MANAGED BY:
RABU
20 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 16 Oktober 2019 13:55
Rebutan Parpol di Kotabaru
PETAHANA: Bupati Sayed Jafar saat memberi bantuan kepada warga nelayan di Desa Hilir Muara. | FOTO: DOK/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, KOTABARU - Perebutan kursi Parpol mulai mewarnai peta politik di Saijaan. Peraih lima kursi di legislatif Golkar, petahana Sayed Jafar mesti bertarung lebih awal dengan wakilnya Burhanudin.

Sudah bukan rahasia, Bupati dan Wabup itu hubungannya semakin merenggang. Informasi di lapangan, ke dua kader Golkar acap saling menyalahkan satu sama lain.

Sementara itu, tokoh politik senior M Zairullah Azhar dan Zulkipli AR terlihat mengukuhkan pijakan mereka di partai masing-masing. PKB di Kotabaru hanya menerima pendaftaran Wabup untuk pasangan Zairullah. Sementara PDI Perjuangan, peraih tujuh kursi, pagi-pagi sudah menutup pendaftaran tidak lama setelah Ketua DPC mereka Zulkipli mendaftar bersama beberapa kader banteng lainnya.

Nun jauh dari birokrasi Parpol di tingkat lokal, pengusaha muda yang juga Penmbina DPW Nasdem Kalsel, Tajerian Noor mencoba lebih dahulu melakukan komunikasi politik di tingkat pusat. Di lokal, armada bantuannya terus menyalurkan air bersih gratis kepada warga.

Senin (14/10) kemarin, Sayed Jafar didampingi istri dan beberapa sahabatnya, resmi mendaftar ke Golkar. Ia mengaku optmis bisa mendapatkan persetujuan dari petinggi beringin di pusat.

"Sudah banyak kemajuan di Kotabaru. Jalan-jalan ke pelosok. Kita terus lanjutkan ke depan," ujarnya.

Wakil Ketua DPC Golkar, Arbani mengatakan, semua nama yang mendaftar ke Golkar yang memenuhi syarat administrasi akan diajukan ke pusat. "Tim dari pusat nanti akan berkunjung ke daerah menyeleksi nama-nama calon," bebernya.

Popularitas Sayed Jafar sendiri terlihat meningkat akhir-akhir ini. Didukung sarananya sebagai kepala daerah, hampir tiap hari ia berkunjung ke pelosok desa memberikan bantuan yang sudah jadi program pemerintah, seperti lampu tenaga surya dan kartu asuransi nelayan.

Sementara itu Zairullah setelah sempat disibukkan dengan pelantikan DPR RI, kembali terlihat wara-wiri di Kotabaru. Senin (14/10) kemarin dia membantu beberapa warga yang rumahnya terbakar beberapa waktu lalu.

PKB meraih empat kursi. Sama dengan Golkar masih kekurangan perahu. Perlu minimal tujuh kursi. Zairullah sendiri informasinya juga mendaftar ke PKS dan Gerindra.

Sementara itu, banyak nama-nama baru yang juga mendaftar ke beberapa partai. Ada Dardiansyah, Fatmawati. Dua nama ini terlihat mulai memasang spanduk di beberapa titik. Juga ada namaSaid Azhar, dan Gewsima Mega Putra.

Di masyarakat, kelompok-kelompok atau organisasi mulai terlihat sibuk menonjolkan diri. "Sudah biasa itu. Kalau musim politik ramai Ormas dan sejenisnya aktif lagi," ujar Pudding tokoh masyarakat di Pulau Laut Tanjung Selayar.

Pudding menyarankan, KPU nanti memperbanyak sesi debat terbuka. "Supaya masyarakat bisa menyimak isi kepala masing-masing calon. Dan calon wajib hadir," pintanya.

KPU Kotabaru sendiri mulai menyusun agenda-agenda menuju Pilkada Kotabaru. Setidaknya mereka mestinya mampu menggelar Pilkada yang hebat. Menyusul disetujuinya bulat-bulat usulan anggaran Pilkada mereka oleh Pemkab Kotabaru sebesar Rp34,9 M.

Sementara untuk Bawaslu, anggaran mereka disetujui Pemkab Kotabaru sebesar Rp15,1 M.

Sebelumnya, tokoh nasiona asal Kotabaru yang sekarang merupakan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof Dr Syaiful Bakhri menawarkan konsep yang menurutnya terbaik diterapkan di Kotabaru. "Konsepnya mufakat. Praktiknya demokrasi," ujarnya.

Kelemahan Pilkada selama ini kata Syaiful adalah besarnya biaya yang mesti ditanggung para calon. Kondisi itu tekannya menimbulkan potensi kepala daerah memanfaatkan jabatan untuk balik modal. "Jadi hanya berebut kekuasaan. Kasian masyarakat," tekannya.

Itu sebutnya bisa diubah. Caranya para calon sepakat, tidak pakai politik uang. Namun siapa yang menang wajib merangkul yang kalah. "Jadi menang atau kalah gak jadi soal. Ini bisa dilakukan kalau calon sedikit, dua saja misalnya."

Model itu juga klaimnya akan mampu membawa kemajuan bagi Kotabaru. "Karena selama ini, saya kan mengamati terus perkembangan tanah kelahiran saya. Yang menghambat salah satunya adalah, pemenang Pilkada tidak merangkul semua elemen politik usai Pilkada." (zal/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 20 November 2019 12:58

Paman Birin Serahkan Formulir di Luar Jadwal, Gerindra Gamang

BANJARMASIN – Tahun ini Gerindra bak seorang gadis yang sedang…

Rabu, 20 November 2019 12:51

Pildaka Banjar: Empat Calon Berebut Parpol

MARTAPURA – Suksesi Kepala Daerah di Kabupaten Banjar telah meangerucut…

Rabu, 20 November 2019 12:33

Diprediksi Selesai Tahun Depan, Pembangunan Jembatan Alalak Tinggal Mengerjakan Bentang Tengah

BANJARMASIN – Pembangunan Jembatan Sungai Alalak saat ini tinggal mengerjakan…

Rabu, 20 November 2019 12:21

Kemenkes Kabulkan Tambahan DAK

BANJARMASIN - Lobi Komisi IV DPRD Banjarmasin ke pemerintah pusat…

Rabu, 20 November 2019 12:18

Gara-gara ini, Kepala SKPD Dilarang Cuti

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah melarang semua kepala…

Rabu, 20 November 2019 12:13

KTP Dukungan PNS Tak Sah

BANJARMASIN - Pencalonan Pilwali 2020 dari jalur perseorangan semakin terjal.…

Rabu, 20 November 2019 12:09

TPA Basirih Harus Diperluas, Solusi Jangka Pendek TPA Regional

BANJARMASIN - Umur Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih di Jalan…

Rabu, 20 November 2019 12:06

Program Kotaku Harus Lanjut

BANJARMASIN - Pemko mengklaim hampir menyelesaikan target penanganan kawasan kumuh…

Rabu, 20 November 2019 12:01

Masih Banyak Pemancar Bahaya Tak Terdaftar

BANJARMASIN - Emergency Position Indicating Radiobeacon atau biasa disingkat EPIRB…

Rabu, 20 November 2019 11:56

Titip Kasus Belum Tuntas

BANJARMASIN - Kejaksaan Agung kembali memutasi sejumlah pejabat. Seorang pejabat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*