MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Senin, 21 Oktober 2019 12:40
Butuh Dana Rp17 Miliar, MUI Susun Alquran Mushaf Al-Banjari
GELAR MUSYAWARAH: Diskusi penyusunan Alquran Mushaf Al-Banjari di aula MUI Kalsel di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Sabtu tadi. MUI Kalsel berencana membuat mushaf ini dengan niat merawat nilai-nilai seni budaya Islam di Banua. | FOTO: M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Tak ingin kalah dengan Alquran Mushaf Al-Jawi (Jawa), Al-Sundawi (Sunda), dan Al-Bantani (Banten), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel berencana membuat pula Alquran Mushaf Al-Banjari.

Rencana ini terbilang lama. Baru tahun ini mencuat lagi. Ketua Bidang Seni Budaya Islam MUI Kalsel, Nasrullah mengatakan, secara spiritual kekuatan Islam di nusantara setelah Jawa adalah Kalimantan.

Dengan latar belakang itu, sungguh disayangkan jika Kalsel yang banyak memiliki tokoh ulama tak memiliki Alquran Mushaf Al-Banjari. “Di daerah lain sudah ada. Padahal di Kalsel banyak dihuni para ulama dan memiliki budaya Islam yang kaya dan kemampuan penulisan juga bagus. Semoga rencana ini segera terealisasi,” tuturnya.

Mendiskusikan kembali rencana ini, pihaknya mengundang organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, akademisi, budayawan, hingga Gubernur Kalsel yang diwakili Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris dan Ketua DPRD Kalsel yang diwakili Wakil Ketua DPRD Kalsel, M Syaripuddin. Pembahasan ini digelar Sabtu tadi di aula MUI Kalsel di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

Nasrullah menyebut, pihaknya sudah memperkirakan pembuatan Alquran Mushaf Al-Banjari ini membutuhkan biaya yang tak sedikit. Makanya selain mengundang akademisi dan budayawan, pihaknya juga mengundang eksekutif dan legislatif agar memberi dukungan, khususnya anggaran.

Dia menyebut, merealisasikan penulisan Alquran Mushaf Al-Banjari membutuhkan anggaran minimal Rp17 miliar. “Kita rugi jika tak punya. Islam itu tak sekedar akidah dan syariah, melainkan seni dan budaya yang perlu ditelisik sebagai warisan budaya,” sebutnya.

Merealisasikan Alquran Mushaf Al-Banjari sebutnya tak seperti membalik telapak tangan. Perlu riset dan diskusi besar-besaran kembali. “Perlu kajian yang mendalam nanti dilibatkan pula semua Provinsi di Kalimantan,” beber Nasrullah.

Pihaknya sudah memiliki konsep awal Alquran Mushaf Al-Banjari nanti, yakni memakai corak budaya lokal seperti sasirangan. Rencananya, begitu selesai, sejumlah Alquran nanti akan dibagikan secara gratis ke masjid hingga pesantren.

Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris mengatakan sangat mendukung inisiasi MUI Kalsel ini. Menurutnya Alquran Mushaf Al-Banjari nanti diadakan dengan niat merawat nilai-nilai seni budaya Islam di Banua. “Pemeliharaan seni budaya sangat penting dilakukan. Jangan sampai sirna ditelan zaman yang serba cepat oleh teknologi saat ini,” sebut Haris.

Soal bantuan dana dari Pemprov ia menunggu hasil kajian dari MUI. “Mekanismenya dibahas belakangan, yang pasti Pemprov sangat mendukung ikhtiar ini,” katanya. (mof/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*