MANAGED BY:
KAMIS
14 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Selasa, 15 Oktober 2019 12:55
ULM Tambah Guru Besar, Sutarto Dorong Dosen-Dosen Meneliti
SELAMAT, PROF!: Rektor Universitas Lambung Mangkurat Sutarto Hadi memakaikan jubah guru besar kepada Ketua Program Studi S2 Manajemen Pendidikan FKIP, Prof Aslamiah. | FOTO: M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Satu lagi dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dikukuhkan menjadi guru besar. Dia adalah, Ketua Program Studi S2 Manajemen Pendidikan FKIP, Prof Aslamiah. Tambahan satu ini menambah jumlah guru besar di perguruan tinggi tertua di Kalimantan itu menjadi 49 orang.

Meski demikian, jumlah tersebut dinilai Rektor ULM Prof Sutarto Hadi masih jauh dari harapan. Sejatinya menurutnya, dari sebanyak 1200 dosen yang ada di ULM, paling tidak ada 100 guru besar.

“Masih rendah jika dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri lain di Indonesia,” ujar Sutarto usai mengukuhkan Prof Aslamiah kemarin di Aula Rektorat ULM, kemarin.

Sutarto membandingkan dengan Universitas Hasanudin Makassar. Disana dosen yang bergelar guru besar jumlahnya mencapai 380 orang. Bahkan, Universitas Negeri Makasar yang usianya lebih muda dari ULM, guru besarnya sebanyak 87 orang. “ULM jauh tertinggal. Ini yang jadi tantangan kami,” sebutnya.

Lima tahun kedepan, dia menargetkan akan mencetak 50 orang guru besar di ULM. Angka itu dinilainya sangat realistis. Pasalnya, tahun 2020 mendatang ULM akan mengucurkan sekitar Rp20 miliar untuk dana riset sebagai pendorong lahirnya guru besar.

“Jumlah dosen bergelar doktor pun semakin banyak. Sekarang jumlahnya mencapai 320 orang,” beber guru besar matematika itu. 

Lambannya ULM mencetak guru besar diakui Sutarto lantaran jumlah dosen yang bergelar doktor juga tak banyak. Meski demikian, dari beberapa doktor yang ada hampir semua memiliki publikasi yang diakui internasional.

“Saya sudah cek. Semoga para dosen muda yang karyanya cukup banyak, dapat mempercepat penambahan guru besar di ULM,” harapnya. 

Mendorong bertambahnya guru besar di ULM, dia juga mewajibkan para dosen untuk melakukan penelitian. Dengan dana riset yang disediakan cukup besar, Sutarto mengatakan setiap dosen wajib meneliti.

"Saya harap jumlah publikasi akan bertambah dan temuan baru diciptakan. Jika dosen yang ingin mengejar guru besar perlu dana. Saya tak segan-segan membantu. Asal targetnya jelas,” ujarnya. 

Berbicara tentang Prof Aslamiah, Sutarto mengaku bersyukur. Menurutnya Tidak banyak guru besar yang ada di FKIP. Bahkan satu-satunya di fakultas tersebut. “Ini suatu kebanggaan, tak hanya bagi FKIP, tapi bagi ULM,” tandasnya.

Mendapat gelar guru besar, rupanya tak perlu waktu lama bagi Aslamiah. Dia ternyata hanya perlu 5 bulan usai diajukan ke Kemenristekdikti. “Alhamdulillah. Ini capaian yang tertinggi dan harapan semua dosen,” tutur Aslamiah.

Menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul Pendidikan Unggul di Era Revolusi Industri 4.0 (Perspektif Kepemimpinan Kepala Sekolah), dia menginginkan kemajuan sekolah dan keunggulan siswa lantaran peran kepala sekolah yang handal. (mof/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*