MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 16 Oktober 2019 12:53
Ternyata Gara-gara ini, Mahasiswa Uniska Bawa Parang ke Kampus
Kasus perkelahian dan mahasiswa membawa senjata tajam di Banjarbaru terus jadi sorotan. Kejadian yang semula terjadi pada Senin (14/10) siang di Kampus Uniska Banjarbaru ini kini ditangani kepolisian. | Foto: Mahasiswa Uniska

PROKAL.CO, BANJARBARU - Kasus perkelahian dan mahasiswa membawa senjata tajam di Banjarbaru terus jadi sorotan. Kejadian yang semula terjadi pada Senin (14/10) siang di Kampus Uniska Banjarbaru ini kini ditangani kepolisian.

Dalam inside ini, W (26) mahasiswa asal Tapin yang melakukan penyerangan dengan sajam jenis Parang kini diamankan di Mapolres Banjarbaru. Diketahui dia terlibat perkelahian dengan H (19), mahasiswa semester baru di Uniska Banjarbaru.

Sebelum heboh kejadian penyerangan oleh W ke H. Sebuah video berdurasi pendek menyebar. Dalam video yang berlokasi di salah satu sudut kampus Uniska Banjarbaru ini tampak satu orang mahasiswa dan sekelompok mahasiswa terlibat perkelahian.

Belakangan, diketahui jika kejadian yang terekam di video tersebut, penyebab awal W sampai nekat membawa sajam ke kampus. Niatnya, ia ingin membalas dendam lantaran diduga sempat dikeroyok oleh H serta beberapa rekannya.

Memang jika diamati dari video yang beredar, W yang di video tampak dikerumuni setidaknya lima orang mahasiswa. Tiga di antaranya yakni cowok berbaju merah, biru dan abu-abu tampak memegangi bahkan memukul W. Usai dipukul W sampai terpojok.

Atas kasus ini, Kapolres Banjarbaru, AKBP Kelana Jaya melalui Kasubbag humas, AKP Siti Rohayati membenarkan kasus ini kini ditangani Polres Banjarbaru.

Saat kejadian penyerangan menggunakan sajam tersebut. Kepolisian terangnya mendapat laporan melalui aplikasi Siharat. "Kita langsung turun kelapangan, terkait adanya perkelahian di tempat parkir, kampus Uniska Banjarbaru yang terjadi pada hari Senin siang," katanya

Sesaat tiba di lokasi kejadian. Petugas gabungan dari Polres Banjarbaru berhasil mengamankan senjata tajam dari tangan W (26). Selanjutnya, ia dibawa ke Mapolres untuk dimintai keterangan

Adapun dari hasil pemeriksaan sementara. Siti memaparkan, sebelum penyerangan memang sempat terjadi keributan antara W dengan H. Juga didapati fakta jika H memang adik kelas dari W di Kampus Hijau ini.

Lantaran ingin membalas dendam. Beberapa waktu setelah keributan di dalam kampus, W kembali ke Kampus Uniska. Sembari membawa sajam dan sempat mengarahkan kepada H yang saat itu berada di sekitar parkiran tempat kejadian.

“Saat itu di kerumunan mahasiswa lainnya cukup banyak. Petugas dari Polres Banjarbaru langsung mengamankan sajamnya. Sajam ini jenis parang dengan panjang 41 sentimeter yang punya gagang warna coklat," ceritanya.

Tak cukup sampai disitu. Rupanya ketika W digeledah oleh aparat. Satu sajam jenis keris dengan panjang 29 sentimeter kembali ditemukan. Disebutkan bahwa keris ini sengaja disiapkan W untuk melanjutkan keributan sebelumnya.

Terkait tindakan proses hukum, W saat ini terang Siti dalam pemeriksaan penyidik dari Sat Reskrim Polres Banjarbaru.

"Pelaku W (26) disangkakan, UU Darurat No 12 Tahun 1951. Tentang menguasai, atau memiliki dan atau menyimpan senjata tajam tanpa dilengkapi surat izin yang sah. Dengan ancaman pidana kurungan penjara paling lama 10 tahun,” ujarnya.

Terpisah, menurut pengakuan salah seorang keluarga dari W. W memang sempat mengaku bahwa awalnya terjadi tindak pengeroyokan. Tepat seperti di video yang tersebar. Juga disebut bahwa yang melakukan pengeroyokan tersebut adalah mahasiswa, termasuk salah satunya H dan kawan-kawannya.

"Usai dikeroyok, itu ia (W) lalu pulang ke rumah. Lalu mengambil senjata tajam dan kembali ke kampus Uniska. Sampai akhirnya melakukan tindakan nekat tersebut. Saya saat itu tidak di rumah, sedang bekerja. Tahu kejadian ini, setelah adik saya di amankan," terangnya.

Dirinya mengaku, sempat mendampingi adiknya, sampai malam hari di Mapolres. Rencananya, pihak keluarga juga akan melaporkan secara resmi ke Kepolisian, terkait kejadian pengeroyokan adiknya tersebut. (rvn/bin/ema)


BACA JUGA

Rabu, 13 November 2019 11:34

7 Pedagang Miras Digebrak, 748 Botol Bir Disita

BANJARMASIN - Satpol PP Banjarmasin merazia sembilan tempat yang menjual…

Rabu, 13 November 2019 11:24

Saat Hujan Deras, 17 Rumah Terbakar, 1 Tewas

BANJARMASIN - Saat hujan deras mengguyur Banjarmasin, si jago merah…

Rabu, 13 November 2019 10:58

Kasus Tenggelamnya Bocah di Tirta Kencana Pelaihari, Aparat Usut Dugaan Kelalaian

PELAIHARI – Aparat masih belum menentukan tersangka, atas insiden tewasnya…

Rabu, 13 November 2019 10:54

Jelang Magrib, Puting Beliung Terjang Cerbon

MARABAHAN - Bahaya angin puting beliung masih menghantui Kabupaten Batola.…

Selasa, 12 November 2019 11:31

Operasi Zebra Sudah Ditutup, Tapi Razia Bisa Kapan Saja, Banyak Pengendara yang panik

BANJARMASIN - Baru sepekan Operasi Zebra Intan 2019 ditutup, Satlantas…

Selasa, 12 November 2019 10:59

Motor Satpam Nyaris Raib, Pelaku Warga Pasuruan

BANJARMASIN - Yunus (25), warga Desa Kronto Rt 02 Rw…

Senin, 11 November 2019 11:15

Sudah 6 Bulan, Kasus Pencurian Sepeda Motor Belitung Darat Terungkap

BANJARMASIN - Enam bulan berlalu, kasus pencurian sepeda motor Jalan Belitung…

Senin, 11 November 2019 11:10

Di Tepi Siring, Mayat Mengapung

BANJARMASIN - Kemarin (10/11) sekitar jam 6 pagi, sesosok tubuh…

Senin, 11 November 2019 11:03

Buruh Angkut Tanah Tersengat Listrik Saat Bekerja

AMUNTAI - Dua buruh pengangkut tanah di Desa Pimping, Kecamatan…

Senin, 11 November 2019 10:57

Sejumlah Titik Rawan Laka Diidentifikasi Polres Batola

MARABAHAN - Setelah berhasil memetakan daerah blackspot (daerah rawan laka)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*