk segera memanen ikan yang sudah cukup usia atau mendekati masa panen demi menghindari kerugian yang lebih besar. Selain itu, petani ikan sebaiknya mengeluarkan ikan-ikan yang mati dari sungai. Dikhawatirkannya ikan mati yang menumpuk akan mencemari sungai.

Namun, Dinas Perikanan Kabupaten Banjar kesulitan untuk memberi bantuan hibah bibit ikan bagi petani setempat lantaran kelompok budidaya ikan yang terdampak tidak berbadan hukum.

"Sedangkan persyaratannya penerima bantuan harus berbadan hukum yang sah,” tandasnya.(mam/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*