MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 22 Oktober 2019 10:10
Menteri Baru, Pengamat Pesimis Ada Politisi Banua Masuk Kabinet
WAJAH CERAH: Fadjroel Rahman, Nadiem Makarim, Tetty Paruntu dan Erick Thohir, dan Wishnutama saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10). Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya pada Rabu (23/10) besok. | Foto: Jawapos

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Urang Banjar pernah dipercaya sebagai Menteri. Dia adalah Prof Gusti Muhammad Hatta. Setelah itu, tidak ada lagi urang banua di kabinet pemerintahan. Di pemerintahan Jokowi periode kedua, nama Mardani H Maming sempat disebut-sebut bakal menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga. Namun, isu itu kini tidak lagi berembus.

Nah, tokoh kelahiran banua yang disebut bakal masuk kabinet adalah Fadjroel Rachman. Pria kelahiran Banjarmasin, 55 tahun silam ini menyatakan mengatakan diundang Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk makan siang. Selain itu, Fadjroel mengaku diberi tugas oleh Jokowi di periode kedua pemerintahannya.

"Ada tugas yang disampaikan oleh beliau, tetapi mengenai bentuk tugasnya nanti akan diumumkan secara langsung saja, diberitahukan saja oleh presiden," ujar Fadjroel di Istana Negara, Jakarta pada Senin (21/10).

Fadjroel enggan menjelaskan tugas apa yang diberikan Jokowi kepada dirinya. Namun, dia menyatakan sudah bersedia menerima penugasan tersebut. "Saya mengatakan kepada Pak Jokowi bahwa saya bersedia menerima apapun yang diperintahkan kepada saya untuk membantu beliau dan untuk negara ini," ujar dia.

Memiliki pengalaman sebagai Komisaris Adhi Karya, Fadjroel merasa sangat memahami bidang infrastruktur, debirokratisasi, deregulasi, dan transformasi ekonomi. "background saya, kan saya dari ITB dulu kemudian masuk ke bidang ekonomi, hukum, dan S3 saya komunikasi politik," ujar dia.

Ketika ditanya soal kemungkinan dirinya akan menjadi Jubir Presiden, Fadjroel tidak menjawab lugas. "Saya tidak mau mendahului. Mudah-mudahan kita bisa bekerja sama lebih jauh. Kalau sudah ada keputusan dan penempatannya saya akan bicara lebih banyak lagi," ujar dia.

Selain Fadjroel, dalam pesan berantai yang banyak beredar, nama politisi Kalsel antan Anggota DPR RI asal Kalsel, Abadi Noor Supit juga disebut-sebut. Abadi sebenarnya adalah mantan anggota DPR RI. Saat bertarung di Pemilu legislatif lalu, suaranya kalah banyak dengan Bambang Heri Purnama di daerah pemilihan 1 Kalsel.

Disebut-sebut namanya masuk di kabinet Jokowi-Ma’ruf, Abadi tak bisa dihubungi. Kontaknya yang diberikan pengurus DPD Partai Golkar Kalsel, tak terhubung. Pesan WhatsApp yang dikirim pun tak ada balasan.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto yang turut dipanggil ke istana kemarin, tidak mengonfirmasi nama-nama yang beredar. Dia hanya turut membenarkan pemberian jabatan menteri kepada kader Partai Golkar. Sayangnya, ia enggan merinci berapa banyak kuota kursi menteri yang akan diisi oleh para elite partai.

Kabar yang beredar di publik, Partai Golkar akan mendapat jatah empat kursi menteri di pemerintahan kabinet baru nanti. "Insya Allah (kader Golkar) ada yang dipanggil, ada yang tidak dipanggil. Kami tunggu saja sampai pengumuman," tuturnya.

Pengamat Politik Universitas Lambung Mangkurat Apriansyah menyebut, Abadi Noor Supit memang memiliki koneksi di pemerintah pusat. Belum lagi modal dirinya sebagai mantan Ketua Banggar di DPR RI. “Di juga lebih banyak berkecimpung di pemerintah pusat. Wajar saja jika namanya mencuat,” ujarnya.

Dosen FISIP ULM itu mengatakan posisi menteri memang sangat penting bagi daerah asal. Salah satunya adalah dapat menyinkronkan visi dan misi daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat.

Bahkan, ketika pemerintah daerah menemui jalan buntu saat melakukan koordinasi di kementerian, koneksi sesama Urang Banjar bisa menolong. “Yang paling penting karena latar belakang daerah, sedikit banyak akan membantu banyak bagi daerahnya sendiri,” kata Apri kemarin.

Berbicara jatah menteri asal Kalsel, Apri sedikit pesimistis. Pasalnya, perolehan suara Jokowi-Ma’ruf saat Pilpres lalu di Kalsel, jauh dari harapan. Tentu hal ini akan menjadi pertimbangan posisi menteri bagi urang banua. “Memang tak ada lagi 01 dan 02. Tapi tetap saja kontrak riil politik sebelumnya dengan adanya bukti turut sertanya memenangkan pertarungan Pilpres lalu,” sebutnya.

--

Tetty Paruntu Terpental

Sementara itu, drama terjadi dalam penyusunan kabinet kerja jilid II. Nama Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu yang masuk bursa mendadak mental dalam sekejap. Wanita yang akrab disapa Tetty itu sebenarnya sudah tiba di istana sejak pukul 10.00 pagi, kemarin (21/10). Urutan kedua setelah Mahfud MD.

Tetty pun datang menggunakan kemeja putih seperti calon menteri lainnya. Selain itu, dia juga masuk ke istana melalui pintu belakang Istana Negara. Pintu yang sama, juga dilalui para calon menteri lainnya. Dia masuk tanpa memberi sepatah kata.

Namun, lebih dari tiga jam berlalu, Tetty tak kunjung keluar. Nadiem Makarim yang tiba setelahnya bahkan lebih dahulu keluar. Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, Tetty batal bertemu Jokowi.

Bey menjelaskan, Tetty merupakan calon menteri usulan dari Partai Golkar. Sebelum bertemu presiden, dia dijadwalkan bertemu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Istana. Namun pasca pertemuan tersebut, Tetty mendadak batal berbicara dengan Jokowi. ’’Beliau langsung meninggalkan istana lewat samping. Jadi tidak sampai ketemu Presiden,” kata Bey.

Dengan demikian, lanjut dia, Tetty tidak masuk dalam kabinet. ’’Karena tidak bertemu dengan Presiden jadi bukan (gagal, Red),” imbuhnya. Bey mengaku tidak mengetahui dinamika yang terjadi dalam pertemuan Tetty dengan Airlangga.

Sebelum informasi pembatalan itu tersebar, Airlangga sendiri sempat berkomentar soal Tetty yang diundang ke istana. ’’Karena beliau sebagai bupati banyak hal yang dibahas. Tetapi juga belum tentu dengan Pak Presiden,” kata Menteri Perindustrian itu sebelum pergi.

Drama batalnya Tetty sebagai calon menteri mengundang tanya dari internal Golkar. Kader senior Golkar Bambang Soesatyo mengaku heran dengan munculnya nama Christiany Eugenia Paruntu sebagai calon menteri. Menurutnya, para pengurus partai sebelumnya sama sekali tidak tahu perihal munculnya nama bupati Minahasa Selatan itu sebagai salah satu calon menteri dari Golkar. ’’Jadi memang kita saja di Golkar baru tahu,” kata Bambang Soesatyo di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Nah, terkait tiba-tiba terpentalnya Tetty sebagai calon menteri, Bamsoet—sapaan Bambang Soesatyo—mengaku tidak tahu-menahu. Dia pun meminta wartawan menanyakan hal itu langsung ke Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. ’’Silakan tanya ke ketum,” kelitnya.

Bamsoet juga tidak tahu Airlangga Hartarto mengajukan nama yang bersangkutan sebagai calon menteri. Dia menduga masukkanya nama Tetty awalnya adalah untuk memenuhi keperluan menteri dari kalangan perempuan. Bahwa Presiden Jokowi hendak mempertahanakan unsur keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya delapan orang. Jumlah tersebut sama dengan periode sebelumnya. Biasanya keterwakilan perempuan mempertimbangkan wilayah geografis. Yaitu Indonesia timur, tengah dan barat. ’’Tentu pasti dasarnya adalah kemampuan,” ujarnya.

Lebih jauh Bamsoet mengakui Christiany Eugenia Paruntu merupakan kader Golkar. Namun dia mengatakan tidak tahu detail soal kiprah Tetty selain menjabat bupati Minahasa Selatan. ’’Intinya Golkar menyerahkan semuanya pada presiden untuk memilih orang-orang yang tepat,” paparnya.

Informasi yang beredar, Golkar di periode kedua Presiden Jokowi saat ini disebut mendapat empat jatah kursi menteri. Dua nama yang mencuat adalah Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang Kartasasmita yang di periode lalu menjabat menteri sosial (mensos). Benarkah? ’’Saya tidak mau mendahului. Tapi yang pasti kami berharap Pak Ketua Umum (Airlangga Hartarto, Red) dan Pak Agus Gumiwang menjadi calon menteri,” tandas ketua MPR itu. (mof/far/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 11:45

Mangkrak, Akhirnya Rumah Sakit di Kotabaru ini Jadi Sarang Hantu

KOTABARU - Tiga anak muda berlarian. Memburu bayangan putih. Gagal.…

Jumat, 17 Januari 2020 11:31

Pondoknya Dirobohkan, Alfaruk Bantah Bangunannya Masuk Kawasan Hutan Lindung, Tiap Tahun ia Sudah Bayar Pajak

BANJARBARU - Alfaruk (50), warga Liang Anggang, Banjarbaru, hanya bisa…

Jumat, 17 Januari 2020 11:26

Gara-gara Pemekaran, PPK Sigam Belum Bisa Dibentuk

BANJARMASIN - Hingga saat ini KPU belum bisa memutuskan nasib…

Jumat, 17 Januari 2020 11:05

Butuh Dana Besar, Dinkes Diharap Tidak Asal Salurkan Jaminan Kesehatan

BANJARMASIN - Komisi IV DPRD Banjarmasin mengingatkan Dinas Kesehatan (Dinkes).…

Jumat, 17 Januari 2020 10:59

Jembatan Pulau Bromo Tunggu Lelang

BANJARMASIN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin…

Jumat, 17 Januari 2020 10:56

Dewan Perwakilan Mahasiswa Belajar ke Dewan

BANJARMASIN – Gedung DPRD Kalsel didatangi 50 mahasiswa. Mereka berasal…

Jumat, 17 Januari 2020 10:19

BAPPEDA: Banjir Berkaitan Dengan Kawasan Kumuh Cempaka

BANJARBARU - Di tahun ini, kawasan Cempaka jadi prioritas perencanaan…

Jumat, 17 Januari 2020 09:59

Aset Pelabuhan Masih Diperebutkan, Apakah Milik Pemprov atau Pemkab

BANJARMASIN - Banyaknya aset bidang perikanan dan kelautan yang masih…

Jumat, 17 Januari 2020 09:56

Mengeluh, Kelompok Tani Landasan Ulin Datangi DPRD

BANJARMASIN - Puluhan warga Landasan Ulin Timur dan Barat, serta…

Jumat, 17 Januari 2020 09:51

Berniat ke Luar Negeri, DPRD Didemo, Anggota Dewan: Kunker Kami Semata-mata Untuk Kepentingan Daerah

BANJARMASIN – Rencana anggota DPRD Kalsel melakukan kunjungan kerja ke…

Demi Akses Transportasi Sungai, Jembatan Melengkung Tatah Bangkal Percontohan

Jarang Razia di Pertigaan Tower, Banyak Pengendara yang Santai Melanggar

Heboh Mobil Sport Lamborghini Hurican di Jalanan Barabai

Mangkrak, Akhirnya Rumah Sakit di Kotabaru ini Jadi Sarang Hantu

Maraknya Serangan Peretas ke Situs Pemerintah, Pakar: Jangan Rilis Website Terburu-Buru

Pondoknya Dirobohkan, Alfaruk Bantah Bangunannya Masuk Kawasan Hutan Lindung, Tiap Tahun ia Sudah Bayar Pajak

Gara-gara Pemekaran, PPK Sigam Belum Bisa Dibentuk

Butuh Dana Besar, Dinkes Diharap Tidak Asal Salurkan Jaminan Kesehatan

Jembatan Pulau Bromo Tunggu Lelang

Dewan Perwakilan Mahasiswa Belajar ke Dewan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers