MANAGED BY:
KAMIS
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 25 Oktober 2019 11:37
Kabut Asap Kembali, Saat Heli Sudah Pergi
KEMBALI LAGI: Kabut asap saat menyelimuti kawasan Liang Anggang, kemarin. Pekatnya kabut asap membuat sejumlah penerbangan kembali terganggu. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Panasnya cuaca di Banjarbaru dalam beberapa hari terakhir, membuat sejumlah wilayah kembali diancam kebakaran lahan. Bisa ditebak, kabut asap lagi-lagi mengganggu penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, kemarin pagi.

Berdasarkan data dari Bandara Syamsudin Noor, total ada tujuh penerbangan terganggu. Kabut asap memangumayan pekat menyelimuti sejumlah kawasan di Banjarbaru, seperti Landasan Ulin dan Liang Anggang, kemarin pagi.

Dari tujuh penerbangan tersebut, dua diantaranya adalah keberangkatan. Yakni, Wings Air tujuan Banjarmasin - Batulicin dan Garuda Indonesia tujuan Banjarmasin - Tangerang. Kedua penerbangan ini sama-sama delay, lantaran menunggu kabut asap menipis.

Penerbangan kedatangan yang sempat delay, yaitu Lion Air dan Citilink dari Surabaya. Lalu, Lion Air dari Balikpapan, Garuda Indonesia dari Jakarta dan Wings Air dari Kotabaru.

Sedangkan, satu penerbangan lainnya yakni Garuda Indonesia tujuan Jakarta-Banjarmasin. Tadinya dijadwalkan datang pukul 08.35 wita harus holding (berputar di atas) terlebih dahulu sebelum landing untuk menunggu kabut asap menipis.

Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsuddin Noor, Aditya Putra Patria membenarkan sejumlah penerbangan baik yang berangkat maupun datang kembali terganggu kabut asap lantaran jarak pandang hanya sekitar 200 sampai 300 meter.

"Visibility pada pukul 07.30 Wita hanya 300 meter, lalu 08.00 turun lagi sampai 200 meter. Pada pukul 08.30 Wita jarak pandang baru membaik jadi 400 meter," katanya.

Saat jarak pandang dianggap normal, dia mengungkapkan semua penerbangan sudah bisa beraktivitas kembali seperti biasa. "Jadi yang delay, semuanya sudah diberangkatkan dan sampai di bandara tujuan," ungkapnya.

Area Manager Lion Air Banjarmasin Agung Purnama membenarkan jika sejumlah penerbangan mereka kembali mengalami keterlambatan lantaran kabut asap. "Tapi, setelah jarak pandang aman semuanya bisa berangkat," paparnya.

Dibeberkannya, penundaan dilakukan saat kabut asap pekat dikarenakan pihak maskapai selalu memastikan bahwa jarak pandang harus aman setiap kali penerbangan. "Kami tidak berani mengambil risiko untuk terbang, kalau jarak pandang tidak aman," bebernya.

Secara terpisah, Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin menjelaskan, pekatnya kabut asap diakibatkan oleh munculnya beberapa titik api di kawasan Landasan Ulin, Lingkar Selatan, Liang Anggang dan Gambut. "Api muncul lagi dikarenakan cuaca kembali panas. Padahal, BMKG memprakirakan saat ini sudah peralihan musim dari kemarau ke hujan," jelasnya.

Dia sedikit khawatir karena di saat karhutla masih mengancam, satgas udara tak lagi aktif. Batas waktu peminjaman atau kontrak operasional heli water boombing sudah habis.

"Kontrak jam semua heli water bombing habis semuanya. Cuma heli patroli yang bisa dioperasikan, tapi untuk apa juga karena tidak bisa untuk memadamkan," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Ujud ini menuturkan, pihak BPBD sebenarnya sudah mengajukan perpanjangan jam operasional ke BNPB namun hingga kini belum ada jawaban. "Kami minta perpanjangan karena punya dasar, di mana dalam beberapa hari terakhir puluhan hingga ratusan titik api kembali muncul di Kalsel," ujarnya.

Dia menduga kemungkinan BNPB bakal menolak karena memang waktunya sangat mepet jika ingin memperpanjang kontrak heli water bombing. Pasalnya, sebentar lagi musim hujan akan tiba. "Kalau waktu dianggap mepet, kami juga minta agar heli yang ada di Kalteng dan Kalbar digeser ke Kalsel. Sebab, di sana sudah aman," paparnya.

Heli water bombing untuk Kalsel yang habis jam operasionalnya sendiri Kamis (24/10) kemarin masih terparkir di Bandara Syamsudin Noor. "Heli masih belum digeser, mungkin masih menunggu kontrak diperpanjang atau tidak," pungkas Ujud. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 10:10

60 Ijazah Tertahan Dua Tahun, Dinas Pendidikan Malah Baru Tahu

BANJARMASIN - Selama dua tahun terakhir, SDN Pangeran 1 belum…

Kamis, 23 Januari 2020 10:07

Hadapi Pilkada, Polresta Latihan Dalmas

BANJARMSIN - Personel Polresta Banjarmasin menggelar latihan pengendalian masyarakat di…

Kamis, 23 Januari 2020 10:04

Tanpa Ramp, Rawat Inap RS Sultan Suriansyah Tak Maksimal

BANJARMASIN - DPRD Banjarmasin meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan…

Kamis, 23 Januari 2020 09:49

Pejabat Polres HSU Mutasi

AMUNTAI - Ada yang pindah, ada yang datang menempati posisi…

Kamis, 23 Januari 2020 09:04
Pemko Banjarbaru

Walikota Kukuhkan Forum RT/RW

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, Rabu (22/1) kemarin mengukuhkan…

Kamis, 23 Januari 2020 09:00
Pemkab Tanah Bumbu

Haris Fadilah Dilantik Jadi Anggota Dewan

BATULICIN - H M Haris Fadilah dilantik menjadi Anggota DPRD…

Kamis, 23 Januari 2020 08:59
Pemkab Tanah Bumbu

Semua Warga Mendapat Hak yang Sama

BATULICIN - Bupati Tanbu H Sudian Noor mengaku ikut prihatin…

Kamis, 23 Januari 2020 08:53
Pemkab Tanah Laut

PDAM Tala Memiliki Dewan Pengawas Baru

PELAIHARI – Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta…

Kamis, 23 Januari 2020 08:47
Pemkab Tanah Laut

Promosikan Susur Sungai Bekantan di Panjaratan

PELAIHARI - Usai sarasehan bersama warga dalam kegiatan Manunggal Tuntung…

Kamis, 23 Januari 2020 08:46
Pemkab Tanah Laut

Bupati Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana

PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah laut (Tala) menggelar apel gelar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers