MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 18 Oktober 2019 11:59
Sudah 7 Anak Gangguan Jiwa karena Gadget

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Ini mungkin jadi perhatian bagi para orang tua, agar dapat membatasi waktu buah hatinya dalam bermain gadget. Di mana, selama 2019 Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum ternyata sudah menangani tujuh anak dan remaja yang mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan gawai.

Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya, karena berdasarkan data RSJ milik Pemprov Kalsel itu pada 2018 hanya ada lima orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) pecandu gadget yang mereka tangani.

"Tahun lalu hanya satu yang dirawat inap dan empat rawat jalan, sementara tahun ini ada dua yang sempat dirawat inap dan lima dirawat jalan," kata Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, dr IBG Dharma Putra.

Mengenai detail kasus gangguan jiwa dikarenakan tidak bisa lepas dari gadget, Dharma meminta Spesialis Kedokteran Jiwa RSJ Sambang Lihum, Yanuar Satrio untuk menjelaskannya ke wartawan.

Yanuar menyampaikan, saat ini dua pasien gangguan jiwa pecandu gawai yang sempat dirawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang. Akan tetapi, masih harus minum obat secara teratur. "Dia seperti gangguan jiwa pada umumnya, kalau tidak minum obat maka akan kumat," ucapnya.

Mengenai bagaimana kondisi para pasien saat baru dibawa ke RSJ, dia mengungkapkan, yang paling parah ialah anak berusia 14 tahun dari Tanah Laut yang sempat dirawat inap selama dua pekan. "Anak itu sudah sampai ke gangguan jiwa berat, karena sudah ada perubahan perilaku," bebernya.

Perubahan perilaku yang dia maksud, pasien yang kecanduan ponsel tersebut sering mengamuk dan berhalusinasi mengikuti gaya-gaya karakter yang ada di game gadget yang sering dimainkannya. "Saya tidak tahu karakter game apa yang dia ikuti, yang jelas dia jadi mengamuk tidak jelas," ujar Yanuar.

Karena sering mengamuk, dia mengungkapkan, orang tuanya sampai-sampai tidak bisa lagi mengendalikan pasien tersebut. "Anak itu tidak bisa dilarang bermain gadget, kalau dilarang juga mengamuk. Tidak ada cara lain, orang tuanya membawanya ke RSJ," ungkapnya.

Sedangkan, untuk pasien pecandu gadget yang ringan. Yanuar menjelaskan, ciri-ciri sudah mengalami gangguan jiwa yakni merasa cemas jika tidak bermain ponsel. "Selain itu, mereka susah tidur dan sulit berkonsentrasi," jelasnya.

Dia menuturkan, pecandu gatged yang mereka tangani selama ini usianya semuanya baru belasan tahun. Yakni, dari 13 tahun sampai 17 tahun. Kebanyakan berasal dari Banjarmasin, Banjarbaru dan Tanah Laut.

"Itu karena orang tua tidak mau membatasi penggunaan gadget untuk anak mereka, padahal menggunakan gadget untuk hiburan lebih dari 2 jam dalam sehari sangat tidak baik," tuturnya.

Lalu bagaimana bisa manusia bisa kecanduan main gadget? Yanuar menjelaskan, gim dalam ponsel sebenarnya mampu memacu otak. Jika otak terus dipacu, maka lama kelamaan akan lelah dan akhirnya menimbulkan rasa ketergantungan.

"Tapi, kalau menggunakan gadget untuk keperluan pekerjaan tidak akan menimbulkan kecanduan. Yang bahaya itu dipakai untuk main game tanpa batasan waktu," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 16:36

Bupati Wahid: Percaya Pengurus PCNU HSU Yang Baru Mampu Embang Tugas

AMUNTAI  - Suasana begitu khidmat begitu terpancar pada momen Pelantikan…

Rabu, 19 Februari 2020 14:42
BREAKING NEWS

UPDATE..! Inilah Tiga Pasang Calon Kepala Daerah di Kalsel yang Diusung PDI Perjuangan

BANJARBARU - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri  membacakan…

Rabu, 19 Februari 2020 11:21

Bus Trans Banjarmasin: Biaya Operasional Hampir 1 Miliar

BANJARMASIN - Bus Trans Banjarmasin (BTB) sudah resmi diluncurkan. Angkutan…

Rabu, 19 Februari 2020 11:20

Nilai Tunjangan Turun, Satpol PP Kecewa; Lalu Mengamuk di Kantor BKD

Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banjarmasin di Jalan RE Martadinata…

Rabu, 19 Februari 2020 11:12

Verifikasi Dukungan Calon Perseorangan, Bawaslu Bentuk Pengawas Kelurahan

BANJARMASIN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka pendaftaran bakal calon…

Rabu, 19 Februari 2020 11:10

Diduga Sebabkan Sekolah Rusak, Komisi IV Panggil Manajemen Pyramid Suite

BANJARMASIN - Kepala sekolah dan Komite SDN Antasan Besar 7…

Rabu, 19 Februari 2020 11:08

Anggota Dewan Harus Turun Langsung Agar Perda Menjadi Barang Familiar

BANJARMASIN - Selama ini masyarakat kurang familiar terhadap peraturan daerah…

Rabu, 19 Februari 2020 11:06
Pemkab Balangan

Bupati Dukung Polres Balangan Tetapkan Zona Integritas

PARINGIN - Deklarasi pencanangan Zona Integritas, dilaksanakan Polres Balangan, Selasa…

Rabu, 19 Februari 2020 10:33
BREAKING NEWS

Tolak Omnibus Law, Ratusan Pekerja Ngeluruk ke DPRD Kalsel

BANJARMASIN - Ratusan pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja…

Selasa, 18 Februari 2020 14:12
Pemkab Balangan

Kejari Balangan Komitmen Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi

PARINGIN – Penetapan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers