MANAGED BY:
KAMIS
14 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 23 Oktober 2019 10:04
Minat ke Pesantren Bertambah, Tapi Santri Masih Sulit Kuliah Negeri
KARYA SANTRI: Para santri di Banjarbaru saat mengikuti peringatan Hari Santri Nasional di Ponpes Darul Ilmi, kemarin.| FOTO: HUMAS PEMKO BANJARBARU FOR RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Seluruh Pondok Pesantren (Ponpes) memperingati Hari Santri Nasional (HSN) kemarin dengan berbagai kegiatan. 

Di Banjarbaru, santri seluruh Ponpes yang ada di Kota Idaman berkumpul di Ponpes Darul Ilmi, Liang Anggang untuk mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional.

---

Usai upacara yang dipimpin oleh Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani tersebut, kegiatan kemudian diisi dengan sejumlah atraksi yang dilakukan para santri dari berbagai Ponpes. Seperti silat dan berbagai pertunjukan khas pesantren.

Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani mengaku bersyukur karena dalam peringatan HSN tahun ini terasa istimewa dengan hadirnya undang-undang nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren.

"Undang-undang ini memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan pengabdian masyarakat," katanya.

Selain itu, dia mengungkapkan dengan undang-undang itu pula tamatan pesantren memiliki hak yang sama dengan lulusan lembaga lainnya.

Hak tersebut memang diperlukan, karena selama ini lulusan ponpes kesulitan untuk melanjutkan pendidikan ke universitas negeri. Hal itu, diakui Amrullah Abdan selaku Wakil Kepala Sekolah Mualimin Ponpes Darul Ilmi.

"Iya, selama ini belum terdengar lulusan pondok bisa kuliah di universitas negeri. Kebanyakan di swasta, di perguruan tinggi Islam," ucapnya.

Dia berharap, dengan adanya UU Pesantren tersebut tamatan pesantren benar-benar memiliki hak yang sama dengan lulusan lembaga lainnya. Sebab, minat orang tua memondokkan anak ke pesantren terus meningkat.

"Santri yang mendaftar ke Ponpes terus bertambah. Di tempat kami misalnya, tahun lalu hanya 330 santri yang kami terima. Sementara tahun ini, bertambah jadi 440. Itu pun masih ada puluhan orang yang kami tolak," bebernya.

Ponpes Darul Ilmi sendiri menurutnya tidak terlalu mempermasalahkan sulitnya ijazah pesantren dibawa ke universitas negeri, karena di tempat mereka ada sekolah negerinya. "Madrasah Aliyah kami negeri, jadi ijazahnya bisa digunakan untuk mendaftar kuliah di mana saja," ucapnya.

Terkait semakin diminatinya pondok pesantren, menurutnya kemungkinan lantaran para orang tua tidak ingin anaknya salah bergaul. "Kalau di ponpes 'kan sudah pasti selalu diajari masalah agama, jadi orang tua merasa tenang jika anaknya mondok," ucapnya.

Secara terpisah, Pimpinan Ponpes Yasin, Ustaz Saifullah membenarkan jika semakin banyak orang tua yang ingin memondokkan anaknya ke pesantren. "Iya,karena setiap tahun santri yang mendaftar terus bertambah," paparnya.

Sama dengan Ponpes Darul Ilmi, dia mengungkapkan, di Ponpes yang dipimpinnya tahun ini juga sampai harus menolak beberapa pendaftar lantaran kuotanya sudah cukup. "Katanya, yang gagal itu mau mendaftar lagi di tahun berikutnya," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag), Nur Kholis Setiawan, mengatakan bahwa UU Pesantren yang baru saja disahkan DPR, adalah kado istimewa di momen Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober.

Menurutnya, dengan UU tersebut, akan memperkuat gerak dan kontribusi pesantren dalam pembangunan Indonesia ke depan.

“Alhamdulillah, pada malam puncak peringatan Hari Santri 201 kita sepatutnya bersyukur karena ada kado istimewa yakni telah dikeluarkannya UU No 18 tahun 2019 tentang Pesantren, di mana dengan undang-undang tersebut pesantren memiliki tiga fungsi sekaligus," kata Kholis saat memberi sambutan dalam gelaran Malam Puncak Peringatan Hari Santri 2019 di Lapangan Benteng, Jakarta Pusat, Senin (21/10).

Kholis melanjutkan, tiga fungsi itu mencakup fungsi pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan bagi umat. Ketiga fungsi tersebut dinilai sangat penting dalam membangun jiwa kedamaian di tengah-tengah kehidupan berbangsa di Indonesia.

"Pertama, fungsi pendidikan. Kedua yaitu fungsi dakwah. Lalu yang ketiga ialah fungsi pemberdayaan umat. Saat ini penting bagi umat Islam Indonesia untuk menggaungkan syiar damai dalam setiap dakwah dan kegiatannya,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan para santri.

Kholis menekankan bahwa Islam haruslah menjadi sumber inspirasi sekaligus aspirasi bagi umat Islam serta, terkhusus bagi kalangan santri. Inspirasi yang dimaksud tak lain inspirasi perdamaian serta peningkatan kemaslahatan bersama.

Kholis juga mengimbau agar para santri terus berpartisipasi dalam memperkuat kedamaian itu. Baginya, santri adalah orang yang berpengalaman dengan perbedaan, yang menolak permusuhan antar sesama saudara sebangsa se-tanah air. Lebih lagi, perdamaian untuk seluruh dunia.

"Kita harapkan Indonesia yang direpresentasikan kaum santri memberi inspirasi perdamaian, tidak saja bagi sesama bangsa namun juga pada masyarakat dunia,” pungkasnya seraya mengucap selamat atas Hari Santri 2019.

Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag, Kamaruddin Amin, menambahkan. Ia mencoba berbagi kesadaran tentang peran pesantren sebagai pusat dari pembelajaran agama, kebudayaan dan wawasan kebangsaan.

Karena itu, menurut Kamaruddin, peran pesantren sangat penting dalam membangun Indonesia yang maju dan bernuansa kedamaian.

"Pesantren menjadi tempat di mana daya saing bangsa ditingkatkan, ketahanan nasional dipertahankan, dan perdamaian dunia diharapkan. Karenanya, ketulusan, kesederhanaan diajarkan dan diteladankan di pesantren ini," ujar Kamaruddin.

Sebagai informasi, malam puncak peringatan Hari Santri 2019 yang digelar di Lapangan Benteng malam ini, merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak September lalu. Kegiatan-kegiatan tersebut yaitu, Santri Milenial Competition, Kopdar Akbar Santrinet Nusantara, Muktamar Pemikiran Santri Nusantara, Malam Kebudayaan Pesantren, Roan Akbar, serta Parade Santri Cinta Damai.

Kegiatan malam ini dihadiri oleh eks Menag Lukman Hakim, serta para Kepala Kanwil Kemenag seluruh Indonesia. (ris/km/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*